Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Kemarahan Ketua Lembah Hitam


__ADS_3

Setelah menguburkan mayat-mayat supaya tidak menimbulkan penyakit. Mereka melanjutkan perjalanan.


"Aku sangat berterimakasih kepada Perguruan Teratai Putih karena sudah membantu kami" Kata Prabu Surasesa.


"Tidak usah sungkan Yang Mulia, kami sebenarnya datang karena diminta Guru kami untuk membantu Yang Mulia" Jawab Adiwangsa.


Prabu Surasesa menarik nafas panjang.


"Aku selalu menyusahkannya"


"Itu sudah kewajibannya, Yang Mulia"


*****


Di sebuah perguruan Lembah Hitam.


Para pendekar lembah hitam berkumpul di ruang pertemuan.


Aura menekan tiba-tiba membuat semua orang yang ada diruangan itu, menjadi sulit bergerak bahkan mereka kesulitan bernapas.


Ki Maruli datang menunjukkan kekuatannya. Melihat semua orang merasa kesulitan dia menarik kembali kekuatannya.


Semua orang bisa bernafas lagi, Mereka berdiri dan memberi hormat.

__ADS_1


Ki Maruli umurnya sekitar 40 tahun. Tubuhnya yang tinggi dan berbidang besar serta kekar, Memiliki dua bola mata yang tajam, ditambah kumis tebal menambah keangkeran wajahnya.


Dia merupakan ketua Perguruan Lembah Hitam menggantikan ayahnya yaitu Ki Wanapati. Saat ini dia bisa disebut tokoh dunia persilatan golongan hitam yang paling ditakuti. Bahkan termasuk jagoan persilatan saat ini.


Ki Maruli duduk menghadap para tetua Perguruan Lembah Hitam.


Mata mereka tertuju kepada ketua perguruan mereka. Tidak ada yang berani berkata apapun karena semua orang tahu sifat ketuanya yang mudah tersinggung. Dan dia dikenal sangat kejam tidak peduli kawan maupun lawan.


Barulah orang tua yang bernama Ki Maruli itu, berkata pelan tapi karena menggunakan tenaga dalam suaranya terdengar jelas, "Hasta" katanya.


"Iya ketua" Jawab Hasta gugup.


"Katakan informasi apa yang kamu bawa?" katanya. Suara serak basah dan tinggi menakutkan bagi yang mendengar nya.


"Keturunan Jayapati telah muncul ketua" jawab Hasta.


Ki Maruli berdiri wajahnya merah menyala dengan suara menggelegar memenuhi ruangan tersebut dan membuat semua orang berkeringat dingin.


"Apa?," katanya. "Jadi musuhku telah muncul".


Hasta berkeringat dingin dan sudah membasahi tubuhnya dan kakinya bergetar terdengar, "Benar ketua" jawabnya.


Ki Maruli sadar kemarahannya membuat semua muridnya ketakutan dia mulai menenangkan diri dan kembali duduk.

__ADS_1


Ki Maruli kembali bertanya, "Terus informasi apa lagi yang kamu dapatkan?" Katanya.


"Dia telah membunuh Tong Bajil" Jawab Hasta sambil menundukkan wajahnya.


Bukan hanya Ki Maruli yang terkejut bahkan semua orang yang berada diruangan ikut terkejut.


Mereka mengenal siapa Tong Bajil dia adalah tokoh dunia persilatan yang ditakuti bahkan dirinya ketua dari Perampok Kala Ireng.


Keterkejutannya mereka bukan tanpa alasan, Tong Bajil merupakan adik Ki Wanapati ayah Ki Maruli.


Ki Maruli memejamkan matanya sekarang didalam tubuhnya kembali api dendam kembali menyala-nyala bahkan lebih dahsyat serasa seluruh jiwanya terbakar.


"Kenapa semua orang yang didekatkan ku harus mati" desisnya.


"Kita masih punya kesempatan untuk membalas dendam, ketua"


Tiba-tiba terdengar seorang pria sepuh tubuhnya udah nampak tua dan semua rambutnya sudah memutih namun penglihatannya masih tajam.


Semua orang menoleh ke sepuh tersebut terdengar Ki Maruli, "Benar" jawabnya. "Apa yang dikatakan Kakek Jumantara"


"Dengar, dia telah menyalakan api yang lebih besar" Katanya.


Sambil mengangkat kepalanya tangannya Ki Maruli berkata Lantang.

__ADS_1


"Aku akan menuntut balas kematian paman Tong Bajil, akan ku pastin tangan aku sendiri yang melakukannya"


__ADS_2