Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Pembalasan


__ADS_3

"Kak, ayo kita cari mommy." ajak Syeina setelah mobil Ramon melenggang pergi


"Tapi daddy bilang kita tidak boleh masuk kesana." tolak Rachel karena takut


"Kan daddy sudah pergi. Ayo kak." Syeina bersikeras menarik tangan Rachel untuk masuk ke kamar mencari ibu mereka


Ceklek


Dibukanya pintu kamar Jo, dan mereka terkejut mendapati Maria yang bersandar di kepala ranjang.


"Mommy!!" Syeina melangkahkan kakinya cepat di ikuti oleh Rachel naik ke atas ranjang


"Syeina, Rachel." ucap Maria terkejut dengan kehadiran mereka


"Kata Daddy, Mommy sakit ya?" tanya Syeina


"Iya sayang." jawab Maria bohong


Syeina dengan antusias mengecek suhu kening Maria dengan membalik telapak tangannya.


"Tidak panas." kata Syeina heran


"Ya, sekarang sudah agak mendingan Syeina. Semalam mommy kebanyakan minum air dingin, jadi kepala mom pusing."


"Owh begitu." Syeina pun percaya dengan polosnya


Haha, hari ini Jo pasti sangat pusing dengan pertanyaan Syeina.


***


Sore hari..


Nampak mobil Ramon tiba memasuki gerbang besar dan perlahan menghentikan lajunya setelah sampai di halaman. Dua anak kembar begitu gembira menyambut kepulangan ayah mereka.


"Selamat sore Daddy.. Selamat sore om Ramon.." seru Rachel dan Syeina bersamaan


"Sore juga nona-nona." sahut Ramon dengan senyum manis hingga memperlihatkan lesung pipinya


"Mana kecupan untuk Daddy?" pinta Jo sambil berjongkok di depan kedua putrinya


"Emuach." Kecupan mendarat di pipinya oleh Rachel yang mengecup pipi kiri Jo dan Syeina mengecup pipi kanan Jo


"Anak-anak Daddy manis sekali sih." Jo tersenyum memeluk mereka "Ayo, sekarang bilang apa ke om Ramon?"


"Da da om Ramon!!" seru Syeina dan Rachel bersamaan


Mereka pun masuk kedalam setelah mobil Ramon melenggang pergi. Selama dua hari berturut-turut, Jo menghabiskan waktu bersama kedua putrinya, bernyanyi bersama Rachel di ruang musik, bermain perang-perangan bersama Syeina, mengajari mereka berdua pelajaran dasar karena besok adalah hari pertama mereka masuk TK.


"Ayo anak-anak, waktunya tidur." Jo mengantar kedua putrinya ke kamar mereka masing-masing.


Letak kamar mereka bersebelahan. Jadi sangat mudah dalam mencari dan mengawasi mereka.


"Dad, aku ingin dibacakan dongeng putri tidur." pinta Rachel yang sudah membaringkan tubuhnya


Jo pun mulai membacakan dongeng hingga putrinya terlelap.


"Good night princess." Jo mencium kening Rachel


Setelah menidurkan putri pertamanya, Jo masuk kedalam kamar putri keduanya.


"Dad, aku ingin cerita superhero lagi." pinta Syeina yang sudah berbaring


"Daddy akan bercerita tentang Batman. Tapi kali ini ceritanya berbeda."

__ADS_1


"Berbeda?"


"Apa Syeina penasaran?"


"Ayo Daddy, ceritakan - ceritakan."


"Pada suatu hari, ada musuh dari luar angkasa yang menyerang bumi. Namanya adalah Gwen Grayson. Dia adalah seorang wanita yang sangat cantik tapi jahat. Dia ingin menguasai bumi tapi usahanya gagal."


"Kenapa bisa gagal?"


"Karena pada saat dia menyerang, tiba-tiba ada batman yang datang membantu umat manusia dan mengalahkan Gwen."


"Lalu, apa yang terjadi dengan Gwen?"


"Sayang sekali Gwen berhasil kabur, dan pada saat Batman mengejarnya, sayap Batman tersangkut di menara Eifel."


"Hahaha." Syeina tertawa keras


Anak ini, bukannya tidur malah tanya terus dari tadi.


Akhirnya Jo bercerita tentang superhero yang lainnya, tak lama kemudian Syeina pun terlelap.


"Good Night strong girl." Jo mengecup kening putrinya lantas keluar dan pergi ke kamarnya.


"Sekarang giliran Mommy nya yang belum tidur."


"Aku juga ingin di bacakan dongeng Daddy."


Jo tertawa lirih lalu mengecup kening Maria.


***


Keesokan Pagi..


"Loh, bukannya Jo baru berangkat? Kenapa dia kembali lagi?" Maria bergumam di ruang tamu lalu melangkah membuka pintu.


Ketika pintu dibuka dia terkejut bukan main. Mendapati seorang wanita cantik yang tersenyum padanya dengan sinis.



"Apa kau istrinya Jo?"


"Iya benar. Kau siapa ya?"


"Perkenalkan, aku Jessica. Mantan tunangan Jonathan."


Deg


"Mau apa kau kemari? Sialan."


Jessica terdiam mengamati Maria dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Aku heran, apa yang di sukai Jo darimu. Dilihat dari segi manapun, aku jauh lebih baik dibandingkan dirimu." Jessica tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya


"Tapi kenyataannya dia memilihku menjadi istrinya. Dan kami di anugerahi dua anak." balas Maria dengan percaya diri


"Jo sudah punya anak?" Jessica terkejut


"Jadi kau belum tahu ya. Karena sekarang kau sudah tahu hidup kami bahagia, lebih baik sekarang kau pergi. Jangan ganggu rumah tangga kami lagi." tegas Maria dengan lantang


"Cih! Sombong sekali. Kau baru menikah dengannya enam tahun ini kan? Setelah dia bosan kau pasti akan dibuang."


Seketika ucapan Jessica membuat Maria tertohok.

__ADS_1


"Aku datang karena aku penasaran, seperti apa wanita yang di jadikannya istri. Sampai-sampai membuatnya tergila-gila dan menolakku. Padahal kemarin tinggal sedikit lagi." Jessica memutar matanya jengah


"Aku yakin dia sudah memberitahumu tentang masa lalu kami. Apa kau tidak penasaran tentang apa yang sudah ku lakukan padanya saat dia tidak sadar?" lanjutnya


"Memangnya apa yang sudah kau lakukan?" Maria mulai sedikit khawatir


Jessica membayangkan ketika dirinya memeluk Jo dan menggerayangi tubuhnya. Perasaan Maria semakin khawatir melihatnya yang tersenyum sendiri.


"Aku jadi merindukan dia." gumam Jessica sambil mengusap lehernya dengan sensual


Melihat tingkah lakunya membuat Maria merasa geram.


"Apapun yang pernah kau lakukan padanya, aku yakin tidak lebih dari sekedar mencicipi seujung kuku. Hanya aku yang mampu menyentuh setiap inchi dalam dirinya." Maria tersenyum angkuh


Jessica mengepalkan tangannya geram. Ingin rasanya menjambak rambut Maria sekarang juga namun keinginannya terurung setelah sesuatu menimpanya.


Ceplok


Suasana hening beberapa saat.


"Hah! Apa ini?" Jessica terlonjak kaget mendapati rambutnya yang kotor akibat dilempar telur oleh Syeina.


Ceplok


Satu kali lagi.


"Aaaaaa!!! Rambutku yang indah!!" teriaknya


"Rasakan itu Gwen!! Kau pantas mendapatkannya! wekk!!" cibir Syeina sambil menjulurkan lidahnya


"Dasar anak nakal! Beraninya kau!" Langkah Jessica terhenti setelah Maria menghadangnya dengan satu tangannya


"Urusanmu denganku. Jangan libatkan anak kecil. Dia adalah putriku." tegas Maria


Jessica pun melotot, kemudian kembali memandang ke arah Syeina.


Anak kecil itu anaknya Jonathan? Anak bar-bar ini.


Tanpa mengucap kata lagi Jessica pergi begitu saja.


"Aneh, kenapa dia pergi?" gumam Maria lalu melangkah mendekati putrinya


"Mom, kenapa tante itu bilang Daddy akan membuang mommy?" tanya Syeina cemas


"Apa Syeina dengar semuanya?" tanya Maria


"Aku dengar kata tante itu, kalau Daddy sudah bosan Daddy akan membuang Mommy. Apa itu benar?"


"Tidak sayang. Jangan dengarkan tante itu, tante itu bohong. Daddy sangat menyayangi kita semua. Selama ini apa Daddy pernah memarahi Mommy?"


Syeina menggelengkan kepalanya.


"Nah iya, Daddy sangat menyayangi Mommy, Syeina dan juga kakak. Buktinya, Daddy selalu ada untuk kita kan?" Maria berusaha meyakinkan


"Iya. Daddy selalu menceritakan superhero kalau Syeina tidak bisa tidur."


"Anak Mommy pintar." Maria tersenyum sambil mencubit gemas ujung hidung putrinya


"Tapi kenapa tadi Syeina memanggil tante itu Gwen?"


"Karena tante itu jahat. Kata Daddy, Gwen berasal dari luar angkasa dan dia menghilang sampai sekarang. Pasti Gwen menyamar jadi tante itu."


__ADS_1


Bersambung


__ADS_2