Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Hutan Halimun


__ADS_3

Perguruan Iblis merah menjadi tegang


Ki Jagatra menggebrak meja sampai hancur menjadi berkeping-keping.Dia mengepalkan tangannya raut wajah memerah karena menahan amarahnya yang sedang meledak-ledak.


Ki Jagatra dengan suara tinggi menatap Salah satu muridnya yang berlutut dihadapan nya. Ia lalu mengangkat tubuh muridnya.


"Siapa yang melukai putra ku?" Katanya.


" Orang bertopeng Hitam keemasan" jawabnya.


Setelah menyelesaikan perkataannya ia terpental kedinding dan dia tubuhnya ambruk kelantai.


Ki Jagatra menggertakkan giginya amarahnya semakin meluap-luap. Sahuhutnya, "Siapapun orangnya dia sudah berani mencari masalah dengan Perguruan Iblis Merah"


Ki Jagatra menatap murid terbaiknya bernama Pramudya, "Pramudya cepat cari orang itu dan bawa kehadapan ku hidup atau mati!" Katanya.


"Baik Ketua" Jawab Pramudya.


Pramudya meninggalkan ruangan dan menyuruh murid lainnya untuk membawa murid yang sudah rubuh dilantai.


*****


Patih Ajidarma masuk kedalam Kedai, ia duduk disebelah pojok.


Terdengar beberapa tamu sedang berbincang dikadai itu.

__ADS_1


"Akhir-akhir ini desa ini sering kedatangan para pendekar" katanya.


"Aku juga pernah mendengar nya dari kawanku pernah melihat para pendekar tersebut pergi hutan Halimun" Jawab rekannya.


"Benarkah bukanya hutan itu hutan angker" kata rekanya yang lain.


"Mungkin mereka mencari sesuatu dihutan itu" Jawabnya.


Patih Ajidarma mengernyitkan dahinya mendengar percakapan pemuda desa"Hutan Halimun ya," Gumamnya dalam hatinya.


Ia berdiri dan mendekati para pemuda itu terdenar, "Maap kisanak aku menggangu percakapan kisanak bolehkah aku duduk bersama kalian" kata Patih Ajidarma.


Para pemuda sedikit ragu sehingga saling melirik satu sama lainnya.


Patih Ajidarma yang melihat keraguan diwajah para pemuda, sahuhutnya, "Ahhh Kisanak jangan salah paham aku tidak bermaksud jahat,"


"Terimakasih" jawab Patih Ajidarma, "Maap kisanak tadi aku mendengar percakapan kalian"


Seseorang melirik kedua temannya yang membisu, "Maapkan kami tuan pendekar kami tidak tau menahu kami hanya melihatnya sekilas" jawabnya.


"Ahh kisanak aku hanya ingin mengetahui jalan kehutan Halimun tersebut, jika kisanak berkenan,"


"Jadi tuan akan pergi kesana,?" tanyanya


"Iya aku jadi tertarik mendengar cerita kalian" jawab Patih Ajidarma

__ADS_1


Ia pun menjelaskan jalan yang harus dilalui Patih Ajidarma .


Patih Ajidarma menundukan kepalanya lalu bangkit dan keluar dari rumah makan dan bergerak cepat menuju ujung desa, "Terimakasih kisanak"


"Apa yang sebenarnya mereka cari"sahutnya.


"Alah sudahlah jangan kau bahas lagi" jawabnya.


Para pemuda menatap Patih Ajidarma yang melangkahkan kakinya pergi sampai dia menghilang.


*****


Diujung desa tepatnya didalam hutan menuju Gunung Halimun tiga pendekar dengan memakai topeng putih terukir kepala rajawali sedang dikepung oleh beberapa pendekar dengan pedang terhunus kepada mereka.


Pria dengan tiga gores bekas luka di wajahnya yang tidak lain Tong Bajil diatas pohon tertawa lantang terdengar berteriak.


"Hahahaha aku gak usah repot-repot mencari para pendekar rajawali putih" katanya


"Tong Bajil pendekar tombak pencabut nyawa" Maheswara mengernyitkan dahinya.


"Hati-hati kita harus waspada kepada orang tua itu dia Tong Bajil pendekar tombak pencabut nyawa" Prabu Surasesa berbisik kepada Sudawira.


"Baik Yang Mulia" Jawab Sudawira.


"Apa mau mu tuan Bajil kenapa kalian mencegat jalan kami?" jawab Prabu Surasesa.

__ADS_1


"Hahaha kalian lupa guruku Wanapati terbunuh oleh Jayapati dan luka dimukaku oleh pedangnya Sadewa" Katanya.


"Jadi kamu mau menuntut balas" Kata Prabu Surasesa.


__ADS_2