Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Lamaran


__ADS_3

Sarah



Di tengah asyiknya Jo bersama teman-temannya. Di sisi lain, Dev sedang menghabiskan waktu bersama sekretarisnya, Sarah. Menikmati suasana malam hari di restoran tepi pantai dengan nuansa temaram.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Dev pada Sarah yang duduk di hadapannya


"Saya suka sekali. Saya sudah lama tidak pergi seperti ini." jawab Sarah sambil memandang sekeliling


"Aku juga. Entah kapan terakhir aku jalan-jalan." Dev perlahan meraih tangan Sarah dan menggenggamnya dengan lembut


"Sarah, aku ingin berterus terang padamu."


Sarah membelalak kaget dengan perlakuan Dev yang tiba-tiba.


"Sarah, aku sangat menyukaimu."


Deg


"Sikapmu yang perhatian padaku selama ini, membuat aku merasa nyaman saat berada di dekatmu. Kamu selalu setia mendengarkan keluh kesahku. Dan selalu ada di saat aku membutuhkan teman berbagi. Sarah, apa kamu mau jadi kekasihku?"


Refleks airmata Sarah turun dengan sendirinya.


"Aku sebenarnya, sangat menyukaimu Dev. Sudah sejak lama. Tapi kamu tidak pernah menyadarinya."


"Aku minta maaf. Dulu, aku masih terikat dengan mantan kekasihku. Jadi aku tidak bisa menyadari perasaanmu. Tapi sekarang, kita bisa memulainya." ujar Dev tanpa keraguan

__ADS_1


"Apa kamu yakin? Di hatimu sudah tidak ada mantan kekasihmu?"


Dev terdiam sejenak.


"Aku akui, aku masih menyayanginya. Tapi aku sudah tidak punya keinginan untuk memilikinya. Dia adalah cinta pertamaku, dan kami sudah melewati hari-hari bersama sangat lama, jadi aku masih butuh waktu untuk benar-benar bisa melupakannya. Jadi ayo, kita buka lembaran baru. Lalu kita isi dengan cerita indah kita yang tidak akan terlupakan."


Sarah terharu akan ucapan Dev yang terkesan tulus.


"Iya. Mari kita buka lembaran baru. Aku akan selalu ada untukmu dan berusaha membuatmu bahagia di sisiku, Dev."


Dev terkejut sekaligus tersenyum bahagia akan jawaban Sarah padanya.


"Jadi, kamu bersedia?"


Sarah mengangguk beberapa kali dengan senyum yang tetap lekat di wajahnya.


"Terima kasih Sarah. Aku berjanji, aku akan membuatmu bahagia di sisiku." Dev mencium kedua tangan Sarah sebelum kembali memandangnya dengan penuh cinta.


Keesokan Pagi


"Bro, kita pulang ya. Terima kasih sudah mengijinkan kami menginap."


Jo mengantar teman-temannya sampai di luar pintu.


"Oh iya, kalau kau ingin kami datang lagi bilang saja." celoteh Ben, membuat Jo semakin jengkel.


"Siapa juga yang mau minta kalian datang lagi, dasar." gumamnya lirih

__ADS_1


Setelah mereka semua pergi, Jo kembali masuk kedalam mencari istrinya yang sudah ada di lantai dua. Jo masuk ke kamar dengan menggerutu dan mendudukkan dirinya dengan kasar di tepi ranjang.


"Kamu kenapa?" tanya Maria yang masih terbalut jubah handuk


"Aku kesal sekali. Harusnya semalam kita menghabiskan waktu bersama. Tapi karena ada mereka.." Jo mendengus kesal


"Ya, mau bagaimana lagi. Aku justru merasa bersalah." Maria menunduk lesu di samping suaminya


"Merasa bersalah? bersalah kenapa Maria?" tanya Jo bingung


"Sebenarnya kita menikah, adalah keputusan yang benar tidak sih? usia kita masih terlalu muda. Apalagi kamu masih 22 tahun. Harusnya kamu masih bisa bersenang-senang. Tapi kamu sudah menyangga beban yang berat." ucap Maria dengan rasa bersalah


"Hei, kamu kenapa tiba-tiba bicara begitu Maria? Apa yang sudah terjadi sudah di gariskan oleh Tuhan. Dan aku tidak menyesal memilikimu sebagai istriku. Apa kamu tidak ingat? Bagaimana perjuanganku untuk mendapatkanmu dulu. Jadi aku mohon, jangan bicara seperti itu lagi."


Maria tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan aku. Aku takut kalau aku membebanimu." Maria mulai terisak


"Kamu bukan beban untukku Maria. Kamu adalah anugerah untukku." Jo yang semula duduk disamping Maria, kini berlutut di hadapannya.


"Maria, kamu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Cinta pertamaku, ibu dari anak-anakku. Maukah kamu menikah denganku, untuk yang kedua?"


Maria menampakkan senyumnya dengan berlinangan airmata.


"Iya, aku bersedia."


Jo tersenyum sayu hingga kemudian mencium kedua tangan Maria.

__ADS_1


"I Love You.. My Wife."


Bersambung


__ADS_2