
Ki Sadewa menggeram marah hampir seluruh penjuru Perguruan Rajawali Putih telah menjadi tempat pertempuran.
Terlihat seluruh tetua perguruan sudah terlibat pertempuran bahkan beberapa muridnya sudah berjatuhan.
"Apa ketua mengenal mereka?" tanya Ki Brajadewa yang berada disamping Ki Sadewa.
"Pakaian serta topeng yang mereka gunakan aku belum pernah melihat nya," ujar Ki Sadewa.
"Kalau begitu mereka orang baru didunia persilatan," ujar Batara.
Ki Sadewa yang tidak tertahan lagi.
Terdengar suara mengandung tenaga dalam menggema keseluruh penjuru.
"Siapa kalian berani datang untuk menyerahkan nyawa!" teriak Ki Sadewa.
Semua orang yang bertempur berhenti dan melirik arah suara.
"Hahahha ... "
Terdengar seseorang tertawa yang disertai tenaga dalam.
Semua orang melirik ke satu arah. Seorang bertopeng emas berdiri di salah satu atap bangunan.
"Siapa kamu? Apa kita mempunyai masalah!" teriak Ki Sadewa.
__ADS_1
"Aku tidak memiliki masalah dengan ketua!" Orang bertopeng itu tertawa.
"Terus kenapa kau menyerang kami, kalau kita tidak memiliki permasalahan!" bentak Ki Sadewa yang mulai terpancing emosinya.
"Hemmm, aku sengaja supaya kita punya masalah," katanya datar.
Ki Sadewa semakin marah terlihat wajahnya semakin merah karena luapan emosi yang tak lagi terbendung.
"Keparattt,"
Ki Sadewa melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh, serta mencabut pedangnya. Menggunakan Jurus Tarian Rajawali.
Orang bertopeng emas itu pula tidak tinggal diam, ia tersenyum sebelum melesat. Dan terjadilah pertarungan.
Melihat pimpinan mereka sudah bertempur seluruh anak buahnya kembali melanjutkan pertarungan.
Semua pelataran perguruan telah menjadi tempat pertempuran suara dentuman senjata memenuhi dari seluruh penjuru. Korban berjatuhan dari pihak musuh maupun dari perguruan rajawali putih.
Ki Brajadewa sudah terlibat pertempuran dengan salah seorang yang memiliki kemampuan setara dengan dirinya.
Namun Ki Brajadewa mengernyitkan dahinya setelah melakukan pertukaran jurus dia merasa ada kesamaan jurusnya.
"Siapa kamu mengapa jurus kita sama?" tanya Ki Brajadewa.
Orang itu tertawa. "Hahaha, siapa diriku, Hey siapa aku?"
__ADS_1
"Kurang ajar berani kau mengejekku!" bentak Ki Brajadewa.
Ki Brajadewa dewa menggertakkan giginya dia mempercepat serangannya. Tapi tetap saja orang itu mampu mengimbanginya tentunya dengan jurus yang sama.
Bukan hanya Ki Brajadewa hampir semua Ketua Perguruan mengalami hal yang sama. Dimana lawannya menggunakan jurus mereka sendiri.
Terlihat disebelah selatan seorang gadis muda sangat lincah dan tangkas memainkan pedangnya, "Jurus Tarian Rajawali" dia menumbangkan lawan-lawan yang berada dijangkaunya.
Gadis itu bernama Gantari, kemampuan nya telah meningkat pesat karena semenjak ditinggal Sudawira ia selalu berlatih dengan giat.
"Mari kita serang bersama-bersama!" ujar salah satu dari mereka.
Mereka pun menyerang dengan mengepung, namun bukan menimbulkan kesulitan malahan memudahkan Gantari membunuh lawannya.
Aksinya begitu mengerikan membuat beberapa orang tidak berani mendekatinya.
Ki Sadewa menggeram marah kemampuan orang bertopeng emas ternyata sangat tinggi. Semua jurus yang digunakanya dapat dimentahkan dengan baik.
"Siapa orang ini, aku belum mengenali jurus-jurus yang digunakannya." batin Ki Sadewa.
"hahahaha, bagaimana ketua, apa kamu sudah ingin menyerah?" Orang bertopeng tertawa congkak.
"Aku bukan orang yang mudah menyerah!"
"Bagus, mari kita lihat seberapa lama ketua bisa bertahan," ujar orang bertopeng emas.
__ADS_1
Orang bertopeng mempercepat serangannya. Kini Ki Sadewa bisa merasakan bahwa lawannya jauh diatasnya. Namun tidak menurunkan semangatnya.