Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Perguruan Rajawali Putih


__ADS_3

Maheswara pergi menemui Pemilik kedai untuk melakukan pembayaran. Kemudian keduanya memacu kudanya meninggalkan kedai dan melanjutkan perjalanan.


Mereka terus memacu kudanya dan meninggalkan perkampungan Bumiayu diujung kampung mereka berbelok kearah perkampungan gunung lawu.


Setelah beberapa hari tanpa hambatan mereka akhirnya sampai ditempat tujuan. Yaitu perkampungan gunung lawu.


Kuda keduanya terhenti di muka sebuah gerbang diatas palangnya bertuliskan perguruan rajawali putih yang diapit oleh patung rajawali yang diukir dari batu warna putih.


Maheswara Menunjukkan lencana kepada para penjaga gerbang, setelah mengenalinya para penjaga membuka gerbang itu dan mempersilahkan keduanya masuk


Perguruan rajawali putih nampak terlihat seperti Sebuah perkampungan, sangat luas dan banyak bangunan-bangunan pondok berjerjer di sepanjang jalan yang membentang.


Maheswara memacu kudanya melewati pondok-pondok itu, keduanya berhenti didepan rumah yang cukup besar milik Ki Suryalaya. Nampak beberapa murid sedang duduk di kursi dari rotan.


Keduanya turun dari kudanya, seorang pemuda sebaya dengan Maheswara bertubuh tinggi kekar bernama Barna sahabat Maheswara,


Barna menyambut kedatangan mereka, kemudian menyapa dengan ramah, terdengar katanya, "Selamat datang kembali kawan"


Maheswara terkekeh terdengar mengejeknya katanya, "Hei, kau sekarang tambah gemukan"

__ADS_1


Di kemudian ketawa terbahak-bahak.


"Kau sama seperti dulu" katanya.


Selanjutnya Barna meminta temannya yang lain untuk membawa kuda keduanya ketempat penyimpanan kuda.


Barna memba keduanya kedalam rumah masuk kedalam ruangan pertemuan.


"Duduklah" katanya. "Tunggu sebentar aku akan memberi tahu tetua"


Barna meninggalkan keduanya. Setelah beberapa saat kemudian ia kembali bersama orang tua bernama Ki Suryalaya, bertubuh sedang kekurus-kurusan, matanya tajam bening.


Ki Suryalaya duduk didepan mereka sedangkan Barna duduk disampingnya maheswara.


"Maaapkan Cucumu ini baru sekarang berkunjung kemari karena banyak sekali urusan dikerajaan" jawab Maheswara, sambil menusukan wajahnya.


"Aku tau nak karena kewajiban mu berat setelah kamu menjadi prajurit kerajaan."


Kemudian ia berkata lagi katanya, "Aku sangat khawatir kau tak kunjung datang setelah mendengar kerajaan dikudeta"

__ADS_1


Maheswara hanya terdiam tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirnya.


Ki Suryalaya menatap pemuda asing disamping Maheswara terdengar, "Terus anakmas ni siapa?" katanya.


Maheswara memperkenalkan Sudawira kepada Kakeknya.


Betapa kagetnya Ki Suryalaya mendengar kalau pemuda dihadapannya adalah putra dari seseorang yang dieluh-eluhkan perguruan rajawali putih dan dikagumi semua orang bahkan Jayapati dijadikan motivasi tersendiri bagi semua murid perguruan rajawali putih.


Ki Suryalaya menatap Sudawira dari bawah sampai atas.


"Hem" katanya, "Jadi anakmas ini putra Jaya Pati?"


Sudawira sambil menganggukkan kepalanya, "Benar Eyang" jawab Sudawira.


Setelah perbincangan selesai, Ki Suryalaya meminta Barna untuk mengantarkan keduanya kekamar peristirahatan untuk membersihkan badan dan beristirahat karena sudah melakukan perjalanan jauh.


Pada malam hari terdengar orang mengetuk pintu Kamar Sudawira. Ternyata salah satu murid untuk mengajak nya ke acara jamuan makan malam. Sudawira mengikuti nya dari belakang hingga beberapa saat kemudian mereka kedalam ruangan makan yan cukup luas terlihat keluarga Maheswara sudah nampak Hadir diruangan itu.


Maheswara melambaikan tangannya ke Sudawira terdengar "Wira" katanya, "Duduklah disampingku"

__ADS_1


Sudawira bergegas ke arah Maheswara dan duduk disampingnya. Sambil menikmati hidangan Ki Suryalaya memperkenalkan Sudawira kepada seluruh Murid-murid nya.


Semuanya begitu menikmatinya hidangan yang telah sajikan.


__ADS_2