
Masih dihutan Halimun dua pendekar terlibat dalam suatu pertempuran antara Sudawira denganTong Bajil.
Tapi yang diserang adalah pemuda yang sudah dibekali ilmu Kanuragan yang mumpuni. Meskipun demikian Sudawira terkejut pula melihat gerakan cepat lawannya. Tetapi Sudawira tetap tenang dia sudah pernah melawan yang lebih cepat gerakannya yaitu gurunya sendiri.
Sesaat kemudian kedua orang itu telah terlibat dalam suatu pertempuran yang sengit. Tong Bajil benar-benar dapat memanfaatkan tombak nya. Tombak itu berputar seperti baling-baling, Kemudian mematuk-matuk seperti seekor ular cobra yang sedang marah. Tiba-tiba dengan sebuah putaran yang cepat, ujungnya menusuk dengan dahsyat. Benar-benar seperti ular cobra yang siap mematuk.
Sudawira dengan pedang Komara Geni pemberian Eyang Banyu Rekso. Gerakan nya seperti Rajawali yang sedang memburu mangsanya sangat tajam dan mematikan. Apabila Rajawali itu berhasil hinggap ditubuh lawannya, maka akibatnya adalah maut.
Sudawira dan Tong Bajil adalah pendekar beda generasi namun karena ada dendam diantara masing-masing. Keduanya memiliki nafsu yang sama-sama berkobar didalam dada masing-masing yang menjadikan pertarungan mereka semakin sengit.
*****
Disekitar area pertarungan terlihat sekelompok pendekar yang cukup banyak berpakaian hitam dengan ikat kepala dan ikat pinggang berwarna merah mendekati area pertarungan, Mereka adalah Kelompok Pendekar Iblis Merah dibawah pimpinan Pramudya murid Ki Jagatra. Mereka mendekati karena mendengar ada pertarungan.
__ADS_1
Ketika sudah dekat, "Semua berpencar" Sahutnya. Pramudya kepada anak buahnya.
Mereka segera berpencar dan masuk kesemak-semak.
Pramudya mencoba menajamkan matanya untuk melihat yang sedang bertarung, lawan atau kawan maka dia bisa menentukan sikap.
Dia mengernyitkan dahinya, " Pendekar Rajawali Putih dan perampok yang dipimpin Kakang Tong Bajil" Gumamnya dalam hati.
Teman yang didekatnya berbisik, "Apa kita harus membantu Kakang Bajil" Katanya.
Temannya menganggukkan kepalanya dan langsung berbisik kepada yang lainnya supaya tunggu instruksi dari pemimpinnya.
*****
__ADS_1
Tong Bajil yang terikat dalam pertarungan dengan Sudawira sesekali dia melihat anak buahnya, dia menggeram marah anak buahnya mulai kewalahan. Kemarahannya semakin memuncak ketika anak buahnya satu persatu tumbang ditangan musuh.
Sehingga kemudian dengan menggunakan seluruh kemampuannya ia bertarung untuk segera mengalahkan lawannya.
Sudawira pun menggunakan seluruh kepandaiannya dalam meredam kegaranganTong Bajil. Namun kemudian terasa, betapa garangnya pendekar Tombak pencabut nyawa yang terkenal itu.
Dirinya pun tersadar akan kesaktiannya saat ini belum cukup. Sedikit demi sedikit Sudawira merasa, Tombak pencabut nyawa tersebut semakin lama semakin dekat dengan kulit nya. Bahkan sekali-sekali telah terasa sentuhan angin yang tajam, Yang dilontarkan oleh gerak tombak pencabut nyawa itu.
Sudawira mengumpat tak habis-habisnya di dalam hati. Orang itu benar-benar dapat menggunakan Tombak bergerak demikian cepatnya seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.
Meskipun demikian, betapa pun garangnya Pendekar Tombak pencabut nyawa itu, namun tidaklah mudah untuk mengalahkan Sudawira. Anak muda murid Ki Banyu Rekso itu adalah anak yang tidak lekas berputus asa.
Dengan menggunakan Sudawira menggunakan batasan kemampuannya yaitu "Tarian Rajawali level 9" Level yang baru dia kuasai dari 10 level yang ada.
__ADS_1
Permainan pedangnya semakin liar dan cepat membuat dia kembali mengimbangi Tong Bajil.
Maheswara yang terlibat pertempuran dengan Perampok Kala Ireng sekali tebasan lawannya langsung terkapar.