Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Rencana Penyerangan


__ADS_3

Sudawira masih keheranan dengan kejadian yang terjadi "Apa aku bermimpi, tapi kenapa serasa benar-benar terjadi" Gumamnya dalam hati".


Lestari yang melihat Sudawira kebingungan, "Kakang?"


Sudawira kaget dia tersenyum karena ia sadar bahwa dirinya tidak sendirian, "Iya nyai"jawabnya.


"Apa kakang memikirkan sesuatu?" Tanya Lestari.


"Ahhh tidak nyai" Jawab Sudawira.


Lestari tidak memaksanya untuk bercerita dia memilih berdiam sambil menatap bintang-bintang yang berkelip-kelip di langit malam.


Tiba-tiba secara spontan berkata lirih, "Gunung, hamparan rumput hijau dan bunga-bunga yang sangat indah"


Lestari menoleh dia seperti pernah mendengar tempat itu, "Rasanya aku pernah mendengar tempat itu" sahutnya.


"Apakah nyai tau tempat itu?" Tanya Sudawira yang penasaran.


Lestari belum menjawab pertanyaan ia mengingat-ingat, "Gunung Seribu Bunga" Ucapnya.


Sudawira mengernyitkan dahinya dia belum pernah mendengar tempat itu, "Apa nyai tahu dimana letak gunung tersebut?"


"Aku mendengar dari cerita ibuku sebelum tidur bahwa ada gunung seribu bunga tempat terkurung nya bidadari khayangan, dan aku pikir itu hanya cerita saja dan tidak pernah ada" Jawabnya.

__ADS_1


Sudawira kecewa jadi dia benar-benar bermimpi, "Jadi Gunung itu hanya dongeng?" Lirihnya


"Iya"Jawab Lestari, "Apa kakang belum pernah mendengar cerita Bidadari khayangan yang terkurung di Gunung Seribu Bunga?"


Sudawira menggelengkan kepalanya memang harus diakui hidupnya pun dihutan tinggal bersama seorang kakek yang tidak pandai bercerita. Karena itu ia jarang mendapatkan cerita-cerita dongeng yang biasa diceritakan ibunya kepada anaknya sebelum tidur.


Tidak terasa dirinya merindukan sosok seorang ibu terlihat matanya memancarkan kesedihan.


Lestari menjadi salah tingkah dia merasa ucapannya telah membuat Sudawira menjadi bersedih. Ia menundukkan wajahnya dan berkata, "Maapkan aku kakang" lirihnya.


Sudawira tersadar dari lamunannya sehingga menjadi larut dalam keadaan dirinya yang tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya, "Ahhh tidak papa nyai aku hanya teringat kehidupan yang tidak berpihak kepada diriku"


Lestari menjadi semakin bersalah ia tidak menjawab terus menundukkan wajahnya tidak berani menatap Sudawira.


Lestari mengangkat wajahnya dia sedikit canggung, namun melihat sorot mata Sudawira yang bening membuat hatinya berdebar-debar, ia menganggukan kepalanya.


Lestari pun menceritakan dongeng yang dia dapatkan dari ibunya ketika mau tidur.


Ia menceritakan nya sangat detail.


Sudawira terkejut mendengar pada saat Lestari menceritakan ciri fisik Bidadari khayangan dan Gunung Seribu Bunga tersebut sama seperti yang ia lihat.


Lestari menarik nafas setelah bercerita ia menatap wajah Sudawira seakan-akan meminta penilaian.

__ADS_1


"Cerita yang menarik" Sudawira tersenyum.


Lestari tersenyum mendengar jawaban yang membuatnya lega.


Keduanya saling bertukar cerita didalam keremangan malam membuat keduanya semakin akrab.


*****


Patih Ajidarma membungkukkan badan memberi hormat kepada Prabu Surasesa.


Prabu Surasesa mengangkat tangannya, "Jangan seperti itu paman"


Akhirnya keduanya duduk sambil memandangi langit yang terlihat dipenuhi bintang-bintang.


"Ada apa paman seperti nya ada sesuatu yang paman akan sampaikan?" Tanya Prabu Surasesa.


"Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi melihat penderitaan rakyat" Sahut Patih Ajidarma.


Prabu Surasesa terdiam dia juga merasakan hal yang sama dia sudah gatal dengan kebijakan yang Prabu Kamandaka yang sewenang-wenang.


"Aku juga merasakan nya paman"


"Maka dari itu kita harus segera melakukan penyerangan." Ucap Patih Ajidarma.

__ADS_1


__ADS_2