
Berlin, Jerman.
"Aku rasa sekarang sudah saatnya, kau merelakan semua keputusan ditangan Agnez." tutur Natalie, kakak ipar Agnez.
"Selama ini aku sudah menjaga Agnez sedari kecil, bagaimana mungkin aku tega membiarkan dia mengambil keputusan ini sendiri." tegas Charles
"Tapi sekarang Agnez sudah dewasa, dia bukan anak kecil lagi. Apa kau tidak sadar, sikapmu selama ini sangat posesif. Kau membuatnya terkekang." tutur Natalie
Menghembuskan nafas kasar. Charles akhirnya pun luluh. Sementara Agnez tengah merenung didalam kamarnya tanpa melakukan apapun. Dari pintu yang terbuka, Charles masuk dan mendekatinya.
"Apa kau benar-benar ingin bersamanya?" tanya Charles sambil menyentuh pundak Agnez lembut
"Tapi kakak tidak setuju kan?" balas Agnez tanpa mengalihkan pandangannya keluar jendela
"Jika dia bisa membuatmu bahagia, kakak merestui hubungan kalian."
Agnez sontak menoleh dengan senyum merekah lalu memeluk Charles.
"Terima kasih banyak kakak."
Charles membalas pelukan Agnez seraya membelai rambut panjangnya dengan lembut.
"Maafkan kakak karena selama ini sudah membuatmu tersiksa. Mulai sekarang kau boleh mengambil keputusan untuk kebahagiaanmu." ucap Charles sembari menyeka airmata yang jatuh dipipi Agnez
***
Tiga bulan kemudian...
Siang ini adalah perayaan ulang tahun si kembar yang ke enam. Suasana sangat ramai dengan kehadiran teman-teman si kembar bersama orang tua mereka. Rumah Jo telah dihias dengan aneka kertas warna-warni juga balon-balon. Di tengah ruangan, di atas meja kecil, tampak sebuah kue tart dengan lilin berbentuk angka enam. Suasana sangat meriah. Sahabat Jo dan Maria semua berdatangan untuk merayakan ulang tahun si kembar. Termasuk Ramon bersama Natasya, Alvin bersama Luna, Dev bersama Sarah, juga Sasha bersama kekasihnya seorang produser musik. Mereka saling berjabat tangan dan berkenalan sejak mereka datang.
"Sasha, lama sekali tidak bertemu denganmu. Aku kangen." Maria memeluk Sasha dan saling mencium pipi
"Aku juga sangat merindukanmu Maria. Sekarang kau sudah jadi ibu tiga anak ya. Aku ikut bahagia." ucap Sasha
"Jadi sekarang kau bekerja di studio musik?" tanya Maria
"Iya. Aku jadi sangat sibuk dan jarang punya waktu luang. Tapi kau sendiri, apa kau baik-baik saja? Selama ini kau ingin jadi musisi kan?" tanya Sasha balik
"Ya. Dulu aku bercita-cita ingin jadi seorang musisi. Tapi apa boleh buat, takdir berkata lain. Sekarang aku jadi ibu rumah tangga. Tapi aku tidak menyesal Sasha. Mereka adalah segalanya dalam hidupku dan aku sangat bahagia." jawab Maria dengan senyum menghiasi bibirnya
"Syukurlah. Tuhan tahu mana yang terbaik untukmu Maria. Kau akhirnya mendapatkan kebahagiaan yang sangat indah." balas Sasha penuh haru
"Aku menggantungkan harapanku pada Rachel, putri pertamaku. Dia mewarisi bakatku dan juga bakat Jo. Suatu saat dia ingin menjadi musisi. Sedangkan Syeina, mungkin dia akan jadi atlet. Karena dia tomboy dan lincah. Dia mewarisi keahlianku dan ayahnya." jelas Maria mengingat bahwa dirinya dulu lihai dalam bidang olahraga, begitupula Jo yang lihai dalam bidang olahraga termasuk basket.
"Mereka pasti akan menjadi orang yang hebat suatu hari nanti." ucap Sasha
"Amin." balas Maria
Saat acara akan dimulai, tiba-tiba seorang wanita datang dan membuat semua orang jadi heboh dan tercengang akan kedatangannya.
__ADS_1
"Tante Rapunzel!!" seru si kembar
Agnez berjalan mendekat ke tengah-tengah semua orang yang berkumpul. Lalu netranya menangkap sepasang mata yang kini terus menatapnya dengan sayu.
"Kau sudah kembali?" tanya Marco
"Iya, aku kembali untukmu." jawab Agnez
Mata Marco berkaca-kaca, ingin sekali dia memeluk wanita yang dicintainya saat itu juga namun karena mereka masih berada ditengah-tengah banyak orang dia pun mengurungkan niatnya. Semua orang kini menyanyikan lagu ulang tahun kepada si kembar.
"Make a wish Syeina, Rachel." pinta Jo dan Maria
Si kembar mulai membuat permohonan sambil memejamkan mata.
"Ya Tuhan, semoga kami selalu bersama. Semoga Daddy selalu menyayangi kami dan menjaga kami. Amin." doa Rachel dalam hati
"Ya Tuhan, berikanlah selalu kebahagiaan untuk kami. Semoga Daddy dan Mommy selalu bersama. Amin." doa Syeina dalam hati
Selesai berdoa si kembar pun meniup lilin bersama. Disusul dengan suara tepuk tangan dari semua orang. Lalu tiba waktunya untuk memotong kue. Si kembar pun memberikan potongan kue pertama kepada Jo dan Maria.
"I Love You Mom, I Love You Dad." seru si kembar
"Selamat ulang tahun ya sayang. Semoga kalian panjang umur dan sehat selalu." ucap Jo dan Maria kemudian mencium pipi kedua putrinya.
Potongan kue kedua dan ketiga pun diberikan kepada kakek dan nenek mereka. Dan ucapan selamat diucapkan oleh semua orang. Si kembar mendapatkan banyak hadiah, tentu yang dibuka terlebih dahulu adalah hadiah dari ayah dan ibu mereka.
Setelah perayaan ulang tahun si kembar, Agnez dan Marco kini berdua di taman pekarangan rumah Jo. Mereka berdiri dengan banyak bunga mawar di sekeliling mereka, yang membuat suasana kian romantis. Marco menatap tepat pada mata Agnez didepannya. Dan sesaat kemudian dia berlutut dengan menunjukkan cincin berlian yang tersemat pada kotak kecil ditangannya.
Mata Agnez berkaca-kaca seiring dengan airmata yang mengalir turun membasahi pipinya, hingga akhirnya dia memberikan jawaban.
"Iya, aku bersedia."
Marco tersenyum lega. Dia pun memasangkan cincin itu di jari manis Agnez lalu mengecupnya dengan penuh cinta.
"Yeeeyyyyyy...." sorakan dan tepuk tangan terdengar dari semua orang yang turut menyaksikan mereka. Si kembar juga terlihat bahagia dengan bersatunya mereka. Marco yang semula berlutut kemudian berdiri dan memeluk Agnez. Selesai sudah kisah mereka dengan akhir yang indah.
...Jonathan dan Maria...
...Dev dan Sarah...
...Alvin dan Luna...
__ADS_1
...Marco dan Agnez...
...Ramon dan Natasya...
...Daren dan Sasha...
...Charles dan Natalie...
...Si kembar...
...(Rachel & Syeina)...
...Mike Richardo...
...(Putra Dev dan Sarah)...
...Selina...
...(Putri Alvin dan Luna)...
...Axel kalau sudah besar, jenius mirip ayahnya....
__ADS_1
...The End...