Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Pengangkatan Kembali Prabu Surasesa Menjadi Raja.


__ADS_3

Prabu Surasesa duduk berlutut disampingnya seorang resih menciprat-cipratkan air bunga tujuh rupa ke badan sang prabu berulang-ulang. Setelah upacara mandi kembang tujuh rupa itu selesai, Patih Ajidarma menghampiri dan memasangkan Mahkota kebesaran yang terbuat dari campuran emas dihiasi ukiran-ukiran naga yang menjadi lambang kerajaan. Dewi Sekarsari memakaikan jubah kebesaran yang terbuat dari kain sutera terbaik ditanah Jawadwipa berwarna hitam bermotif batik keemas-emasan. Menjadikan Prabu Surasesa gagah dan menawan wajah kebangsawanan yang mancarkan kharismatik membuat semua orang yang melihatnya terpukau.


Dewi Sekarsari menggandengnya ke Singgasana. Prabu Surasesa duduk di singgasana tersebut Dewi Sekarsari duduk disamping sebelah kanan, sedangkan adiknya Dewi Utari duduk disebelah kiri.


Patih Ajidarma berdiri dia berkata lantang, "Hidup Yang Mulia, Jayalah Kerajaan Ramapala"


Semua orang berdiri dan mengulanginya berulang-ulang.


Bahkan diluar istana semua rakyat juga mengulanginya.


Prabu Surasesa berdiri dan mengangkat tangannya. Semua orang kembali duduk.


Prabu Surasesa kemudian berpidato dihadapan semua orang kata-katanya penuh makna.


Setelah Prabu Surasesa menyelesaikan pidatonya semua orang bertepuk tangan dan berteriak sorak sorai menunjukkan kebahagiaan mereka.


Pesta pun dimulai mereka disuguhkan para penari yang mengiringi musik-musik. Gelak tawa canda tawa bahagia terlihat seluruh prajurit dan rakyat yang menyaksikan.


Semua orang asik memakan semua jamuan yang sudah disiapkan.


Sudawira berdiri menatap keceriaan semua orang, dalam benaknya terpikir kan permintaan Prabu Surasesa yang akan memberikan posisi jika dirinya bersedia.

__ADS_1


"Dunia sangat luas nak" Patih Ajidarma menepuk pundaknya.


"Ahhh tuan Patih" Sudawira memberi hormat.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu nak" sahutnya, mengajak Sudawira pergi dari ruangan pesta.


Sudawira mengikutinya disampingnya.


"sebenarnya kita akan kemana tuan?" tanya Sudawira penasaran.


"Kamu akan segera mengetahui nya" jawab Patih Ajidarma.


Patih Ajidarma membuka pintu tersebut keduanya masuk kedalam ruangan yang cukup luas, tampak seperti perpustakaan tapi ada beberapa senjata yang berjajar rapi pula. Terdapat meja kecil beserta dua kursi.


"Silahkan duduk" mempersilahkan duduk,


"Tunggu sebentar" Patih Ajidarma berjalan kesalah satu sudut dan membuka tumpukan buku-buku mencari-cari sesuatu.


Tidak lama dia datang kembali dengan menggenggam sesuatu tampak sebuah kitab


kemudian duduk Kembali.

__ADS_1


"Kenapa aku membawa mu kesini karena ada kaitannya dengan kitab ini" Ia menunjukkan kitab itu.


Sudawira tidak mengerti maksudnya.


Mendapati Sudawira yang belum mengerti "Baiklah akan aku ceritakan sesuatu kepadamu"


Patih Ajidarma menarik nafas dalam-dalam sebelum bercerita.


"Pertama ini adalah Salah satu kitab yang dicari oleh seluruh pendekar dunia persilatan"


Secara spontan Sudawira berkata, " Kitab Kesatria Suci"


"Iya" Jawab Patih Ajidarma dan melanjutkan ceritanya.


Dalam pengembaraan secara kebetulan aku dan ayahmu Jayapati bertemu karena tujuan kami sama maka kami sangat akrab. Hingga pada suatu ketika aku diajaknya singgah di Perguruan Rajawali putih. Sebelum aku kembali melanjutkan pengembaraan Ki Jayapati memberikan kitab kesatria suci ini kepadaku. Aku tidak mengerti kenapa beliau memberikannya, namun ia tidak menjelaskan alasannya, aku tidak memperdebatkan nya. Setelah itu aku pergi meninggalkan perguruan itu, namun setelah beberapa hari aku mendengar kabar ada penyerangan ke Perguruan Rajawali Putih. Akhirnya aku mengerti alasan kenapa beliau memberikannya kepadaku"


******


Author ucapkan banyak terima kasih.


Semoga kalian suka novelnya.

__ADS_1


__ADS_2