Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Sepasang Pendekar melawan Tiga Pendekar dari bukit Tenggarong


__ADS_3

Adiwangsa dan Lestari memacu kudanya dengan cepat meninggalkan kedai itu. terdengar suara Lestari berkata. "Kenapa kita harus menghindar kakang" katanya.


"Kita harus menghemat tenaga dan waktu diajeng jadi sebaik mungkin kita harus menghindari bentrokan."jawab Adiwangsa yang terus memacu kuda nya.


Namun keduanya menarik kekang kudanya untuk menghentikan nya ketika tiga orang suda berada didepan keduanya.


Subarna berteriak, "Kalian pikir bisa pergi begitu saja" katanya.


"Maap kisanak biarkan kami lewat" jawab Adiwangsa.


Mereka secara bersamaan tertawa menakutkan.


"Apa kami harus menuruti kemauan mu" Sahutnya.


Adiwangsa tidak bisa mengelak dia harus pertempuran, ia loncat dari punggung kudanya disusul Lestari. dan berkata.

__ADS_1


"Marilah jika kalian menginginkan nya" .


"Bagus" Katanya singkat


Mereka sudah berhadapan Adiwangsa loncat menebaskan pedangnya kearah mereka, Mereka yang mendapatkan serangan tiba-tiba loncat menghindar.


Namun Adiwangsa tidak membiarkan musuh dia bergerak cepat kembali menebaskan pedangnya kepada dua orang dihadapan maksud Adiwangsa ia akan mencoba melawan dua orang.


Subarna dan Karma dia harus menahan serangan bertubi-tubi Adiwangsa. Namun perlahan-lahan mereka mengimbanginya dan mulai menyerang Sesekali pedang mereka berbenturan dan menghasilkan bunga api dia.


Pertempuran mereka semakin seru.


Kadang dipaksa diposisi bertahan namun juga berada diposisi menyerang.


Disekitar mereka Lestari dengan Kusna tak kalah seru, keduanya beberapa kali berganti gerakan memamerkan keahlian masing-masing. Lestari dengan kemampuan nya memainkan pedang diapun mampu memanfaatkan pedannya menari-nari dan siap menebas lawannya. Tetapi Kusna juga tida tidur ia dengan lihai mematahkan serangan-serangan tersebut.

__ADS_1


estari menebaskan pedangnya dengan sigap Kusna menangkisnya maka benturan pedang mereka menghasilkan bunga api. Kusna tidak ingin diposisi bertahan ia menyerang dengan penuh tenaga dalam sehingga pedangnya menyambar secepat kilat kearah wajah, namun lestari dengan lincah merendahkan tubuhnya sehingga pedang tersebut berada diatas kepalnya, Lestari mengayunkan pedangnya yang sadar mendapatkan serangan dibawah Kusna loncat surut.


Adiwangsa mulai menguasai pertarungan dia mampu mendesak kedua lawannya dengan serangan cepatnya tebasan menyambar-nyambar bagaikan kilat tajam.


Memaksa Subarna dan Karma berada diposisi bertahan. Adiwangsa menebaskan pedangnya semakin cepat kearah Karma dia masih sempat menangkis namun sayang pedangnya terpental jatuh, dia menggunakan jurus tarian teratai putih pedangnya memutar-mutar semakin lama maka putaran pedang tersebut semakin cepat membuat kedua lawannya terpojok dan terlihat luka sayatan dibadanya.


Subarna dan Karma menggeram marah. Keduanya menggunakan semua kemampuannya mengamuk sejadi-jadinya dia menyerang seperti seekor serigala yang sedang kelaparan.


Keduanya tidak memikirkan apapun selain ingin membinasakan lawannya. Adiwangsa terpaksa harus menerima serangan cepat dan mematikan beberapa kali pedang mereka harus berbeturan.


Adiwangsa mundur beberapa langkah dia menyerang dengan kecepatan tinggi menusuk namun saat keduanya bertemu Adiwangsa memutar badannya dan berada disamping Karma dia menebaskan pedangnya Karma yang tidak sempat menghindar harus mendapatkan luka dipundak dia tersungkur rubuh ketanah dan tidak bangkit lagi.


Melihat kawannya rubuh Subarna loncat surut dia pergi kesemak-semak melarikan diri tanpa memikirkan rekannya.


Kusna yang melihat Subarna kabur dia tidak memikirkan lagi pertempuran ia mendesak Lestari membuat Lestari terpaksa loncat surut.

__ADS_1


Dengan cepat ia berlari menyusul Subarna.


__ADS_2