
"Aku ingin ice cream Jo! Aku ingin ice cream!"
Jo terdiam.
"Padahal semalam aku sudah terlanjur dandan karena aku ingin mengajakmu ke Mall. Tapi kamu malah.. huuuftt!" Maria cemberut
"Ice cream?" tanya Jo kaget
"Iya! Tapi kamu malah menuduhku yang tidak-tidak!"
"Ya, siapa yang mengira kalau kamu akan minta beli ice cream malam-malam."
"Iihhh!! Dasar menyebalkan!" Maria berdecak kesal sampai akhirnya meninggalkan Jo yang masih termenung di teras
"Ice cream ya?"
***
Pagi itu, Jo akhirnya mengantar Maria membeli ice cream sambil berkeliling di dalam Mall. Maria begitu antusias melihat baju-baju bayi, sepatu bayi, yang terlihat sangat imut baginya. Sementara Jo disampingnya berjalan dengan lesu.
"Aku sudah puas sekarang. Ayo kita pulang." pinta Maria setelah cukup lama berkeliling
***
Sore Hari
Sebelum Jo pulang ke rumahnya, terlebih dahulu dia mampir ke kantor Alvin yang kebetulan masih berada di ruang kerjanya. Ramon yang mengerti arah pembicaraan Jo, dia lebih memilih untuk menunggu didalam mobil.
__ADS_1
"Kau tahu? Semalam kau benar-benar membuat aku syok." ucap Alvin kesal
"Maafkan aku kak. Semalam aku panik sekali. Aku pikir istriku akan menghabisiku." Jo kelepasan bicara tanpa sadar
"Sebenarnya, apa yang membuatmu berpikir kalau istrimu kerasukan?" tanya Alvin
"Dia jadi lebih berani sekarang. Dia berbeda dengan Maria yang aku kenal."
"Sekarang aku paham apa yang membuatmu bingung. Jo, istrimu sedang hamil. Mungkin itu karena pengaruh hormon kehamilannya. Apalagi istrimu sedang mengandung anak kembar kan? Bisa saja moodnya berbeda setiap waktu karena bayi kembar kalian."
Jo tercengang mendengar ucapan Alvin.
"Aku tidak kepikiran sama sekali kak soal itu."
"Tentu saja. Selama ini kau hanya sibuk dan fokus dengan urusan pekerjaan. Kau juga masih terlalu dini untuk mengetahui hal ini."
"Aku akui, ini memang terlalu mendadak. Aku tidak menyangka kalau Maria akan sampai hamil."
"Kumohon kak, jangan buat aku semakin frustasi." Jo bangkit dari kursi
"Kau mau kemana?" tanya Alvin
"Aku mau pulang. Nanti istriku berpikir macam-macam kalau aku tidak pulang-pulang." Jo beranjak pergi meninggalkan ruangan Alvin.
"Dasar bucin."
***
__ADS_1
Dalam perjalanan, Jo tampak merenung dan menatap sekeliling.
"Ramon, tolong antar aku ke suatu tempat."
Ramon pun mengikuti permintaan Jo. Sesampai di rumah, tampak Maria sedang duduk di kursi teras sambil sibuk dengan ponselnya. Dia pun menghentikan aktifitasnya setelah mobil Ramon tiba. Jo turun dari mobil di ikuti oleh Ramon di belakangnya.
"Istriku.. lihat, apa yang ku bawa untukmu." Jo menenteng harumanis di tangannya
"Waaahhh." Maria tersenyum riang dengan menyatukan kedua tangannya di dekat wajahnya
"Kamu ingin makan yang manis-manis kan?" tanya Jo sambil menunjukkan harumanis yang ia pegang kepada Maria
"Kamu beli darimana Jo?"
"Tadi aku nemu di jalan."
Maria tak menanggapi jawaban suaminya, dia hanya tergiur melihat harumanis di tangan suaminya.
"Ada merah muda, ada yang kuning." kata Jo sambil menyerahkan harumanis itu ke tangan Maria. "Jangan cari warna hijau, karena yang hijau sudah meletus." ucapnya asal asalan
"Owh... apa? Tadi sepertinya kamu mengatakan sesuatu." tanya Maria
"Tidak, lupakan. Kamu suka kan?"
"Suka sekali. Terima kasih Jo. Kamu memang suami pengertian."
"Iya dong. Apa sih yang tidak untuk istriku."
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan like & komen ya😄