Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
4 Poin Perjalanan Kehidupan


__ADS_3

Kini dia berada disuatu tempat lebih tepatnya sebuah kota. Tampak terlihat bangunan-bangunan megah mencakar langit. Terlihat orang-orang yang berlalu lalang ditengah kesibukan mereka.


Banyak mereka yang berkumpul bersama kawan-kawan disebuah rumah makan. Untuk sekedar bersenda gurau sambil menikmati secawan tuak. Mereka tampak menikmati dan bahagia.


Sepasang kekasih terlihat bermesraan di sebuah taman yang indah.


Anak kecil berkejaran dengan kawannya sambil tertawa riang.


Seorang Lelaki duduk dikursi menikmati secangkir teh ditemani istrinya sedang bermain-main dengan bocah kecil.


Sungguh kota yang sangat indah menandakan kota itu penuh kedamaian dan ketentraman.


Namun tiba-tiba langit berubah menjadi mendung ketika awan hitam menutupi sang surya seketika suasana menjadi mencekam. Tidak lama terdengar suara petir menyambar bersamaan sebuah meteor terjun menerobos awan hitam jatuh ke tengah-tengah kota.


Duarrrrrrr


Suara ledakan terdengar menghantam kota seketika bangunan-bangunan megah hancur berjatuhan kepada sekitarnya.


Keadaaan menjadi kacau banyak orang yang meninggal tertimpa reruntuhan bangunan. Bahkan mereka tidak memperdulikan sanak saudara, anak lupa orang tua, orang tua lupa anaknya, suami lupa istrinya, istri lupa suaminya, kekasih lupa pasangannya mereka berlarian seperti orang dalam keputusasaan tidak ada tempat yang dituju karena reruntuhan bangunan dimana-mana.


Suara jeritan tangis dan teriakan membuat pilu hati.


Sudawira tidak kuat menahan sedih namun tidak ada yang bisa dia lakukan dia hanya bisa melihat penderitaan di depan dimatanya tanpa bisa melakukan tindakan.


Sebuah meteor susulan meluncur dari atas langit laksana busur panah.


Duarrrrrrrr

__ADS_1


Seluruh kota hancur lebur tanpa tersisa.


"Tidak!" teriak Sudawira.


Dia terbangun melihat sekitarnya tampak seseorang yang dikenalnya duduk didepannya.


"Kamu sudah bangun Wira?" tanya Ki Wanaraja yang terlihat risau setelah mendengar teriakkan Sudawira.


"Apa aku mimpi?"


Sudawira kebingungan badannya terasa dingin.


"Syukurlah akhirnya kamu sadar juga." Menatap Sudawira kagum.


"Minumlah ini!" Ki Wanaraja memberikan satu butir pil obat.


Dia mengatur nafas beberapa kali. Setelah selesai dia mulai merasakan tubuhnya kembali normal seperti saat sediakala.


"Apa yang terjadi kepadaku?" tanya Sudawira.


Sudawira penasaran bagaimana bisa dirinya berada di darat setelah sebelumnya ia sedang bersemedi didasar danau.


"Hemmmm ... Kamu berada didasar danau hampir satu purnama lebih. Aku tidak mengira apa kamu masih hidup atau tidak, karena pada saat aku mengambil kamu. Tubuh mu tidak bergerak dan tidak bernafas seolah-olah kamu sudah mati."


Sudawira melotot hampir matanya keluar. "Satu purnama!"


Masih agak mustahil bagi dirinya. Sepertinya ia merasa baru sejam bersemedi.

__ADS_1


"Iya ... Wira!" jawab Ki Wanaraja.


Sudawira terdiam membisu tidak bisa membayangkan seseorang bisa tahan didalam dasar danau sampai satu purnama. Dia merasakan sendiri air danau itu berbeda dinginnya seperti berada di kutub Utara.


"Mari kita meninggalkan tempat ini," ajak Ki Wanaraja.


"Apa kita akan terbang lagi,"seru Sudawira.


"Terus kita akan berjalan kebukit itu!"kata Ki Wanaraja.


Ki Wanaraja menunjuk perbukitan yang sangat kecil karena jarak yang sangat jauh.


Sudawira hanya hanya tersenyum.


Ki Wanaraja menghentakkan kakinya ke tanah dan melayang sambil menggenggam tangan Sudawira.


Terlihat lagi hamparan hijau angin kencang menebak rambut mereka.


Tidak lama mereka mendarat didepan sebuah pondok berbalik bambu beratapkan jerami.


****


Bagi teman-teman yang penasaran siapa musuh Sudawira.


Silahkan menengok ke chapter 50


Karena ada sedikit gambaran mengenai siapa musuh Sudawira.

__ADS_1


# Semoga kalian suka.


__ADS_2