Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Pertempuran Di Kerajaan Ramapala 2


__ADS_3

Yudana dan Pangeran Danurweda akan memimpin pasukan Awan putih sebagai pasukan pelapis yang siap membantu kelompok yang terdesak. Prabu Surasesa dan Patih Ajidarma akan langsung ke istana.


*****


Malam semakin larut awan hitam memenuhi langit-langit menutupi bintang-bintang.


Suasana mencekam seakan-akan akan terjadi sesuatu. Seluruh prajurit bersenjata lengkap, hilir mudik menjaga gerbang utama dengan sangat ketat.


Terdengar suara yang melengking mirip suara burung, bersamaan ratusan panah api melesat kearah pos penjagaan dan meluluh lantakkan pos penjagaan bahkan mereka yang tidak sempat menghindar harus meregang nyawa dan terbakar.


"Kita diserang" Teriak salah satu dari mereka.


Terlihat ratusan pasukan dibawah pimpinan senopati Lingga bergerak maju.


Dan terjadilah pertempuran yang sangat sengit pasukan senopati Lingga yang semangat berkobar-kobar sangat beringas membunuh lawan yang menghadang mereka. Sebaliknya prajurit penjaga juga tidak mudah ditaklukkan mereka adalah prajurit terlatih sehingga mereka memberikan perlawanan.

__ADS_1


Senopati Lingga loncat-loncat mendekati pintu gerbang akhirnya dia berhenti pada muka gerbang tersebut.


Dia segera memasang kuda-kuda perlahan dia mengangkat tangan kanannya sambil mengepalkan nya sedangkan tangan kirinya berada dibawah diangkat sedikit sejajar dengan dadanya. Ia menyalurkan tenaga dalamnya ketangan kanannya perlahan-lahan di kepalannya diselimuti energi kuning. Ia melangkah kaki kirinya secara bersamaan tangan kanannya bergerak maju dan mengarahkan nya ke pintu gerbang.


"Ajian serat Sewu" bersamaan cahaya kuning melesat kearah pintu gerbang dan teerjadi ledakan dahsyat.


"Duarrrrrrtt" Terdengar suara pintu gerbang hancur menjadi puing-puing.


Dia disambut ratusan prajurit yang siap menyerang. Diantara mereka terlihat pimpinan mereka tersenyum sinis melihat Senopati Lingga berdiri diatas serpihan pintu gerbang yang sudah hancur dan dibelakangnya pasukan nya juga siap menyerang.


Senopati Lingga tidak merespon dia hanya menatap dingin Gumbirang.


Melihat tidak ada jawaban dia berkata lagi, "Aku sudah lama merindukan latihan bareng, Aku tidak menyangka sekarang kita harus bertarung yang sebenarnya"


"Karena itu jangan menyia-nyiakan kesempatan, mari aku bantu kamu pergi ke neraka"

__ADS_1


Senyum dibibir nya mulai hilang dan berganti wajah yang masam sorot matanya tajam. "Setan demit, kamu pikir kamu bisa mengalahkan aku dengan mudah" Gumbirang siap menyerang.


"Marilah kita lihat" Jawab senopati Lingga.


Sebenarnya kemampuan Gumbirang berada satu tingkat dibawah senopati Lingga namun ia tampak percaya diri karena selama ini dia sudah giat berlatih untuk meningkatkan kemampuannya.


"Serangggggggggg" Teriak Gumbirang.


Seluruh pasukan nya berlari menyerang.


Senopati Lingga juga langsung bergerak maju diikuti pasukannya menyambut. Kedua pasukan beringas saling menyerang suara-suara senjata yang bertemu terdangar dan kadang terdengar suara jeritan pasukan yang tumbang percikan bunga api terlihat ketika pedang mereka bertemu.


Gumbirang dengan senjata gada Wesi hitam menyambar-nyambar, pasukan yang terkena pukulan gadanya tumbang kehilangan nyawa.


Senopati Lingga bergerak gesit memainkan pedangnya bagaikan macan yang siap menerkam mangsanya bergerak garang dan menghabisi setiap prajurit yang dilaluinya. Namun ia sesekali melirik pasukannya ia lega melihat Abiyasa sudah datang bersama pasukan nya yang tersisa.

__ADS_1


Gumbirang mengarahkan gada Wesi hitam nya kepada kepala salah satu pasukan pada saat satu jengkal dari kepala, gada Wesi hitam nya terdorong ke samping akibat pedang senopati Lingga. Sehingga serangannya tidak mengenai.


__ADS_2