Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Pertarungan di Hutan Halimun 1


__ADS_3

Dihutan Halimun masih terlibat percakapan.


Antara Tong Bajil dengan Tiga pendekar Rajawali Putih.


"Aku belum tenang kalau Perguruan Rajawali Putih masih berdiri kokoh," Sahutnya dengan nada yang lebih tinggi


Maheswara menggertakkan giginya tersulut emosinya seperti tersambar petir perasaannya. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" Berteriak suaranya menggelegar ke seluruh hutan.


Tong Bajil Ketawa terbahak-bahak. "Aku suka orang sepertimu. Tapi cepat atau lambat semuanya akan terjadi"


Maheswara yang sudah terbakar emosinya menyerang semua orang yang mengepungnya.


"Jurus Tarian Rajawali Tingkat 4" Menjadikan pedangnya lebih bernyawa yang menari-nari seperti seekor Rajawali yang mencari mangsa. Menghalau gelombang serangan yang dilancarkan dari segala arah kepadanya.


Sudawira memisahkan diri dan diikuti beberapa orang yang langsung mengepungnya.


Sudawira benar-benar mampu memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya. "Tinju Kilat Matahari Level 5" Hanya dengan satu pukulan para pendekar yang masih ditingkat pemula dan ahli langsung terkapar dengan luka bakar disetiap bekas pukulannya.


Prabu Surasesa menumbangkan lawannya satu persatu dengan "Jurus Menjulang Langit Utara Level 5". Seperti seekor Naga meliuk-liuk menggeliat dan menghujam ketika lawan mulai terkecoh.


Tidak menunggu waktu lama anak buahnya Tong Bajil mulai berjatuhan.

__ADS_1


Membuat Tong Bajil yang berada diatas pohon menggeram marah semua anak buahnya dengan mudah ditumbangkan.


Namun perhatiannya kini pokus kepada salah satu pendekar yang masih muda.


Tong Bajil memejamkan matanya mengingat-ngingat kembali pemilik jurus yang dipakai Pendekar muda itu.


"Tapak matahari"katanya,"Menarik"


Dia loncat dengan latang berkata,"Minggir, dia bagianku," Sahutnya


Anak buahnya segera mundur dan bergabung dengan yang temannya yang lain.


"Pendekar Tapak Matahari hanya ada satu, dia Ki Banyu Rekso," katanya sambil tersenyum sinis.


"Ya" sahut Tong Bajil. "Aku kenal Ki Banyu Rekso, Aku kira kau adalah muridnya"


Sudawira mengangguk"Kau benar" katanya.


"Bagus seru!"seru Tong Bajil, "Kakek tua itu, telah membunuh saudara perempuanku, suatu kebetulan hari ini bertemu dengan muridnya, maka hari ini aku akan menuntut balas" Katanya sambil menggertakkan giginya.


Sudawira menghela nafas" Guruku tidak akan membunuhnya kalau tidak ada dosa yang diperbuat saudaramu itu"

__ADS_1


"Cukup" Teriak Tong Bajil. Betapa tersinggung mendengar kata-kata Sudawira. Karena itu ia pun segera bersiap dengan Tombak Pencabut Nyawa.


"Hahaha jangan tersinggung paman" Berkata Sudawira"Tapi baiklah aku ingin melihat permain tombak pencabut nyawa yang terkenal itu, apa sehebat dengan ketenarannya"


"Kunyuk edan, Akan aku robek-robek mulut tajammu itu"


Tong Bajil yang tersulut emosinya langsung menyerang dengan"Jurus Tombak Pencabut Nyawa Level 3"


Tombaknya yang runcing bergelombang menyerang Sudawira.


Sudawira sendiri kagum melihat permainan tombak Tong Bajil penuh variasi dan sulit ditebak arah serangannya ditambah dengan kelincahan gerakannya membuat dirinya hanya kadang menakis dan menghindari serangannya.


"Ayo anak muda, Keluarkan jurus Tapak Matahari kebanggaan Gurumu itu" Ejek Tong Bajil yang melihat Sudawira terdesak.


Sudawira akhirnya mencabut Pedang Komara Geni, karena bukan pilihan bijak menggunakan Jurus Tapak Matahari kepada lawan yang memiliki senjata sakti.


"Bagus, Akhirnya Kamu mengeluarkan senjatamu"


Sudawira langsung menggunakan. "Jurus Tarian Rajawali level 4" Pedangnya tampak menari-nari menghalau Tombak Pencabut Nyawa.


Tong Bajil mengernyitkan dahinya ketika melihat jurus yang digunakan Sudawira.

__ADS_1


"Siapa anak muda ini, Kenapa dia menggunakan Jurus Perguruan Rajawali Putih"


__ADS_2