
Hari-hari demi hari berlalu sangat cepat sehingga sudah lima purnama sejak penyerangan Perguruan rajawali putih. Kini keadaan telah benar-benar berubah. Para pendekar aliran hitam semakin berbuat sesukanya tidak hanya merampas harta benda bahkan mereka membunuh siapa saja yang berani menghalangi. Keadaan semakin semrawut dengan hadirnya sebuah kelompok yang bernama Pemuja Surga Dunia. Sepak terjangnya sangat menjauh dari rasa kemanusiaan, mereka membunuh tanpa belas kasihan apabila permintaan mereka tidak dituruti.
Kelompok ini terus berkembang pesat seiring banyaknya para pendekar yang bergabung mereka diberikan kepuasan serta kesenangan duniawi. Bahkan kini beberapa desa yang telah mereka kuasai telah disulap menjadi tempat-tempat seperti perjudian, pelacuran dan lain-lain. Sehingga terjadi penculikan para gadis desa untuk di jadikan budak pemuas nafsu para lelaki hidung belang.
Bukan tanpa ada tindakan dari pihak kerajaan. Namun perbedaan kekuatan yang dimiliki kerajaan berbeda jauh. Kelompok itu di isi para pendekar yang cukup tangguh.
Namun tidak mudah untuk merebut kerajaan. Karena diam-diam Patih Ajidarma telah membentuk suatu pasukan khusus untuk menjaga kerajaan bernama Pasgarda. Pasukan khusus itu terdiri dari para pendekar sakti yang direkrut langsung oleh Patih Ajidarma. Dan mereka tidak diketahui berapa jumlahnya.
Beberapa perguruan aliran putih lebih memilih tidak ikut campur karena mereka tidak ingin berurusan dengan kelompok itu.
Secara sembunyi-sembunyi para ketua perguruan aliran putih yang masih memiliki keprihatinan terhadap situasi dunia persilatan yang semakin semrawut mengadakan pertemuan rahasia di Perguruan Teratai Putih.
Setelah semua perwakilan dari setiap perguruan aliran putih telah hadir.Pertemuan dibuka oleh Ki Brajadewa.
__ADS_1
Semua orang mendengarkan penjelasan langkah yang akan diambil untuk masalah yang sama-sama mereka hadapi.
"Nah, untuk menjalankan semua rencana kita, maka saya akan bermaksud untuk membentuk aliansi!" ujar Ki Brajadewa di akhir penjelasannya.
Semua orang terlihat setuju dengan adanya aliansi. Karena itulah saat ini yang mereka butuhkan.
"Usulan yang bagus ketua, tapi siapa yang akan menjadi ketuanya?" tanya Ajiseta.
"Saya tidak akan memutuskan sendiri, kita harus memutuskan nya secara bersama!" Ki Brajadewa menatap semua orang.
Semua yang hadir saling memberikan pendapat mereka masing-masing.
"Saya akan senang apabila Ki Brajadewa sendiri yang menjadi ketua!" Ajiseta mengungkapkan pendapatnya.
__ADS_1
Terlihat semua orang menunjukan sikap setuju terhadap pendapat yang dikatakan Ajiseta.
Melihat tidak ada jawaban Ajiseta kembali berkata, "Bagaimana ketua, saya rasa semua ketua yang hadir menyetujui?
Ki Brajadewa menarik nafas panjang dia juga sebenarnya mengetahui pasti dirinyalah yang harus memimpin mereka. "Sebenarnya saya memiliki seorang yang cocok untuk dijadikan ketua, dia bukan salah satu dari kita, bahkan dia tidak terikat dalam perguruan manapun,"
Sontak semua orang saling pandang dan saling bertanya satu sama lain. Karena diruangan itu tidak ada orang yang dimaksud melainkan semuanya terikat dalam sebuah perguruan.
"Siapa yang dimaksud ketua?" tanya Hudaya salah satu perwakilan dari Perguruan Rembulan Malam.
Ki Brajadewa tersenyum kemudian ia berkata lirih, "Silahkan masuk tuan?"
Tidak lama pintu ruangan berderit tampak seorang memakai caping serta sebuah kain hitam menutupi wajahnya. Semua yang hadir melirik kearah yang sama.
__ADS_1