
Wanita bercadar putih, dengan lincah menghindari setiap serangan yang dilancarkan kepadanya.
Lima pendekar yang melawannya kiranya memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap rendah. Buktinya mereka beberapa kali merepotkan wanita bercadar putih.
Wanita bercadar putih memutar pedang "Jurus Tarian Rajawali"
"Hiattt ... hiattt ..." Wanita bercadar putih membuat pedang menari-nari cepat dan tajam.
Namun jurus wanita bercadar putih tidak mengubah apapun. Lima pendekar itu, tidak gentar malahan mereka semakin kuat.
Mereka disebut sebagai Lima serigala dulunya mereka adalah kelompok pembunuh bayaran. Dan pada akhirnya mereka bergabung dengan kelompok Pemuja Surga Dunia. Karena mereka mendapatkan kesenangan duniawi yang selama ini mereka inginkan.
"Hei nona jurus mu itu, sudah terlalu terkenal. Tidak akan mampu melawan kami!" ujar salah satu dari mereka mengejek disusul gelak tawa temannya.
__ADS_1
Memang benar jurus perguruan rajawali putih sudah terkenal di dunia persilatan. Bahkan mereka yang sudah pernah bertarung dengan pengguna jurus itu, tidak merasa terkejut ketika bertemu lagi. Apalagi jurus yang digunakan belum mencapai sempurna seperti yang digunakan wanita bercadar putih.
Pertarungan semakin sengit mereka sudah bertukar ratusan gerakan. Sudah terlihat bahwa wanita bercadar putih mulai terdesak. Sebenarnya wanita bercadar putih bisa saja menghabisi kalau lawan yang dihadapi cuma satu orang karena lawannya berada setingkat dengan nya. Namun beda cerita melawan lima pendekar sekaligus, apalagi kerjasama mereka sangat kompak sangat sulit untuk melawannya.
Wanita bercadar putih mengumpat serapah nasib sial menimpanya. Dia harus menerima kenyataan mungkin ini adalah akhir hidupnya. Tampak beberapa koyakan sudah terlihat dibajunya, koyakan tersebut menghasilkan luka sayatan yang mengeluarkan darah terasa perih. Dirinya hanya mampu bertahan sekuatnya dengan tenaga yang mulai melemah. Didalam ratapannya terlintas wajah seorang pemuda yang dicintainya. "Maapkan aku kakang," batinnya.
Ketika wanita bercadar putih sudah pasrah saat lima pedang siap menghujam dari segala arah dia memejamkan matanya.
"Akhh ... akhh ... akhh .... akhh ... akhh"
Wanita bercadar melihat kesekitar untuk mencari orang yang menolongnya namun tak ada seorang pun sampai akhirnya matanya buram dia terjatuh tak sadarkan diri karena kondisi tubuhnya yang lemah akibat banyak menumpahkan darah.
****
__ADS_1
Wanita bercadar putih yang cadarnya telah terbuka mulai membuka mata.
"Ukh ... ukh ... ukh ..." Terdengar ia batuk-batuk kecil.
Wanita bercadar putih menerka keberadaan nya ternyata dia berada di sebuah kamar. Dia mengucek mata supaya tidak salah ternyata memang benar ia berada di dalam kamar. Kemudian ia berusaha mengingat kembali kejadian saat dirinya sebelum tidak sadarkan diri.
"Aku harus berterimakasih kepada orang yang menolongku!" gumamnya dalam hati.
Tidak lama pintu kamar berderit ketika pintu itu terbuka bersamaan muncul seseorang wanita tua. Tampak wanita tua itu sudah mencapai usia satu abad terlihat wajah serta kulit yang sudah keriput serta rambutnya yang putih.
"Nona sudah sadar," Wanita tua itu, segera menghampiri melihat wanita bercadar putih sudah sadar. Lantas dia memeriksa kembali.
"Terimakasih nek, aku banyak berhutang budi kepada nenek!" lirih wanita bercadar putih.
__ADS_1
Wanita bercadar putih itu, tidak lain adalah Gantari murid Perguruan Rajawali putih yang sedang melakukan penyamaran.