
Ki Wanaraja menghela nafas "Aku tidak bisa menjelaskannya kepada mu sekarang, karena ada yang lebih penting dari itu"
"Apa itu?" Tanya Sudawira.
"Sekarang kekuatan kegelapan telah muncul?"
"Terus apa hubungannya dengan aku?
Sudawira nampak masih belum memahami.
"Aku akan membimbing kamu untuk menjadi lebih kuat, karena kamu adalah yang ditakdirkan untuk melawannya"
"O, sungguh aku berterimakasih atas kebaikan paman"
"Hari ini kita akan langsung berlatih,Mari ikut denganku"
Sudawira tidak bertanya kemana dirinya akan dibawa dia hanya menganggukkan kepalanya sambil mengikuti dari belakang menyusul Ki Wanaraja yang lebih dulu meninggalkannya.
Ki Wanaraja memegang tangan Sudawira kemudian menghentakkan kakinya ketanah seketika tubuh keduanya melayang melesat keudara.
Ini merupakan pertama kalinya Sudawira terbang di udara.
Dia merasa kagum dengan orang yang bernama Ki Wanaraja ia tidak bisa membayangkan seberapa tinggi ilmu kesaktiannya sehingga dapat dengan mudah melayang-layang laksana burung sedang terbang.
"Bagaimana Wira"kata Ki Wanaraja.
"Luar biasa guru" Sungguh indah pemandangannya.
__ADS_1
"Hahaha bagus, semua ilmu yang aku miliki akan aku turun kepada mu" Sahut Ki Wanaraja.
"Terimakasih guru, aku sangat berterimakasih karena guru mau mengangkat aku jadi murid guru"
Percakapan keduanya mengisi perjalanan mereka.
Ki Wanaraja mendarat di depan sebuah danau kecil airnya bening nan jernih hingga tampak terlihat dasar danau itu.
Danau itu dikelilingi pohon-pohon yang sangat rindang daunnya menutupi danau itu. Sehingga sinar cahaya matahari tidak mampu menembus nya membuat tempat itu lembab.
"Guru kenapa membawa aku ketempat ini" tanya Sudawira.
"Kita akan memulai latihan yang pertama Wira?"
"Latihan" Gumam Sudawira.
Melihat tingkah Sudawira yang kebingungan. Ki Wanaraja hanya tersenyum.
"Kamu melihat batu didasar danau itu?"
Ki Wanaraja menunjuk sebuah batu yang berada ditengah-tengah dasar danau itu.
Sudawira menganggukan kepalanya.
"Nahh, tugasmu adalah bersemedi di atas batu itu?"
Sudawira menelan ludah "Lelucon macam apa ini" gumam Sudawira.
__ADS_1
"Bagaimana Wira, apa kamu sanggup"
Ki Wanaraja melihat keraguan dimata Sudawira.
"Bukannya masalah sanggup atau tidak, orang gila mana yang mampu bersemedi didalam air" gerutu Sudawira tapi dia tidak mengatakannya.
"Baiklah, jika kamu tidak sanggup kita kembali lagi ke pondokku dan kamu tidak akan bisa kembali keluar sana untuk selamanya"
Sudawira merasa kebingungan dua-duanya sama-sama sulit akhirnya secara spontan berkata "Aku sanggup"
"Bagus, Cepat buka bajumu dan lakukan tugasmu"
Sudawira mengumpat-ngumpat sambil membuka baju. Perlahan-lahan ia mendekati danau dan loncat kedalam danau tersebut. Tiba-tiba dia kembali loncat kedarat dengan tubuh menggigil kedinginan.
Ki Wanaraja yang melihat kejadian itu tertawa terpingkal-pingkal.
"Apanya yang lucu, dasar kakek gila" gerutu Sudawira.
"Ahhh, kayanya aku melupakan sesuatu"
Ki Wanaraja meraba-raba kantong jubahnya. Tidak lama kemudian dia mendapatkan yang dicarinya.
"Wira minum lah ini, untuk beberapa saat kamu akan merasa hangat dan kamu akan kuat bernafas tapi setelah itu kamu akan merasa dingin kembali, tapi kamu harus menahannya sehingga tubuhmu terbiasa dengan rasa dingin"
Sudawira mengambilnya dan langsung meminumnya. Seketika ia merasakan epek itu ada aura hangat yang perlahan mulai merasuki seluruh badannya.
Namun Sudawira masih terbelenggu dalam suasana keraguan setelah merasakan sendiri air danau sangat dingin berbeda dengan air danau biasa.
__ADS_1