Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Pendekar Bulan Bintang


__ADS_3

Hai haii halo para pembaca dimana pun kalian berada selamat berjumpa lagi dengan saya.


Alhamdulillah saya kali ini, kembali untuk melanjutkan cerita pendekar Kesatria suci yang sempat tertunda. Dengan cerita baru yang lebih menarik dan menghibur.


bagaimana kisahnya mari ikuti terus ceritanya.


Terimakasih


****


Trang ... Trang ... Trang


Dua logam beradu sehingga percikan api amat menyilaukan mata.


Hiattt ... Hiatt ... Hiatt


"Rasakan ini!"


Satria dengan cepat mengayunkan pedangnya untuk menahan laju pedang Ki Damar.


Krekkk (suara pedang patah)


Satria tercengang menatap pedang yang digenggamnya telah patah menjadi dua bagian. Tanpa dia sadari pedang Ki Damar sudah siap menghujam jantung.


"Kau masih sempat melamun, Adik."


Ki Damar menurunkan pedang miliknya dan menyarung kan nya kembali.

__ADS_1


Satria hanya cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Mari, Adik." Mempersilahkan Satria untuk masuk ke rumah. Keduanya kemudian duduk.


"Sudah lama, Adik tidak mampir kesini."


"Nganu, Kang Mas ... kebetulan keadaan di perguruan lagi banyak pekerjaan."


Keduanya saling bertukar cerita sambil senda gurau untuk mengobati rasa rindu yang telah sekian lamanya mereka tidak bertemu.


Tak terasa waktu berjalan cepat lamanya siang kini berganti dengan sang malam.


Mereka kemudian menyantap makanan yang telah di siapkan oleh istri Ki Damar.


****


Ki Damar segera mengambilnya kemudian membaca satu persatu isi pesan yang tertulis pada daun lontar tersebut.


Seketika wajahnya mendadak pucat setelah membaca isi pesan yang dibacanya. Menyimpan ke ketakutan yang mendalam.


"Ada apa? Kang mas, apa ada sesuatu yang membuat kakang takut?" tanya Satria yang kebingungan melihat saudaranya menjadi aneh.


"Sepertinya, Adik tak perlu mencemaskan! Ini hanya persoalan kami berdua." Ki Damar mencoba membuat dirinya kembali tenang.


Satria terdiam dia tidak mau terlalu mencampuri yang menjadi urusan saudaranya. Walaupun banyak pertanyaan yang hadir dibenaknya.


Suasana menjadi hening udara semakin dingin, suara -suara binatang malam terdengar saling bersahutan dari luar rumah. Kadang-kadang dari kejauhan terdengar suara anjing menggonggong membuat suasana kian menjadi mencekam. Seperti itulah keadaan malam hari di pedukuhan Jati Anom.

__ADS_1


Pedukuhan Jati Anom merupakan sebuah pedukuhan kecil yang terletak di daerah kadipaten Pakualam dibawah pemerintahan kerajaan Bumiayu.


****


Kerajaan Bumiayu yang dulunya adalah sebuah kerajaan kecil yang tidak terlalu diperhitungkan. Namun kini kerajaan tersebut telah maju pesat dapat dilihat dari segi pembangunan infrastruktur dan kehidupan rakyatnya yang sejahtera.


Kemajuan tersebut tidak terlepas dari sosok raja yang bijaksana yaitu Prabu Jayalanangraga. Yang merupakan keturunan dari raja pertama yaitu Prabu Sudawira.


****


Hiatt ... hiattt ... hiattt


Satria memacu kudanya dengan cepat meninggalkan pedukuhan Jati Anom.


Di kediamannya Ki Damar masih berdiri menatap saudaranya yang pergi. Kemudian dia duduk dikursi rotan, ia kembali merenung teringat isi pesan dari gurunya.


Tak lama berselang Lasmini (Istri Ki Damar) duduk sambil membawa secangkir teh hangat dan singkong goreng.


"Ada masalah apa? Kang Mas," tanya Lasmini melihat ke anehan yang tidak biasa dari raut muka suaminya itu.


"Hhmmmssh ... " Ki Damar menarik nafas panjang. "Kau ingat anak yang kita temukan 15 tahun silam?sekarang dia telah tumbuh dewasa!"


"Iya, lantas apa hubungannya dengan pesan eyang guru?"


"Eyang pernah mengatakan bahwa akan ada bencana besar melanda tanah air ini!"


"Coba Kanda jelaskan! Jangan berbelit-belit!" ucap Lasmini yang tidak mengerti maksud perkataan suaminya.

__ADS_1


"Negeri ini akan mengalami malapetaka besar dimana akan terjadi pertumpahan darah dimana-mana. Para petinggi negeri akan saling berebut kekuasaan sehingga rakyat tidak lagi menjadi prioritas, para bangsawan berlomba-lomba memperkaya diri tanpa melihat orang yang lebih lemah. Malapetaka tersebut akan terjadi manakala munculnya dua hal yaitu pedang pusaka kencana bumi dan pendekar bulan bintang"


__ADS_2