
"Ehem."
"Agnez?"
Agnez datang mendekati Jo yang sedang duduk di kursi taman.
"Duduklah." pinta Jo padanya
"Apa kau benar-benar Jonathan? Teman SMP ku dulu?" tanya Agnez memastikan
"Iya, ini aku." jawab Jo meyakinkan
Seketika senyuman tersungging di bibir Agnez, lalu mendudukkan dirinya disamping Jo.
"Ya Tuhan.. sekarang kau jadi semakin dewasa ya. Dulu, kau sangat imut. Tapi sekarang kau jadi semakin tampan." puji Agnez seraya menatap Jo dengan intens
"Kau juga semakin cantik. Rasanya berbeda kalau melihatmu secara langsung. Selama ini aku melihatmu di ig."
"Jadi kau mengikutiku di ig?" tanya Agnez tak menyangka
"Iya. Kau tidak tahu ya?" tanya Jo balik padanya
"Tentu saja aku tidak tahu. Kenapa kau tidak bilang sih, mau jadi pengagum rahasia ya?"
"Hahaha." Jo tertawa, ini pertama kalinya dia tertawa setelah berbagai kesedihan yang dilaluinya. Entah kapan terakhir dia tertawa seperti ini.
"Apa kau masih kuliah?" tanya Jo lagi
"Tidak, aku sudah kerja. Kalau kau?"
"Aku jadi CEO, setelah lulus kuliah ayahku memberikan perusahaannya padaku."
__ADS_1
"Jadi CEO muda dong, pasti sudah punya pacar ya?" goda Agnes yang membuat Jo terkekeh pelan.
"Aku sudah menikah Agnez." Pengakuan Jo sukses membuat mata Agnez melotot tak percaya.
"Kau, serius?"
"Aku di jodohkan setelah lulus kuliah. Tapi istriku pergi meninggalkanku, dan sekarang dia tinggal bersama pacarnya."
Agnez ternganga.
"Awalnya aku tidak suka dengan istriku. Tapi lama kelamaan timbul benih-benih cinta dalam hatiku. Suatu hari aku memergoki dia ciuman dengan pacarnya saat reuni SMA. Setelah itu aku melakukan sesuatu yang membuatnya sangat membenciku. Akhirnya dia pergi meninggalkanku."
"Istrimu punya pacar?"
"Iya. Bahkan setelah kami menikah, mereka masih berhubungan sampai sekarang."
"Jonathan, kenapa penderitaanmu tidak ada habisnya." Agnez menatap Jo sayu
"Bagaimana aku tidak menangis. Dari dulu kau selalu menderita. Malah sekarang lebih parah. Hiks."
"Padahal aku yang curhat, tapi kenapa jadi kamu yang menangis. Sudah, jangan menangis lagi." Jo mengusap airmata yang mengalir di pipi Agnez
"Istrimu itu benar-benar keterlaluan. Dia tidak pantas kau pertahankan."
"Semua orang pasti berpikir aku ini bodoh karena aku terus bersabar dan tetap memperjuangkan dia. Aku hanya ingin mempertahankan pernikahanku. Selama semuanya masih bisa di perbaiki, kenapa kami tidak memulai dari awal lagi. Aku merasa, aku harus tetap mempertahankan dia."
"Itu karena kau merasa bersalah Jo. Kau selalu menyalahkan dirimu sendiri. Sekarang sudah cukup, jangan biarkan hatimu lebih sakit lagi dengan mempertahankan wanita macam dia."
Jo tersenyum.
"Kau benar. Awalnya aku sangat menyesal. Kenapa aku menikah dengannya. Tapi sekarang aku sadar, ada kebahagiaan tersendiri yang ku dapatkan dari semua ini. Aku mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu mertuaku. Kehangatan keluarga yang sudah lama tidak ku rasakan. Mereka sudah menganggapku seperti anak mereka sendiri Agnez. Aku sangat bahagia." Jo tersenyum sendu
"Lalu apa keputusanmu?"
__ADS_1
***
Malam hari
Jo kembali datang ke kafe tempat Maria bekerja. Terlihat, Maria tengah berdiri di atas panggung dengan senyum manisnya kepada semua pengunjung.
Jo tengah berdiri melihat Maria yang akan bernyanyi. Dia mendengarkan baik-baik suara dan setiap lirik lagu yang di nyanyikan oleh istrinya. Karena mungkin hari ini adalah hari terakhir dia melihat istrinya menyanyi.
#sing a song# (Vania Larissa - Rahasia)
🎵Aku mencintaimu walau aku tak beritahumu
🎵Dari semenjak dulu cinta itu telah lama lahir
🎵Sajak dan bait begitu mengalir tuntun penaku menulis
🎵Tentangmu..
🎵Ini rahasia...
🎵Semakin tak kuat aku menyimpannya terlebih ada kamu
🎵Rahasia...
🎵Terdalam di hatiku yang kan aku bilang bila tiba waktunya
"Maria, apa kamu merasa terbebani? Jika kehadiranku adalah sebuah beban dalam hidupmu, maka aku akan membantumu bebas dari beban itu."
Bersambung
__ADS_1