Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Perkenalan


__ADS_3

Agnez mulai mendekati si kembar yang terlihat asyik dengan permainan mereka.


"Hai anak-anak.." sapa Agnez kepada mereka, sontak membuat si kembar takjub memandangnya.


"Waahhh... ada Rapunzel." ujar Rachel


"Siapa itu Rapunzel?" tanya Syeina antusias


Marco yang saat ini duduk di sebelah si kembar, dia pun tertawa cekikikan.


"Rapunzel adalah seorang putri berambut emas yang tinggal didalam menara." sahut Marco


"Dan rambutnya bisa jadi panjaaaaang sekali." Rachel menimpali sambil melebarkan tangannya, yang membuat Syeina terkagum pada Agnez.


"Benarkah itu tante?" tanya Syeina pada Agnez yang kini merasa bingung menghadapinya


"Aduh, aku harus jawab apa. Selama ini aku tidak pernah dekat dengan anak kecil." batin Agnez


"Benar sekali Syeina." jawab Marco dengan tersenyum ke arah Agnez


"Wow. Kalau begitu, coba tante panjangkan rambutnya. Aku ingin lihat." lagi-lagi Syeina memikirkan hal yang tidak masuk akal


"Hah.. ba bagaimana aku.." ucap Agnez tergagap


"Tidak boleh Syeina. Kalau ketahuan tante bisa memanjangkan rambutnya, tante bisa diculik orang jahat." Marco menyahut berniat membantu Agnez yang tampak kebingungan


"Itu benar Syeina. Selama ini Rapunzel tinggal didalam menara, dan dia tidak diijinkan keluar dan melihat dunia." timpal Rachel yang membuat Syeina semakin penasaran


"Terus, kenapa tante bisa keluar dan main kesini?"


Lagi, Agnez merasa pusing menghadapi pertanyaan si kecil yang satu ini.


"Itu karena om yang jemput." jawab Marco asal bicara


Jawaban Marco membuat Agnez terkejut dan memandangnya.


"Bagaimana caranya om?" tanya Syeina lagi


"Yaaa, om panjat menara itu dengan berpegangan pada rambut Rapunzel." jawab Marco tersenyum pada Agnez


"Waaahhh, om hebat." puji Syeina, sedangkan Rachel tertawa geli.


"Btw, kita belum berkenalan kan. Perkenalkan, aku Marco." Marco mengulurkan tangannya

__ADS_1


"Agnez." Agnez pun menjabat tangannya


"Wahhh, cewek ini cantik sekali. Kira-kira dia sudah punya pacar belum ya. Arghh, masa bodoh lah." gumam Marco dalam hati


Dahi Agnez mengernyit, karena Marco tak kunjung melepas jabat tangan mereka. Marco pun tersadar dari lamunannya, setelah Agnez berusaha menarik tangannya.


"Owh, maafkan aku. Habis aku terpana dengan pesonamu." puji Marco


"Apa-apaan dia? Baru kenalan sudah merayu." batin Agnez


"Oh iya, tante belum tahu nama kalian. Nama kalian siapa?" Agnez beralih pada si kembar


"Aku Rachel."


"Aku Syeina."


"Nama kalian cantik sekali."


"Terima kasih tante Rapunzel." seru si kembar


Agnez terdiam karena panggilan si kembar untuknya, sementara Marco tertawa yang membuat Agnez kembali memandangnya.


"Kenapa kau tertawa?"


"Apa kau saudaranya Jo? Kelihatannya kau sangat akrab dengan anak-anak." tanya Agnez


"Bukan sih, tapi aku sudah menganggap dia seperti keluargaku. Karena aku adalah teman kecil Maria, dan kami sudah seperti saudara." jawab Marco


"Owh.."


"Lalu, kau siapanya Jo? Apa kau saudaranya?" tanya Marco balik


"Jo adalah sahabatku waktu SMP. Dan aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya karena aku tinggal di Jerman."


Marco melotot.


"Apa! Kau tinggal di Jerman?"


Agnez tersentak kaget.


"Iya. Sudah sekitar enam tahun, karena aku rindu sahabatku, jadi aku berkunjung kesini. Tapi kenapa kau harus berteriak?"


"Jerman ya?" Marco mendesah frustasi

__ADS_1


"Memang kenapa kalau aku tinggal di Jerman?" tanya Agnez bingung


"Tidak apa-apa. Apa kau akan segera kembali?" tanya Marco dengan raut kecewa


"Belum. Aku masih ingin berlama-lama disini. Di Jerman, rasanya aku tidak bebas." jawab Agnez menerawang kehidupannya yang terasa membosankan


Melihat raut muka Agnez yang menunduk sedih mengurungkan niat Marco untuk bertanya walaupun dia sangat penasaran.


"Anak-anak... waktunya makan siang..." panggilan Jo dari ambang pintu mengalihkan atensi mereka.


"Agnez, Marco. Ayo kita makan siang sama-sama." ajaknya pada mereka


Agnez dan Marco saling berpandangan, kemudian mereka turun kebawah mengikuti langkah Jo ke meja makan.


"Senang rasanya bisa berkumpul seperti ini. Rumah kita jadi ramai, iya kan sayang?" ucap Maria


"Iya sayang. Kalian berdua sering-seringlah main kesini. Aku senang kalian menghabiskan waktu bersama anak-anak." Jo menatap Marco dan Agnez bergantian yang duduk berdampingan


Sementara Agnez dan Marco hanya membalas dengan senyum canggung.


"Kenapa aku duduk disamping dia?" batin Agnez


"Apa yang terjadi. Kenapa aku duduk disampingnya?" batin Marco


Setelah mereka selesai menikmati makan siang, Agnez berpamitan untuk pulang.


"Kalau ada apa-apa, jangan sungkan hubungi aku." pinta Jo pada Agnez


"Terima kasih Jo." balas Agnez


"Agnez, jangan sungkan ya untuk datang kesini lagi." pinta Maria sambil menggenggam kedua tangan Agnez


"Pasti Maria. Aku sangat senang berkumpul bersama kalian."


"Tapi ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." Maria menatap Jo yang berdiri disampingnya, memberi isyarat untuk meninggalkan mereka berdua. "Oke." dia pun berlalu karena mengerti pembicaraan mereka ke arah pribadi


"Sebaiknya kau berhati-hati dengan Marco."


"Memang kenapa Maria?"


"Karena Marco itu playboy."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2