Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Badai


__ADS_3

Sore Hari


Nampak, mobil Ramon tiba memasuki pintu gerbang dan kini sudah sampai di halaman. Jo turun dari mobil di ikuti oleh Ramon di belakangnya. Di depan rumah sudah ada Maria yang berdiri menyambut kepulangannya.


"Selamat sore nona Maria." sapa Ramon dengan menunduk sopan


"Sore juga tuan Ramon." sahut Maria dengan senyum ramah


"Biar aku bawakan tasnya." Maria mengambil tas dari tangan Jo sembari tersenyum hangat, sementara Jo terdiam tanpa ekspresi.


Sejenak setelah Maria masuk kedalam..


"Kau lihat? istrimu sangat perhatian padamu. Apa kau tega mau menceraikan dia?" tutur Ramon


"Akhir-akhir ini kau cerewet sekali. Aku rasa malah kau yang lebih pusing daripada aku." jawab Jo ketus


"Aku hanya takut kau menyesal belakangan." balas Ramon


"Pulanglah."


"Oke." Ramon pun berlalu


***


Malam Hari


"Kandunganmu tidak ada masalah kan?" tanya Jo di meja makan


"Tidak."


"Aku akan mengantarmu check up minggu ini. Aku harus memastikan calon anakku baik-baik saja."


Sejak berbicara tadi, Jo tidak memandang Maria sama sekali. Meskipun Maria tahu suaminya ini hanya perhatian kepada buah hati mereka, namun dia tetap merasa bahagia. Secara tidak langsung suaminya juga memberikan perhatian padanya.


"Terima kasih." ucap Maria


Jo meletakkan sendoknya, beralih memandang Maria yang lagi-lagi tersenyum padanya.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Jo datar


"Karena kamu mau menemaniku ke dokter." jawab Maria dengan tersenyum

__ADS_1


"Bukannya sudah pernah ku katakan, kalau aku melakukan ini semua demi anak kita." tegas Jo


"Iya, aku tahu. Tapi tetap saja aku ingin berterima kasih."


Jo tak membalas ucapan Maria dan kembali bersikap acuh.


***


Diskotik


Dentuman musik remix terdengar hingar bingar memenuhi ruangan. Dan disana terlihat, ada Agnez yang asyik mengobrol bersama temannya.


"Wow, siapa ini? Ganteng banget." tanya teman Agnez


"Temanku waktu SMP." jawab Agnez sambil menatap foto Jo di galery ponselnya


"Siapa namanya? dia sudah punya pacar belum?"


"Bukan lagi pacar. Tapi lebih dari pacar."


"Maksudmu?"


"Istri."


"Kau kaget kan? Aku pun sama."


"Bukannya masih terlalu muda ya untuk menikah?"


"Benar, umurnya masih 22 tahun. Seumuran kita."


"Sayang sekali. Padahal dengan wajahnya itu dia bisa memacari banyak cewek. Aku sih oke -oke saja jadi pacarnya. Tapi sudah punya istri sih."


"Aku ingin bersenang-senang. Sepertinya akan seru."


"Memangnya kau mau apa?"


Agnez hanya menunjukkan smirk di bibirnya.


***


Keesokan Pagi...

__ADS_1


"Jo, nanti malam temani aku keluar ya? Ada yang ingin aku beli."


"Hmm."


Maria tersenyum senang. Sedangkan Jo tetap dengan sikap dinginnya.


***


Sore Hari


Sebuah mobil berwarna merah memasuki gerbang. Seorang wanita turun dari mobil itu dan berjalan kedepan pintu.


Ting Tong


"Eh, siapa itu? Apa itu Jo? Tapi masih jam setengah lima." gumam Maria di dalam rumah.


Dia pun bergegas membuka pintu setelah mendengar bunyi bel berkali-kali. Seketika jantung Maria seperti mau berhenti berdetak. Saat dia melihat siapa yang datang.



"Agnez?"


"Hallo.. Maria."


"Kau ada perlu apa datang kemari?" tanya Maria dengan gugup


Tanpa menjawab pertanyaan Maria, Agnez menyenggol pundak Maria melangkah masuk kedalam rumah begitu saja.


"Ini pertama kalinya aku datang ke rumah Jo." gumam Agnez sembari berjalan dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan


"Agnez! Kenapa kau masuk seenaknya!" bentak Maria


Agnez memutar matanya jengah kemudian memutar langkahnya ke hadapan Maria.


"Memangnya kenapa kalau aku masuk seenaknya? Toh rumah ini akan jadi milikku. Mungkin sekarang kau bebas menikmati hidupmu di rumah mewah ini. Tapi sebentar lagi, akulah yang akan menjadi, Nyonya Nathan."


Bersambung


Hayo tim Agnez mana nih😁


Masih ada yg penasaran nggak sama kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like & komen ya🤗


Terima kasih😘❤


__ADS_2