Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Di Tempat Yang Berbeda


__ADS_3

Perlahan dia menurunkan kaki kanannya seperti yang dikatakan Ki Wanaraja aura hangat di tubuhnya tidak terpengaruh oleh hawa dingin air danau itu. Bahkan aura hangat ditubuhnya semakin kuat menekan aura dingin.


Tanpa ada keraguan lagi ia menyelam ke dasar danau. Tangannya meraih batu yang berbentuk datar. Kemudian dia duduk di batu tersebut anehnya seperti ada sesuatu didalam batu tersebut. Dirinya seakan-akan di tarik dan menempel tidak bisa lepas lagi.


Kemudian dia memulai semedinya, Ia mulai mempraktekkan apa yang ada dalam ingatan nya yang ada dalam kitab kesatria suci.


Memang sebelumnya Sudawira pernah membuka kita itu. Ia sempat membaca catatan petunjuk bersemedi yang berbeda dari ajaran gurunya Eyang Banyu Rekso.


Sudawira memejamkan matanya terasa aura hangat kini berangsur-angsur perlahan mulai menghilang berganti dengan hawa dingin yang sangat amat dingin laksana berada di kutub Utara.


Hawa dingin benar-benar merasuki tubuh nya. Dia berusaha meronta supaya dapat kembali ke darat namun jangan bergerak membuka matanya saja ia tidak mampu. Seperti ada yang mengunci seluruh tubuh.


"Kosongkan semua pikiran mu, bayangkan dirimu berada didalam ruangan hampa"

__ADS_1


Terdengar sebuah bisikan gaib ditelinganya. Namun ia tidak bisa menjawab suara itu.


Sudawira mulai melakukan apa yang dikatakan bisikan gaib tersebut.


Dia mulai mengosongkan pikiran menghilangkan segala belenggu yang ada di dalam dirinya. Dia tidak mengingat lagi dimana dia berada seakan-akan semua ingatan telah menghilang.


Kini dia berada didalam sebuah ruangan hampa tanpa udara ia melayang-layang. Bukan tanpa alasan karena tempat itu tidak ada tempat untuk berpijak dan tidak ada pegangan untuk dipegang. Betul-betul sebuah tempat yang belum pernah dia singgahi bahkan mungkin tidak pernah ada.


Dia melayang mencari tempat yang mungkin bisa ia singgah namun tempat itu tidak berujung semuanya sama.


Saat ia dalam keadaan kebingungan dan keputusasaan tampak sebuah sinar cahaya yang perlahan mendekati nya. Kemudian sinar cahaya itu memutar diatas kepalanya lalu masuk kedalam kepalanya membuat kepalanya merasakan sakit yang sangat luar biasa serasa kepalanya akan pecah.


Disaat merasakan itu ia melihat dalam ingatan nya kejadian-kejadian yang pernah ia lewatkan sampai akhir nya bersamaan dengan hilangnya rasa sakit dia mulai menemukan ingatannya kembali.

__ADS_1


"Dimana aku, apa aku sudah mati"


Dia berkata sendiri.


Kemudian ada sebuah sinar cahaya yang sangat terang menarik dirinya masuk kedalam sinar itu.


Kemudian ia sudah berada disuatu tempat yang berbeda. Ia melihat hamparan lautan luas. Namun tiba-tiba ada pusaran air yang menyedot tubuhnya sehingga dia masuk kedalam pusaran air itu.


Dia berteriak sekencang-kencangnya namun tidak ada jawaban karena memang tidak ada orang lain selain dirinya.


Setelah beberapa saat dalam pusaran air dirinya sudah berada ditempat berbeda. Kini dia berada disuatu tempat lebih bisa dikatakan sebuah kota tampak terlihat bangunan-bangunan megah mencakar langit. Terlihat orang-orang yang berlalu lalang ditengah kesibukan mereka.


Banyak mereka yang berkumpul bersama kawan-kawan disebuah rumah makan untuk bersenda gurau sambil menikmati segelas teh hangat bersama beberapa makanan di mejanya. Mereka tampak menikmati dan bahagia.

__ADS_1


Sepasang kekasih terlihat bermesraan di sebuah taman yang indah. Anak kecil berkejaran dengan kawannya sambil tertawa riang.


__ADS_2