
"Marilah tidak perlu diingat lagi biarkan masa lalu menjadi pembelajaran" Prabu Surasesa membuka tangannya.
Dewi Utari memeluk kakaknya air matanya menetes dia menyadari alangkah besar kasih sayang Kaka Kanya kepada dirinya. Ia mengumpat dalam hatinya alangkah bodoh nya dirinya selama ini telah dibutakan oleh cinta sehingga melupakan kakanya yang menyayanginya.
Prabu Surasesa juga tidak kuat menahan haru tidak terasa air matanya juga keluar karena bahagia seorang gadis kecil yang manja telah kembali.
Patih Ajidarma pun ikut terharu matanya berbinar-binar bahagia dan sesuatu pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga.
*****
Sudawira mengatur nafasnya setelah menumbangkan Lima tetua Perguruan Lembah Hitam dengan luka Lima jari didada mereka".
Senopati Lingga terhunyung dia menancapkan pedangnya untuk menopang tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga.
__ADS_1
Abhiyasa tersenyum lega bersama Yudana dan Pangeran Danurweda yang telah membunuh Hasta.
"Sekarang kalian punya dua pilihan, melawan berarti mati atau menyerah" Teriak Senopati Lingga.
Sontak prajurit tersisa menjatuhkan senjatanya dan berlutut dengan serentak, "Kami menyerah"
Pasukan yang masih kuat segera menggiring mereka untuk dikumpulkan.
Tidak terasa cahaya dari timur mulai keluar sang Surya sudah menampakkan dari balik bukit cahaya masuk keperkarangan istana. Baur anyir dari noda-noda darah memenuhi segala penjuru istana, mayat-mayat bergelimpangan berserakan dari prajurit yang gugur dari pihak musuh atau sebaliknya.
Senopati Lingga berkata lantang, "Hidup Yang Mulia, Jayalah Kerajaan Ramapala.
Sontak semua pasukan mengulanginya berulang-ulang sehingga keadaan menjadi riuh dari suara para pasukan.
__ADS_1
Prabu Surasesa maju selangkah dan mengangkat tangannya memberikan kode untuk berhenti, semua orang pun terdiam terdengar suara lantang nya menggema ke segala penjuru istana, "Aku mengatakan banyak terimakasih kepada semua orang yang sudah berjuang melawan emosi dan perasaan kita harus dipaksa bertarung dengan sidara kita sendiri, dan banyak sodara kita yang gugur dalam perjuangan itu, maka kita akan memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawan kita yang telah gugur"
Maka hari itu digunakan semua orang untuk membersihkan istana dan memperbaiki kerusakan-kerusakan, dan menguburkan jasad-jasad suasan berkabung terlihat dari semua orang.
Setelah Seminggu dari pertempuran dahsyat tersebut kabar kembalinya Kerajaan Ramapala ketangan Prabu Surasesa menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh rakyat Kerajaan Ramapala.
Sepasang pendekar Teratai sudah mulai pulih berkat bantuan Sudawira yang memberikan ramuan-ramuan penyembuh.
Senopati Lingga, Abhiyasa dan Maheswara sudah mulai pulih kembali luka-luka mereka sudah mengering. Satu minggu kemudian keadaan sudah seperti sediakala.
Hari itu suasana sangat cerah. Seluruh Prajurit istana hilir mudik, para juru masak sibuk menyiapkan hidangan, setelah tiga hari sebelum nya Ki Suryalaya bersama para pendekar perguruan Rajawali Putih mengantarkan seluruh anggota keluarga kerajaan termasuk Permaisuri Dewi Sekarsari. Hari ini mereka akan mengadakan pesta pengangkatan kembali Prabu Surasesa menjadi Raja di Kerajaan Ramapala.
Bahkan atas perintah Prabu Surasesa bagi rakyat yang jauh dari Kotaraja menyuruh menggelar pesta disetiap Kadipaten dan desa sehingga semua rakyatnya bisa merasakan kemenangan.
__ADS_1
Acara yang ditunggu-tunggu itu akhirnya sampai pada puncaknya istana sudah dipenuhi semua orang bahkan istana yang sebelumnya tertutup bagi orang umum sekarang terbuka lebar bagi setiap orang yang ingin masuk.