Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Penyambutan Sudawira


__ADS_3

Di dalam keremangan malam dibawah cahaya bulan. Gantari masih berada dipangkuan Sudawira.


Pandangan keduanya secara refleks Gantari pun membalas senyuman Sudawira.


Tiba-tiba suara orang batuk-batuk mengagetkan keduanya, sehingga Gantari yang menyadari dirinya dipangkuan Sudawira diapun sekuat tenaga menonjok pemuda itu.


Gantari menghunuskan pedangnya ke kepala Sudawira.Gantari menggeram "Rupanya kamu mencari kesempatan".


"Aku hanya menolong mu nona" jawab Sudawira, sambil memegang perut yang terasa mual.


Sedangkan seseorang tertawa terbahak-bahak menyaksikan keduanya terdengar berkata, "Sudahlah Diajeng dia temanku" katanya.


Gantari menoleh kearah suara dilihatnya Maheswara sedang tertawa, dengan cepat dia menyarungkan pedangnya dan berlari kearah Maheswara terdengar, "Kakang" Katanya, "Aku tidak mimpikan" katanya sambil memeluk Maheswara.


"Seperti yang kamu lihat" jawab Maheswara.


"Aku rindu, aku berlatih setiap hari supaya aku bisa pergi menemui kakang" Katanya.


Sudawira menghampiri mereka terdengar "Kakang Maheswara"katanya.


Maheswara melepaskan pelukannya dan berkata, "Sepertinya di antara kalian telah terjadi kesalahpahaman" katanya.


"Pemuda itu telah mengintip ketika aku sedang berlatih kakang" jawabnya.


"Aku hanya kebetulan lewat kakang tidak bermaksud demikian" Sudawira.

__ADS_1


Kembali Maheswara tertawa melihat keduanya. "sudah" katanya "Kalian tidak perlu berdebat lagi" katanya.


"Dia teman ku diajeng namnya Sudawira dan Sudawira ini adikku namanya Gantari" katanya sambil keduanya secara bergantian.


Gantari menundukkan wajahnya yang mulai merah merona tersipu mau.


Maheswara menatap adiknya katanya, "Nahh, sekarang kamu kembali kepondok sudah larut malam"


Gantari menganggukan kepalanya dan meninggalkan Maheswara dan Sudawira terlihat mata keduanya kembali bertemu dan Sudawira tersenyum membuat gadis wajah gadis itu merah.


Maheswara dan Sudawira mereka memutuskan kembali kepondok.


Sudawira berjalan disampingnya terdengar "Maapkan aku kakang telah membuat adik Gantari marah"katanya.


Sudawira tidak berkata apa-apa lagi ia menganggukkan kepalanya.


"Besok kita pergi menemui ketua Ki Sadewa"


katanya.


"Iya" Kata Sudawira singkat.


Keduanya terus melangkahkan kakinya didalam keremangan malam dibawah cahaya bulan. Tanpa berkata sepatah katapun.


Sudawira dan Maheswara berjalan menuju pondok ketua Ki Sadewa kedatangan nya disambut semua murid yang sudah ber jejer dijalan dan melambaikan tangan, diantara mereka terlihat Gantari bersama teman sebayanya ketika matanya kembali bertatapan dengan Sudawira dia tersenyum dan wajahnya menjadi merah.

__ADS_1


Mereka menyambut bak pahlawan baru pulang dari medan pertempuran.


Sudawira kebingungan dan heran dia berbisik terdengar, "Kakang apa yang terjadi?" katanya.


"Aku sendiri tidak tau tapi mungkin ada kaitannya dengan kedatangan mu" jawab Maheswara.


"Aku" Sudawira mengernyitkan dahinya.


Maheswara yang melihat Sudawira belum mengerti situasi."Sudahlah kita akan segera mengetahuinya"


Keduanya terhenti dimuka sebuah rumah Ki Sadewa dan dugaan Maheswara bener ini penyambutan khusus buat Sudawira.


Terlihat Ki Sadewa dan Ki Suryalaya bersama para tetua yang lain sudah berdiri untuk menyambut Sudawira dan Maheswara.


Riuh sorak Sorai dan gemuruh tepuk tangan seluruh Murid-murid terdengar mereka berteriak "Hidup Tuan Jayapati," terus bergema.


Sudawira bergumam "Apa begitu pentingnya Ayahku dimata semua orang perguruan rajawali putih" gumamnya dalam hatinya.


Seorang Kakek tua yaitu Ki Sadewa melangkahkan kakinya menghampiri Sudawira " Selamat datang dimas" katanya sambil memberi hormat.


Sudawira merasa canggung dia menoleh Maheswara, ia menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih eyang" jawab Sudawira.


"Marilah" katanya, "ini rumahmu jangan canggung dimas". Ki Sadewa Mengajaknya kekursi yang sudah disiapkan khusus.

__ADS_1


__ADS_2