Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Ki Surota dan Sudawira


__ADS_3

"Terimakasih pendekar telah menyelamatkan nyawa saya, oh ya perkenalkan nama saya Ki Suroto." Pria paruh baya yang menamakan Ki Suroto memperkenalkan diri.


"Jangan sungkan Ki, sudah kewajiban kita saling tolong menolong. Nama saya Sudawira!" Sudawira tersenyum.


"Kemampuan tuan pendekar sangat tinggi saya merasa kagum." ujar Ki Suroto.


Sudawira menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. "Hahahaha, aki terlalu memuji saya. Kemampuan saya masih sedikit tentu belum bisa dibandingkan dengan kemampuan aki."


Ki Suroto tidak bisa berkata apa-apa lagi dia terpukau dengan pemuda yang ramah serta selalu merendah diri.


"Dimana tuan pendekar tinggal? Agar suatu saat saya bisa berkunjung untuk membalas budi baik pendekar!" ucap Ki Suroto.


"Saya hanya seorang pengelana tidak bertempat, saya menjadikan alam bebas sebagai rumah saya. Saya tidak pernah mengharapkan imbalan apapun Ki!" jawab Sudawira.


"Pantas saja saya tidak pernah melihat tuan pendekar sebelumnya didaerah ini!"


Mereka memutuskan untuk pergi ke pondok Ki Suroto. Ia tinggal sendiri dipondoknya sebenarnya dulu ia tinggal bersama istrinya beserta satu cucunya, namun sesuatu terjadi terhadap keluarga nya menyebabkan dirinya berpisah.


Keserakahan dan ketamakan manusia tidak pernah hilang. Mereka ingin selalu menguasai apa yang tidak seharusnya mereka miliki.

__ADS_1


Sudawira hanya menarik napas panjang setelah mendengar cerita Ki Suroto mengenai keadaan negeri yang lagi mengalami kekacauan. Timbul rasa bersalah dalam dirinya. Kalau bukan karena leluhurnya mungkin kekacauan ini tidak akan pernah terjadi. Aku yang kalian cari kenapa orang yang tidak bersalah menjadi korban. Sudawira bertekad segera untuk mengakhiri kekacauan ini.


"Sepertinya saya pernah bertemu dengan istri Aki!" ujar Sudawira.


Sudawira segera menceritakan kejadian yang dialaminya hingga pertemuannya dengan Nini Mirah.


"Syukurlah jika mereka baik-baik saja. Jika tuan pendekar sudi maukah pendekar mengantarkan saya ke tempat mereka?


"Tentunya. Saya juga berencana akan kembali kesana untuk melihat kondisi teman saya!" ujar Sudawira.


"Baiklah besok kita pergi sekarang kita menginap dulu dipondok ini!" ujar Ki Suroto.


Di sebuah markas kecil kelompok Pemuja Surga Dunia yang berada di desa Tanjungsari. Yang dipimpin oleh seorang yang bernama Ki Sapto Aji.


Ki Sapto Aji wajahnya merah padam karena marah dia murka setelah mendengar anak buahnya tidak berhasil menjalankan tugas.


"Kenapa bisa gagal!" Ki Sapto Aji membentak sambil menggebrak meja pertemuan.


Semua anak buahnya terlihat ketakutan. "Ada orang yang membantunya ketua!" lirih anak buahnya.

__ADS_1


"Bodoh. Kalian tidak mampu melawan satu orang saja!" bentak Ki Sapto Aji.


"Tapi ... tapi ... pemuda itu terlalu kuat bagi kami ketua!" jawab Burma salah satu tangan kanan Ki Sapto Aji. Ia adalah orang yang menyaksikan tiga pendekar andalan Ki Sapto Aji mati mengenaskan ditangan seorang pendekar muda.


Ki Sapto Aji melotot ke arah Burma. "Sudah ... aku tidak mau mendengar alasan kau lagi. Cepat cari pemuda itu hidup atau mati!" bentak Ki Sapto Aji.


"Baik ketua!" Burma terpaksa mengiyakan walaupun hatinya berkata tidak mungkin.


Tiba-tiba datang seorang masuk keruangan pertemuan.


"Katakan berita apa yang kamu bawa!" Perintah Ki Sapto Aji.


"Kami telah berhasil menemukan tempat gadis darah suci!" jawab orang itu. Bernama Karyo.


Semua orang nampak terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa orang yang mereka cari selama ini.


"Burma, masalah anak muda itu. Kita hentikan sementara. Sekarang kamu bawa anak buahmu bawa gadis darah suci itu secepatnya!"


"Baik ketua!" Si Burma segera pergi meninggalkan pertemuan.

__ADS_1


__ADS_2