Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Aku Adalah Dirimu


__ADS_3

Patih Ajidarma membuka topeng, "Bangun lah nak" katanya.


Senopati Abiyasa segera bangkit dan memeluk ayahnya yang sudah lama dirindukannya.


Semua para prajurit segera berlutut dan memberi hormat setelah mengetahui siapa yang ada dihadapannya.


Prabu Surasesa bersama para senopati.


"Selamat datang kembali paman" sahut Prabu Surasesa.


"Terimakasih Yang Mulia" Patih Ajidarma membungkukkan badannya.


Prabu Surasesa mempersilahkan ke gubuknya.


*****


Sudawira perlahan membuka matanya dan melihat keseluruh tempat yang tidak dikenal nya, sebuah tempat seperti sebuah ruangan berwarna putih.


Ia mencoba bangkit "Dimana ini"gumamnya, "Apa aku sudah mati?"


Dia terus melihat keseluruh tempat pandangannya berhenti pada sebuah cahaya kuning keemasan, namun cahaya itu tampak seperti sebuah pintu.


Dia segera bangkit perlahan-lahan mendekati pintu cahaya kuning keemasan tersebut.


Tiba-tiba saat dirinya dekat cahaya tersebut menarik tubuhnya masuk kesebuah ruangan yang cukup luas.

__ADS_1


Tampak seorang pemuda sedang melakukan meditasi diatas sebuah batu.


Perlahan-lahan ia mendekat alangkah terkejutnya dia ketika melihat pemuda itu sangat mirip dengan dirinya.


"Siapa kamu?" Suara menggema keseluruh ruangan memekakkan telinga menggelegar seperti petir menyambar bersamaan pemuda tersebut membuka mata.


Sudawira masih merasakan tubuhnya bergetar ketakutan ketika sebuah aura kekuatan yang menekan dirinya.


Dia perlahan-lahan menggerakkan bibirnya dan terdengar "Aku Sudawira" Jawab Sudawira "Dan kamu siapa?"


Pemuda itu menarik seluruh aura kekuatannya "Aku adalah dirimu?" suaranya masih menggema tapi tidak seperti pertama.


Sudawira terdiam bingung kenapa dirinya ada dua."Apa Aku mimpi" Gumamnya.


"Maap, Maksudnya gimana?" Sudawira berbicara sopan.


Sudawira tidak berkata apa-apa lagi dia menarik napas beberapa kali.


Tiba-tiba orang yang ada dihadapannya berubah menjadi cahaya putih kemudian cahaya itu berputar keseluruh ruangan lalu berputar-putar diatas kepala Sudawira perlahan-lahan turun dan masuk kedalam tubuhnya. Kemudian keluar aura putih dari seluruh tubuhnya selama beberapa detik kemudian menghilang kembali.


Perlahan-lahan ia membuka matanya dan melihat ke sekeliling sekarang dia mengenal tempat itu Pondok senopati Lingga.


Tampak terlihat seseorang sedang mematung disampingnya.


Dia Tabib Narati yang sebelum Sudawira tersadar dia melihat seluruh tubuh Sudawira bercahaya putih bersinar terang.

__ADS_1


Membuatnya terkesima dan tidak sadar kalau Sudawira sudah sadar


"Tuan" Ucap Sudawira.


Tabib Narati tersadar, "Ahhh maaf tuan, bagaimana keadaanmu sekarang"


Tabib Narati memeriksa keadaan Sudawira


Alangkah terkejutnya dia didalam tubuh terdapat suatu luapan energi yang sangat besar.


"Aku merasa lebih baik paman" Ucap Sudawira.


"Syukurlah,Perkenalkan aku tabib yang diminta tuan Senopati untuk merawat tuan pendekar"


Sudawira bangun segera duduk dengan dibantu Tabib Narati.


"Ohhhh, Terimakasih Tuan,Tapi kenapa aku bisa berada ditempat ini?"


"Tuan terluka saat bertarung"Ucapnya.


Sudawira kembali teringat saat terakhir kali sadar adalah ketika ia melakukan pertarungan di Hutan Halimun melawan Ketua Perampok Kala Ireng bernama Tong Bajil.


*****


Kepada seluruh penikmat novelton author mengucapkan mohon maaf lahir batin Minal aidzin walfaizin.

__ADS_1


Kemarin beberapa waktu tidak bisa update karena author memperbaiki beberapa chapter dan beberapa tokoh telah diganti bahkan author juga mengganti judul nya.


Mudah-mudahan penggemar semua suka dan author sekali lagi minta maap bila ada kata-kata yang kurang pas dan tak henti-hentinya author meminta kritik dan saran supaya author bisa lebih baik lagi.


__ADS_2