Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Ngidam


__ADS_3

Jo dan Maria bersama dua putri kecil mereka sedang sarapan di meja makan. Syeina dan Rachel bercerita tentang apa yang mereka lakukan disekolah pada ayahnya. Mereka terlihat riang dan sangat bahagia karena dapat bercerita dengan ayah mereka. Maria sesekali menanggapi ucapan putri kembarnya sambil menyuapi mereka dan dirinya sendiri. Usai sarapan mereka mulai sibuk lagi karena Maria mengantar si kembar berangkat sekolah, sedangkan Jo berangkat ke kantor dan sebelumnya Maria bersama putri kembarnya mengantarnya hingga halaman depan. Sungguh keluarga yang begitu hangat.


"Mom, aku lihat mom jadi gendut." Syeina menyeletuk yang membuat Jo menghentikan langkahnya


"Memang kelihatannya mom jadi gendut ya?" tanya Maria


"Iya. Perut mom jadi buncit."


Mendengar jawaban Syeina, membuat Jo tertawa kecil begitu juga Maria. Mereka memang belum memberitahu kabar baik itu kepada kedua putrinya lantaran menunggu waktu yang tepat sampai perut Maria membesar.


"Syeina.." Jo memanggil seraya mengusap lembut kepala putrinya. "Mom bukannya gendut sayang. Tapi mom sedang hamil."


"Hamil itu apa Dad?"


"Sebentar lagi Syeina dan kakak akan punya adik." Jo menjawab kemudian disusul oleh senyum gembira dari kedua putrinya


"Kami akan punya adik?" sahut Rachel dan Syeina serempak, sedangkan Jo dan Maria hanya tersenyum.


"Yeeeeyyy!!!" Syeina dan Rachel pun menyentuh perut buncit Maria


"Baik-baik ya diperut Mommy." kata Rachel


"Jangan nakal ya." kata Syeina


"Kalau begitu aku berangkat ya sayang." Jo berpamitan


"Dad?" Lagi, panggilan Syeina kembali menghentikan langkah Jo.


"Kapan adik bayi keluar?"


Jo terdiam memandang Maria.


"Mungkin tiga bulan lagi sayang." jawab Maria


"Tiga bulan itu berapa hari mom?" tanya Syeina


"Tiga bulan itu 90 hari Syeina." sahut Rachel sambil berkacak pinggang, dia memang cukup kesal dengan adiknya yang tidak terlalu pandai dalam soal berhitung.


"Ya sudah, Daddy berangkat ya." Jo mengecup kening putrinya terakhir mengecup kening Maria. Meskipun mereka melakukannya setiap hari, namun mereka selalu meresapi kecupan singkat itu.

__ADS_1


"Da da Daddy!!!" seru Syeina dan Rachel dengan melambaikan tangan


***


Keesokan hari


"Sayang, kenapa makanannya tidak dimakan?"Jo bertanya pada Maria yang sedang mengaduk-aduk sarapannya


"Aku tidak nafsu makan." jawab Maria dengan lesu


"Apa makanannya tidak enak?" tanya Jo


"Hmm.. aku sedang tidak selera makan. Aku ingin makan buatanmu sayang." jawab Maria yang spontan membuat Jo melotot


"Ta tapi, aku kan tidak bisa masak sayang." ujar Jo gugup


"Pokoknya aku ingin makan masakan buatanmu. Titik." Maria meletakkan sendoknya ke piring lalu bersedekap dengan bibir cemberut


Jo menghela nafas panjang. "Ya sudah, kamu ingin aku masakkan apa?" tanyanya lembut


"Nasi goreng seafood." jawab Maria


"Tunggu." Maria menghentikan Jo yang hendak berdiri


"Acarnya yang banyak ya. Selama memasak, kamu harus pakai seragam koki. Aku ingin lihat kamu jadi chef sayang." pinta Maria


"Oke. Siap sayang." balas Jo dengan senyum paksa


***


"Ramon, tolong carikan aku baju koki. Istriku ngidam." Jo menelfon Ramon yang sedang dalam perjalanan ke rumahnya


"Baju koki. Apa kau mau masak?"


"Iya. Aku sangat pusing sekarang. Cepat belikan aku baju itu."


"Oke."


Ramon membanting setir menuju ke Mall untuk membeli baju koki sebelum datang ke rumah bosnya.

__ADS_1


"Terima kasih Ramon. Sepertinya aku tidak ke kantor dulu hari ini. Oh iya, tolong antar anak-anak ke sekolah ya." pinta Jo


"Baiklah, semoga sukses."


Ramon pun berlalu bersama si kembar dan mengantar mereka ke sekolah.


***


Di Dapur


Jo menatap bahan-bahan masakan yang ada dihadapannya dengan miris.


"Apa kita tidak perlu memanggil pemadam kebakaran?" bisik salah satu pelayan


"Untuk apa?" bisik pelayan satunya


"Hanya untuk berjaga-jaga jika tuan berhasil membakar rumah ini." bisik pelayan yang tadi


"Lalu, aku harus mulai darimana?" Jo bertanya-tanya sambil melihat video tutorial memasak di yutub


"Tidak begitu sulit." Jo mulai menyalakan kompor dan memasak


***


"Nasi gorengnya sudah jadi istriku..." Jo menghidangkan nasi goreng buatannya kepada Maria yang sudah menunggunya di meja makan


"Hmmmm.." Maria tersenyum mencium aroma lezat dari nasi goreng buatan suaminya


"Silahkan dicicipi sayang. Nasi goreng seafood ala Chef Jonathan dibuat dengan penuh cinta." ucap Jo dengan bangga


Maria mulai memakan nasi goreng itu sesuap, dan seketika raut wajahnya mengernyit.


"Bagaimana sayang?" tanya Jo penasaran


"Sayang, nasi gorengnya asin sekali. Kamu ingin menikah lagi ya?"



Bersambung

__ADS_1


__ADS_2