
Percakapan Telefon : Jo dan Alvin
"Jo. Besok datanglah ke acara pesta perusahaanku. Tapi apa tidak usah saja ya, kan istrimu.."
"Aku akan datang. Ada Agnez di sisiku."
"Agnez?"
"Dia teman dekatku. Tapi aku tidak akan datang kalau kakak mengundang Dev."
"Ya, aku tahu. Jangan khawatir."
Bip
***
Pesta perayaan ulang tahun perusahaan pun tiba, banyak karyawan SJ Company yang datang dengan penampilan semaksimal mungkin. Tak terkecuali Alvin sebagai pemimpin dari perusahaan itu. Alvin berbincang-bincang dengan beberapa rekan kerjanya yang juga datang sebagai undangan, dengan Luna sebagai pendampingnya.
Ketika semua asyik dengan kelompok-kelompok mereka, tiba-tiba terjadi kehebohan disekitar pintu masuk. Semua mata yang ada disana menjadikan pasangan yang berjalan dengan santai namun tetap elegan, menjadi pusat perhatian mereka. Agnez berjalan bergelayut di lengan Jo, berjalan dengan anggun dengan sedikit senyuman tipis.
Sesuai dengan janjinya, Jo datang bersama Agnez ke acara pesta perayaan ulang tahun SJ Company. Dimata semua orang yang ada disana, Jo dan Agnez adalah pasangan yang sangat serasi. Jarak 10 menit setelah mereka datang, Dev dan Maria juga hadir di acara tersebut .
Mendadak suasana jadi canggung. Keempat pasang mata mereka saling memandang. Jo terkejut mendapati istrinya yang juga hadir bersama sahabatnya. Begitu juga sebaliknya, entah mengapa timbul dalam diri Maria perasaan tidak suka melihat Agnez disamping suaminya.
"Aku senang sekali kalian semua datang." ucap Alvin mencairkan suasana
Kenapa kau mengundang dia. Begitulah isi sorat mata Jo dan Dev bersamaan ke arah Alvin.
__ADS_1
"Perkenalkan, dia Luna. Kekasihku." kata Alvin memperkenalkan wanita disampingnya kepada mereka berempat
"Hai semuanya, salam kenal." ujar Luna
"Kalau begitu silahkan mengobrol." ucap Alvin sebelum berlalu meninggalkan mereka
"Cih! Apa-apaan ini. Dia bilang dia tidak akan mengundang Dev kan." batin Jo kesal dalam hati
"Bro, ternyata kau sudah punya pacar ya? Selamat ya." ujar Dev pada Jo dengan senyum sinis
Sementara Jo dengan Agnez, hanya terdiam memandang Dev dan Maria.
"Kamu lihat sayang, suamimu ternyata sudah melupakanmu. Aku pikir dia akan memperjuangkanmu, tapi ternyata aku salah besar." tegas Dev dengan tatapan tajam
Jo yang sedari tadi diam, akhirnya membalas dengan senyum penuh percaya diri.
"Iya, benar sekali. Aku pikir wanita itu pasti sangat bodoh karena menolak pria sesempurna dirimu Jo." balas Agnez sambil menatap Maria sinis
Perasaan dalam diri Maria bergejolak. Tenggorokannya tercekat, sebisa mungkin dia menahan airmata agar tidak jatuh. Pasti sangat memalukan jika dia menangis di depan mereka semua.
"Baguslah. Kalau kau sudah sadar. Dari dulu Maria hanya milikku. Dan kau juga tahu itu. Tapi kau yang menusuk dari belakang."
Ucapan Dev benar-benar membuat Jo kembali terbakar amarah.
"Dev, aku haus. Ayo kita kesana." Maria mengajak Dev ke tempat lain dengan memandang ke arah meja yang berjejer minuman
"Oke. Lagipula aku sangat kesal disini."
__ADS_1
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Jo dan Agnez.
"Jadi itu istrimu? Apa kau masih cemburu melihat mereka?"
"Suami mana yang tidak cemburu melihat istrinya bersama laki-laki lain. Dan kenapa kak Alvin berbohong? Dia bilang Dev tidak akan datang. Haish." gumam Jo kesal
***
Rumah Dev
Sepulang dari pesta, Dev mengantar Maria ke dalam kamar.
"Apa kamu lelah?" tanya Dev sambil memegang pundak Maria
"Iya." jawab Maria lesu
"Kalau begitu istirahatlah. Selamat malam Maria."
"Selamat malam juga Dev."
Dev mengecup puncak kepala Maria sebelum keluar dan menutup pintu.
-
-
"Ugh, perutku."
__ADS_1
Bersambung