Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Rahasia


__ADS_3

Setelah Maria merenung sekian lama, akhirnya dia mengingat semuanya. Memori empat tahun yang lalu, yang hanya dirinya dan Tuhan yang tahu. Seketika airmata mengalir deras membasahi pipinya. Maria masih tak menyangka, bahwa lelaki yang selama ini dia kagumi adalah suaminya sendiri.


"Jadi siswa yang sering datang di kelas musik itu, Jo." airmata Maria semakin mengalir deras


"Ya Tuhan.. apa yang sudah ku lakukan. Aku sudah menyakiti perasaannya. Aku sudah.." Maria tak kuasa melanjutkan ucapannya, isakannya semakin pilu. Yang ada dalam diri Maria sekarang hanyalah penyesalan. Maria menangis selama berjam-jam, hingga kedua matanya terasa bengkak dan panas sampai akhirnya dia tertidur.


***


Keesokan harinya...


Jo tampak rapi dengan setelan jasnya, dia menghentikan langkahnya sembari membenarkan jam tangannya.


"Jo."


Maria berjalan mendekati suaminya yang memandangnya dingin tanpa menjawab panggilannya.


"Kamu meninggalkan dasimu di sofa." Maria memakaikan dasi itu di kerah kemeja suaminya. Sedangkan Jo terdiam memandang istrinya bingung. Maria tidak merasa canggung sama sekali, dia terus tersenyum selama memakaikan dasi itu.


"Maaf, aku lancang. Aku hanya menunaikan kewajibanku sebagai istri." kata Maria lagi, ketika dia baru melangkah pergi, Jo mencekal lengannya.


"Apa semalam kamu menangis?" tanya Jo sambil mengangkat wajah Maria.

__ADS_1


Jarak mereka begitu dekat, sampai kedua mata mereka saling bertemu, hanya beberapa centimeter, sukses membuat jantung Maria berdetak cepat.


"Tidak. Kenapa aku menangis. Mataku terasa gatal. Lalu aku kucek semalam jadinya seperti ini." alasan Maria kemudian membuang muka dari suaminya


Jo menarik tangannya dari wajah Maria dan kembali bersikap dingin.


"Aku kira kamu menangis karena aku bentak kemarin. Dan aku ingin tanya, apa semalam kamu mengintipku di ruang musik?" tanya Jo serius


"Ti tidak. Kebetulan semalam aku belum bisa tidur, tiba-tiba aku mendengar alunan musik. Jadi aku mengikuti arah suara itu karena aku penasaran." jawab Maria dengan berusaha setenang mungkin


"Lalu, tentang lagu yang kamu maksud itu?" tanya Jo lagi


"Oh itu, setelah aku ingat-ingat lagi ternyata hanya beberapa nada saja yang hampir mirip. Maaf, aku terburu-buru menuduhmu."


***


Di ruang makan.


"Biar aku ambilkan." Maria mengambilkan sarapan untuk sang suami


Lagi, Jo tercengang dengan sikap istrinya hari ini.

__ADS_1


"Silahkan di makan."


"suamiku.." lanjut Maria dalam hati


Jo tidak menghiraukan Maria yang baru saja mengambilkan sarapan untuknya. Selesai sarapan, Maria mengantar suaminya sampai di depan pintu.


Jo menghentikan langkahnya ketika sampai di depan pintu mobil, kembali memandang istrinya yang masih tersenyum lembut memandangnya. Senyuman yang sulit dia artikan. Jo lantas masuk kedalam mobil tanpa mengucapkan apapun kepada Maria atau membalas senyumannya.


"Kau tidak kasihan pada istrimu? Kelihatannya istrimu sudah berubah." tanya Ramon dalam perjalanan


Jo tidak menjawab pertanyaan sekretarisnya, dia bersandar di kursi belakang sambil memandang keluar kaca mobil.


"Apa kau tidak akan menyesali keputusanmu?" tanya Ramon lagi


"Kenapa aku menyesal? Lagipula memang itu yang dia inginkan." jawab Jo dengan yakin


Sementara di seberang sana, Maria memandang foto suaminya di bingkai besar yang terpampang di dinding ruang tamu.



"Jo, biarlah rahasia tentang kita di masa lalu aku simpan dengan rapi dalam hatiku. Aku akan menghabiskan sisa waktuku dengan sebaik mungkin, menjadi istri yang baik selama aku masih bersamamu."

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan like & komen ya🤗


__ADS_2