
Ki Suroto menarik napas dalam-dalam sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu namun bingung memulainya dari mana.
Melihat Ki Surota tak kunjung bersuara. "Apa ada yang ingin Aki bicarakan?" tanya Sudawira.
"Sebenarnya ini terlalu lancang. Aki ingin melamar tuan pendekar untuk cucu saya." ujar Ki Suroto penuh hati-hati.
Sudawira tersedak kaget mendengar kata-kata yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.
"Yang tuan pendekar ketahui bahwa saya sudah tua. Cucu saya butuh seorang pendamping hidup yang bisa menjaganya karena saya takut sesuatu yang istimewa ditubuhnya akan menjadi incaran banyak pendekar." Ki Suroto menatap wajah Sudawira penuh harapan.
Sudawira sendiri masih terdiam. Dia sendiri tentu tidak bisa menolak seorang gadis cantik karena dirinya sendiri menaruh hati kepada Dewi Manik. Namun yang ia takutkan dia tidak bisa menjaganya karena perjuangannya masih panjang. Kedepan kehidupannya akan dipenuhi peperangan.
"Ijinkan saya mengabdikan diri kepada tuan pendekar." Dewi Manik datang dan menundukan kepala menghadap Sudawira yang tengah kebingungan.
__ADS_1
Sudawira menghela napas dia menatap gadis itu. Terpancar sebuah harapan dari wajah gadis cantik itu.
"Baiklah jika Aki mempercayakannya kepada saya. Saya akan menjaganya dengan segala kemampuan yang saya miliki. Dan mungkin setelah saya menghancurkan markas cabang baru saya akan menikahi Dewi Manik." ujar Sudawira. Sebenarnya dia sendiri tidak mengerti harus menerima. Padahal dia memiliki gadis lain yang pertama kali dia cintai yaitu Gantari. "Maapkan aku Gantari." batin Sudawira.
Tidak ada kata yang terucap dari mulut Dewi Manik. Wajahnya berseri-seri dia merasakan sebuah kebahagiaan tiada tara lelaki yang selama ini hadir dalam mimpinya kini akan menjadi miliknya.
Ki Suroto sendiri bahagia kini bebannya karena sudah ada lelaki yang akan menjaga cucu kesayangannya.
"Saya sangat berterimakasih kepada tuan pendekar." Ki Suroto memberi hormat beberapa kali.
Hari-hari berikutnya desa Tanjungsari telah berbeda. Sekarang banyak para pemuda yang telah bergabung untuk berlatih ilmu kanuragan dibawah arahan Sudawira dan Ki Suroto. Antusias para pemuda begitu tinggi mereka ingin merdeka tidak ingin ditindas lagi. Mereka giat sekali dalam berlatih.
****
__ADS_1
Kabar hancurnya markas kecil kelompok Pemuja Surga Dunia terdengar kemarkas cabang dipusat kota.
Seseorang menggebrak meja diruangan rapat di markas cabang. Dia pemimpin markas cabang kelompok Pemuja Surga Dunia yang berada di kadipaten Bumiayu. Bernama Aji praja. Memiliki senjata berupa gada besar. Yang mampu menghancurkan satu bangunan sekali pukul. Selain senjatanya yang mengerikan dirinya memiliki ajian Tameng Waja yang membuat tubuhnya keras seperti besi baja.
Karena itu pula ia dipilih menjadi pimpinan markas cabang kelompok Pemuja Surga Dunia di kadipaten Bumiayu.
"Bawa pasukan secukupnya bumi ratakan desa itu!" Aji praja terlihat percaya diri. Hanya mengirimkan beberapa pasukan saja dia yakin desa itu akan hancur lebur dengan tanah.
Pada hari itu juga pasukan markas cabang telah mengirimkan sekitar seratus pasukan atau setengah dari seluruh pasukannya dibawah dua orang kepercayaan Aji praja. Yaitu seorang pria bertubuh pendek berkepala besar dan plontos. Serta perutnya buncit. Dia juluki Iblis Botak. Dan satu lagi seorang lelaki bertubuh kurus dan tinggi. Dia dijuluki Iblis Terbang.
****
"Jadi pasukan mereka sudah mulai mendekat?" tanya Sudawira menerima laporan anak buahnya.
__ADS_1
"Benar ketua!" jawabnya.
Kemudian Sudawira segera mengumpulkan seluruh pasukannya. Untuk memberikan arahan serta menjelaskan rencana yang akan dijalankan.