Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Ilmu Desandria


__ADS_3

Kembalinya Patih Ajidarma menjadi salah satu kabar baik bagi seluruh prajurit bukan hanya prajurit tapi semua orang yang akan berjuang.


Dalam suatu pertemuan nampak beberapa petinggi kerajaan.


"Kami sangat senang dengan kembalinya paman akan membuat semua prajurit akan kembali semangat juang mereka" Prabu Surasesa memulai perbincangan.


"Paman mendengar ada sesuatu yang terjadi di kerajaan jadi paman segera beranjak sudah kewajiban paman"


Pertemuan tersebut berjalan dengan lancar membahas tentang berbagai persoalan dan langkah-langkah yang harus segera diambil.


*****


Sudawira berjalan ia ingin menggerakkan tubuh yang sedikit kaku.


Angin malam menebak daun pepohonan dilangit terlihat bintang-bintang berkelip-kelip menambah keindahan ciptaan tuhan.


Sepasang pendekar sedang berlatih ilmu kanuragan. Adiwangsa dan Lestari dua pendekar muda kemampuan permainan pedangnya sangat memukau dan indah membuat semua orang yang menyaksikan akan terpana dibuat nya.

__ADS_1


Sudawira sendiri sangat kagum melihat keduanya memainkan jurus pedangnya.


"Mereka dari perguruan teratai putih aliran ilmu pedang yang terkenal dengan tarian pedang penghancur adalah salah satu jurus yang dimiliki oleh perguruan itu, namun sampai saat ini belum ada yang bisa menguasai nya selain ketua perguruan teratai putih" Gumamnya.


Tabib Narati keheranan mendengar kata yang diucapkan Sudawira semua benar namun bukan itu yang membuat keheranan adalah Sudawira masih muda dan cerita itu tidak banyak yang tahu karena jurus-jurus terkenal itu sudah menghilang karena sudah tidak ada lagi yang yang mempelajari karena tingkat kesulitannya.


Sudawira tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya dia sendiri secara spontan saja ia mengatakan nya berdasarkan penglihatannya.


"Tidak ada yang pernah bercerita kepadaku paman, aku hanya melihat nya saja"


Tabib Narati kaget bukan kepalang mana mungkin seseorang bisa menebak hanya melihat beberapa jurus.


Sudawira tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya, "Aku ingin melihat apa tebakan ku salah"


Tabib Narati tidak tau maksud dari pemuda dihadapannya dia hanya melihat pemuda itu loncat kearah sepasang pendekar muda yang sedang berlatih.


"Maap tuan boleh aku ikut berlatih dengan kalian" Sudawira sudah berada diantara keduanya.

__ADS_1


Adiwangsa tersenyum "Baiklah tuan kami tidak keberatan"


Lastri masih bengong bukan karena kaget tapi dia melihat wajah pria dihadapannya mungkin baru kali ini ia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan berdebar-debar.


Melihat adiknya masih bengong "Lastri mari kita tunjukan kemampuan perguruan teratai putih kepada sahabat lama kita"


Lastri menganggukan kepalanya ia segera bersiap.


"Ayo kita mulai" Sudawira loncat menyerang dengan pedang kearah mereka.


Mereka pun terlibat dalam suatu pertempuran yang sengit. Namun Adiwangsa dan Lestari harus menerima kemampuan lawannya terbukti hanya beberapa langkah saja mereka sudah surut.


Adiwangsa mengernyitkan dahinya ketika melihat jurus yang dipakai Sudawira bukan lah jurus perguruan rajawali putih seperti nya ia pernah melihat seseorang menggunakan jurus itu.


Melihat lawannya keheranan "Maap tuan aku meminjam jurus kalian"


Alangkah terkejutnya keduanya mendengarnya, ia teringat salah satu jurus perguruan nya hanya beberapa murid yang bisa mempelajari karena tingkat kesulitannya.

__ADS_1


Bahkan dirinya hanya menguasai dasar-dasar nya saja.


Sudawira mampu menguasai nya dengan sempurna dan lebih lihai dari ketua perguruan teratai putih.Dia sudah membangkitkan indera yang ke sepuluh yaitu ilmu Desandria. Dengan ilmu itu seseorang bisa meniru semua jurus lawannya dalam satu kali melihat saja.


__ADS_2