
Dijalan tengah hutan terlihat Pasukan Awan Putih berjalan meninggalkan hutan garenggong Senopati Lingga berada dibarisan paling depan bersama Sudawira dan sedangkan Maheswara dan Yudana dan Karsa berada dibelakang.
Perjalanan akan ditempuh lewat hutan untuk mencegah kecurigaan dan menghindari adanya pertempuran dengan pasukan kerajaan.
*****
Senopati Abiyasa berlutut dihadapan pangeran Danurweda.
"Ada hal penting apa pangeran memanggil hamba?" tanya Senopati Abiyasa
"Apa ada laporan mengenai paman senopati Lingga?"tanyanya.
"menurut informasi dari para tliksandi belum ada titik terang pangeran"jawab senopati Abiyasa.
"Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi kepada paman senopati Lingga?"
"Paman mengerti ke khawatiran pangeran tapi kita jangan berprasangka dulu sebelum ada kabar"jawabnya.
"Terimakasih paman" katanya.
"sebaiknya pangeran beristirahat jangan terlalu dipikirkan, Hamba mohon pamit?"
"sama-sama paman, silahkan"
__ADS_1
Senopati Abiyasa meninggalkan pangeran Danurweda.
*****
Setelah tiga hari melakukan perjalanan
akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
Di hutan Gunung Halimun atau hutan Panglimunan.
Dua orang menghampiri Pasukan yang datang berlutut ketika melihat siapa yang datang "Hormat kami Senopati"
Senopati Lingga mengangkat tangannya keduanya bangkit.
Pangeran Danurweda menyambut Kedatangan mereka terdengar berkata "Paman terlalu lama meninggalkan kami, sehingga kami terasa cemas"katanya sambil memeluk Senopati Lingga.
Senopati Lingga memahami kecemasan pangeran Danurweda karena selama ini dirinya lah yang ada disampingnya"Maapkan keterlambatan paman pangeran" katanya.
"Ahhh, Paman Maheswara juga ada" gumamnya.
"Iya Pangeran" jawab Maheswara.
Mereka pun pergi ke gubuknya Senopati Lingga untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh.
__ADS_1
Setelah beberapa hari tidak ada pertemuan-pertemuan dan tidak ada arahan dari pemimpin mereka.
Sedangkan bagi Sudawira beberapa hari terakhir dimanfaatkan untuk berlatih untuk menyempurnakan Ilmu pedangnya Dari Kitab Rajawali milik ayahnya.
Hingga suatu malam Senopati Lingga meminta para petinggi untuk mengadakan pertemuan.
Terlihat para senopati telah melingkar menghadap Senopati Lingga dan Pangeran Danurweda berada disampingnya. Mereka sedang melakukan pertemuan yang dipimpin Senopati Lingga untuk membahas rencana yang akan dilakukan.
Senopati Gumira membuka suara, terdengar berkata "Jadi apa rencana tuan senopati sekarang?"tanya senopati Gumira.
Senopati Lingga menarik nafas dalam-dalam, terdengar berkata "Rencana pertama kita harus segera menjemput Gusti Prabu Surasesa" Katanya.
"Aku setuju rencana kakang senopati?" Tanya Senopati Abiyasa.
Semua orang menganggukan kepalanya setuju karena sebagaimana kapal laut harus ada kaptennya supaya terkendali.
Mereka terus bertukar pikiran dan saling memberi pendapat. Sampai akhirnya mereka mendapatkan keputusan akhir.
Ada beberapa rencana terdekat yang harus dikerjakan diantaranya adalah rencana penjemputan Prabu Surasesa yang akan dilaksanakan Maheswara dan Sudawira. Mereka setuju atas usulan itu, karena Maheswara adalah berasal dari perguruan Rajawali Putih. Sedangkan alasan senopati Lingga meminta Sudawira karena ia ada kepentingan pribadi dengan perguruan itu.
Dan selanjutnya, Yudana akan kembali Ke kota untuk mencari informasi.
Sudawira duduk dibawah pohon.Ketika ia menengadahkan wajahnya, di langit dilihatnya bulan yang terbelah. Sehelai-sehelai awan yang putih hanyut dibawa arus angin yang lembut. Angin yang lembut dan daun-daun yang bergerak-gerak dibelai oleh angin yang lembut itu.
__ADS_1
Sudawira menarik nafas dalam-dalam terdengar ia, "mudah-mudahan aku menemukan jawaban dari mimpi-mimpi ku selama ini" gumamnya.