Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Lembaran Baru


__ADS_3

Siang berganti sore. Maria akhirnya di izinkan untuk pulang.


"Aku bisa ganti baju sendiri, kamu tidak perlu membantuku." tolak Maria secara halus di kamar mandi


"Infusnya belum dilepas. Apa kamu yakin bisa ganti baju sendiri? Apa kamu merasa malu? Lagipula aku sudah pernah melihat.. tubuhmu kan?"


Ucapan Jo spontan membuat wajah Maria memerah.


"Ya sudah, bantu aku. Tapi melepasnya dari belakang."


Maria memutar badannya memunggungi suaminya. Samar-samar Jo tersenyum geli, melihat tingkah laku istrinya.


"Sudah selesai."


Sejak tadi jantung Maria berdetak cepat, tubuh Maria masih lemas, karena sehari kemarin dia tidak makan sama sekali ditambah dengan tubuhnya yang demam karena kehujanan.


Setelah infus dilepas, Maria pun di ijinkan pulang. Jo tak mempedulikan pandangan orang-orang disana yang melihat dirinya menggendong istrinya ala bridal style sampai keluar dari rumah sakit.


"Jo, turunkan aku. Biar aku jalan sendiri. Semua orang melihat kita."


"Kenapa kamu mempedulikan orang-orang? Kondisimu masih lemah Maria. Aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-napa."


Sesampai dirumah pun, Jo kembali menggendong Maria sampai di dalam kamarnya.


"Jo, kenapa kamu membawaku ke kamarmu?"

__ADS_1


Jo membaringkan tubuh Maria di atas ranjang.


"Mulai sekarang kamu tidur disini. Kamu tidak boleh membantah."


"Tapi kenapa?"


"Biar aku bisa menjagamu. Aku sudah menyuruh pelayan memindahkan semua bajumu di kamar ini. Kamu jangan khawatir, aku akan tidur di sofa." Jo tersenyum


"Sekarang istirahatlah"


Jo keluar dan menutup pintu.


***


"Tuan, biar saya saja yang memasak." ucap pelayan yang bertugas memasak di dapur


"Tidak apa. Aku ingin membuat yang spesial untuk istriku."


Setelah selesai berkutat di dapur, Jo kembali ke kamarnya.


"Maria, makan dulu ya." Jo membawa semangkuk bubur ayam dan segelas susu di atas nampan


Maria pun mendudukkan badannya.


"Aku bisa makan sendiri."

__ADS_1


"Tidak boleh. Aku akan menyuapimu." Jo meniup terlebih dahulu sebelum di suapkan kepada Maria


"Bagaimana rasanya?" tanya Jo antusias


"Rasanya, seperti bubur buatan ibu."


Jo tersenyum. "Jadi apa rasanya enak?"


"Iya, enak sekali. Aku baru tahu kamu bisa memasak."


Jo terkekeh pelan. "Ibu yang mengajariku. Saat kamu pergi dari rumah, aku sempat menginap disana selama tiga hari. Waktu itu aku tidak enak badan, lalu ibu membuatkan aku bubur. Karena aku tidak enak cuma rebahan di kamar, jadi aku membantu ibu sambil mengamati cara memasak bubur ini. Dan aku tidak menyangka akan membuat bubur ini untukmu." Jo berujar sembari menyuapi Maria


"Kamu tahu, ibu sangat perhatian padaku seperti anaknya sendiri. Waktu itu ibu juga menyuapiku. Rasanya sangat menyenangkan. Aku seperti mendapatkan masa kecilku kembali yang sudah lama tidak ku rasakan." Jo kembali menyuapi Maria


"Saat kamu pergi, perasaanku sangat hancur. Apalagi saat aku tahu kamu tinggal bersama Dev. Rasa sakit hatiku tidak bisa di jelaskan. Hatiku sakit sekali. Sebenarnya apa sih yang membuatmu sangat menyukainya? Apa yang tidak kumiliki dari dalam diri Dev?" Jo bertanya dengan menatap kedua mata Maria bergantian dengan jarak begitu dekat


"Aku, aku juga tidak tahu." Maria mengalihkan wajahnya dari Jo


"Lalu kamu sendiri, apa yang membuatmu jatuh cinta padaku? Bukannya dulu kamu sangat jengkel denganku. Di sekolah, kamu selalu menghindar saat aku mencari Dev." tanya Maria tanpa memandang suaminya


"Iya, dulu aku memang tidak suka padamu. Tapi setelah kita menikah, perlahan-lahan aku mulai menyukaimu. Maria, apa kita tidak bisa memulai dari awal lagi?"


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan like & komen ya😄

__ADS_1


__ADS_2