Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Pertanyaan Mengejutkan


__ADS_3

"Nasi gorengnya sudah jadi istriku..." Jo menghidangkan nasi goreng buatannya kepada Maria yang sudah menunggunya di meja makan


"Hmmmm.." Maria tersenyum mencium aroma lezat dari nasi goreng buatan suaminya


"Silahkan dicicipi sayang. Nasi goreng seafood ala Chef Jonathan dibuat dengan penuh cinta." ucap Jo dengan bangga


Maria mulai memakan nasi goreng itu sesuap, dan seketika raut wajahnya mengernyit.


"Bagaimana sayang?" tanya Jo penasaran


"Sayang, nasi gorengnya asin sekali. Kamu ingin menikah lagi ya?"


Jo melotot.


"Kenapa kamu bisa berpikir begitu sayang?"


"Kata orang tua, kalau masak keasinan itu artinya ingin segera menikah. Tapi kalau kamu yang masak keasinan, bearti kamu ingin menikah lagi kan?"


"Tidak dong sayang. Untuk apa aku menikah lagi. Dihatiku hanya ada kamu seorang." Jo menjawab dengan gaya sok keren


"Duduklah." pinta Maria, Jo pun menurut lalu duduk disampingnya.


"Aaaa.." Maria meminta Jo untuk membuka mulutnya sambil membuka mulutnya sendiri


Jo yang merasa ragu akhirnya membuka mulutnya, menerima sesuap nasi goreng dari istrinya. Ekspresinya langsung mengernyit setelah mengunyah nasi goreng buatannya sendiri. "Asin."


Maria tertawa geli.


"Aku minta maaf sayang. Mungkin aku menaburkan cintanya terlalu banyak. Jadi keasinan begini." Jo berceloteh yang kembali membuat Maria tertawa


"Hahaha. Cinta apa garam?"


"Biar aku buatkan lagi ya?" Jo hendak mengambil piring nasi goreng itu namun ditahan oleh Maria

__ADS_1


"Jangan sayang. Aku akan tetap memakan nasi goreng ini, karena kamu sudah membuatnya dengan penuh cinta." ucapan Maria membuat kedua mata Jo berbinar


"Sayang, aku terharu." Jo berkata dengan senyum sok imut


"Sekarang kita makan sama-sama ya."


"Aku juga makan?" Jo terkejut ketika Maria menyodorkan sendok untuknya


"Iya dong sayang. Kita makan sepiring berdua, biar sosweet." bujuk Maria


"Iya, baiklah." Jo pun ikut makan nasi goreng buatannya dengan menahan rasa asin dan sesekali menyuapi Maria begitupun sebaliknya.


***


Malam ini Jo mengajak istri dan kedua putrinya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya. Maria sangat tercengang dengan sikap suaminya hari ini. Jo sebelumnya tidak pernah mengajak mereka pergi kesana, yang ada si kembar yang selalu mengajak ibu mereka untuk datang berkunjung.


"Kamu tumben mengajak kami main kesana?" tanya Maria dalam perjalanan


"Tidak apa-apa kan sekali-kali. Selama ini kamu selalu bersama anak-anak." Jo membalas sambil menyetir


"Selama ini aku selalu fokus dengan pekerjaan. Sampai-sampai aku jarang pergi bersama kalian." Jo menyahut dengan sesekali menatap Maria yang duduk disampingnya


Setelah cukup lama dalam perjalanan, mobil mereka sampai di depan gerbang dan memasuki halaman. Dev bersama istrinya yang menyadari kehadiran mereka, mereka pun segera keluar menyambut kedatangan mereka. Jo turun dari mobil di ikuti oleh Maria bersama si kembar.


"Bro, kau juga ikut." Dev menyambut dengan senyum cerah


"Sudah lama sekali aku tidak kesini." Jo membalas sambutan Dev dengan saling berjabat tangan ala pria


"Ayo, silahkan masuk." Dev kemudian mempersilahkan mereka masuk kedalam.


"Hallo Mike." Jo tersenyum meminta putra kecil sahabatnya dari gendongan Sarah


"Usianya sudah 1 tahun." kata Sarah

__ADS_1


"Jagoan kecil sudah besar rupanya." Jo menempelkan kening dan hidungnya pada Mike dengan gemas, lalu menyerahkannya kembali pada Sarah.


"Dev, aku ingin mengobrol denganmu."


"Baiklah. Ayo kita kesana." Dev mengajak Jo masuk ke ruang tengah untuk berbicara antar pria, ditemani dengan dua cangkir kopi dan camilan.


"Bagaimana bisnismu?" tanya Dev memulai percakapan


"Lancar dan semakin maju. Emm, ada yang ingin kutanyakan." Jo mulai serius. "Apa istrimu pernah ngidam?"


"Tidak. Selama dia hamil, dia belum pernah meminta sesuatu." jawaban Dev sontak membuat Jo terkejut


"Masa sih, Sarah tidak pernah ngidam?"


"Iya, memang kenapa?"


"Maria baru saja ngidam. Tadi pagi dia ingin aku buatkan nasi goreng dan aku harus pakai baju chef."


"Lalu?"


"Nasi gorengnya keasinan."


Dev tertawa keras. "Memangnya tidak kau cicipi, kenapa bisa keasinan?"


"Ya, salahku juga sih. Harusnya aku cicipi saat memasak, tapi aku terlalu yakin kalau rasanya sudah pas."


Dev kembali tertawa, sedangkan Jo hanya terdiam, hingga sebuah pertanyaan mengalihkan atensi mereka pada seorang anak kecil yang kini berdiri di hadapan mereka.


"Syeina?" seru Jo dan Dev bersamaan


"Ada yang ingin ku katakan."


Mereka berdua hanya bergeming menantikan ucapan Syeina selanjutnya.

__ADS_1


"Om Dev, maukah om jadi pacarku?"


Bersambung


__ADS_2