
Pesta yang meriah terus berjalan. Aji praja telah mabuk ditemani tiga wanita cantik. Yang memijit-mijit badannya. Dia terlihat bahagia seakan-akan dunia miliknya.
Dia tidak menyadari bahwa malapetaka akan segera datang. Benar saja diluar markas sudah terjadi keributan. Karena mereka sudah dalam keadaan mabuk tidak menanggapi keributan. Biasanya keributan seperti itu sering terjadi para prajurit yang saling berebut wanita.
Tiba-tiba para ketua markas kecil membunuh para pasukan yang berada didalam. Maka terjadilah kericuhan didalam ruangan. Mereka yang sedang mabuk mencoba melawan namun mereka tidak mampu berbuat banyak.
Aji praja bangkit meski dalam keadaan mabuk bagi dirinya sebagai orang sakti tetap memiliki kesadaran.
Dia berteriak untuk menghentikan keributan namun sayang mereka sudah tidak bisa dikendalikan bahkan beberapa ketua markas kecil menyerangnya.
"Kurang ajar siapa kalian, berani melawan Aji praja!" bentaknya.
Aji praja mengeluarkan senjatanya. Dia mengayunkan gada nya. Sesuai kata orang sekali ayunan gada tersebut mampu meretakan lantai bahkan membuat lubang besar.
__ADS_1
"Kalian mudur biar saya yang menghadapinya!" teriak Sudawira.
Aji praja menatap Sudawira namun sayang mereka belum bertemu. Sudawira melesat keluar mencari tempat yang luas. Aji praja juga melesat mengikuti Sudawira.
Pertarungan keduanya tidak terelakkan keduanya bertarung sengit. Sudawira menggunakan Jurus Tapak Matahari andalannya. Dia terpaksa melakukan pertarungan jarak jauh. Ratusan bola cahaya kuning melesat dari telapak Sudawira menghantam tubuh Aji praja.
Namun seperti dikatakan orang tubuh Aji praja keras seperti besi.
Aji praja sejauh ini mengalami kesulitan karena Sudawira bisa menghilang berpindah tempat. Maka gada pusaka miliknya tidak berguna sama sekali.
Meski pasukan markas cabang memberikan perlawanan namun diantara mereka sudah dalam keadaan mabuk maka dengan mudah pasukan rajawali emas membunuhnya.
Pertukaran jurus terus berlangsung antara Sudawira dan Aji praja. Tampak terlihat akibat efek kekuatan mereka telah menghancurkan sekitarnya.
__ADS_1
Sudawira merasa jurus tapak matahari miliknya tidak efektif terhadap lawan yang memiliki ajian Tameng Waja.
Dia mengalirkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya seketika aura putih menyelimuti seluruh tubuhnya matanya telah berubah putih bersinar. Aura menekan menyelimuti seluruh markas cabang.
"Apa yang terjadi." Aji praja seketika merasakan ketakutan luar biasa tubuhnya merasakan lemas.
Sudawira tersenyum dingin menatap Aji praja. Dia segera mengeluarkan pedang yang diselimuti aura putih. Dia bergerak menggunakan Jurus Tarian Rajawali Pemusnah. Pedangnya melesat ke arah Aji praja berubah menjadi seekor rajawali putih melesat menghujam tubuh Aji praja yang sudah terkunci pergerakannya. Dia hanya menerima tubuhnya berubah menjadi butiran-butiran cahaya kuning yang lama-lama menghilang tertiup angin.
Semua orang yang melihatnya terpana dan takjub. Sudawira sendiri tidak menyangka dengan evolusi jurusnya itu.
Semua lawan yang tersisa segera menjatuhkan senjata menyerah karena mental tempur mereka telah hilang.
Malam itu menjadi malam kemenangan bagi Pasukan Rajawali Emas. Walaupun pihak Pasukan Rajawali Emas hanya sedikit yang gugur tetap mereka berkabung.
__ADS_1
Setelah malam telah pergi berganti menjadi pagi hari. Semua Pasukan Rajawali Emas bahu membahu membersihkan tempat markas cabang dari mayat-mayat yang bergelimpangan. Mayat-mayat itu dikumpulkan dan dibakar supaya tidak menimbulkan penyakit. Kecuali Pasukan Rajawali Emas yang telah gugur disemayamkan selayaknya.