
Ki Jumantara menarik nafas panjang mendengar ucapan ketuanya, sama seperti Ki Wanapati yang berambisi untuk memiliki sesuatu yang belum tentu ada. Karena ambisinya itu pula menyebabkan kematian.
"Sebaiknya ketua pikirkan lagi" sahut Ki Jumantara.
Ki Maruli terkejut mendengar ucapan Ki Jumantara. "Apa paman akan menghalangiku?"
"Paman tidak bermaksud menghalangi tapi kita hentikan pencarian yang belum tentu ada jangan mengulangi kesalahan untuk keduakalinya"
Ki Maruli bangkit wajahnya merah dengan nada membentak "Cukup" katanya "Kalau paman tidak mau membantu jangan coba untuk menggoyahkan tekad ku"
"Bukannya paman tidak ingin membantu tapi"
"Tapi apa" potong Ki Maruli.
"Apa mungkin kita akan menyerang perguruan rajawali putih kembali" jawab Ki Maruli.
Ki Maruli kembali duduk dia terlihat berfikir ia juga memahami. sesuatu yang mustahil untuk melakukan penyerangan karena saat ini Ki Sadewa bisa di katakan dia jagoan dunia persilatan, apa lagi kematian Tong Bajil yang merupakan lawan sepadan sudah tewas.
Tiba-tiba terdengar seorang berkata, "Perguruan lembah hitam tidak perlu melakukan nya" Sahutnya.
Keduanya terkejut Ki Maruli menatap dingin orang yang baru datang.
"Siapa kisanak?"
Orang sepuh itu tersenyum melihat ekspresi dua orang dihadapan nya. "Apa kalian sudah lupa apa memang tidak mengenal ku"
__ADS_1
"Cukup jangan bermain-main dengan ku" Ki Maruli nada mengancam.
"Jangan marah-marah ketua"
Ki Maruli mencabut pedangnya dan siap menyerang namun tiba-tiba tubuhnya kaku tidak bisa bergerak.
"Kau licik apa kau tidak memiliki keberanian untuk melawan ku" Ki Maruli mendengus kesal.
"Hahaha ternyata kemampuan tidak cukup untuk menjadi ketua perguruan Lembah Hitam" Orang sepuh terkekeh mengejek.
Ki Maruli semakin marah namun ia tidak bisa melakukan apapun jangankan menyerang bergerak pun tidak mampu.
Ki Jumantara masih berdiam diri baru kali ini dia menghadapi orang sakti. "Siapa pendekar ini?"gumamnya.
Orang tua sepuh itu melirik Ki Jumantara dan berkata, "Kau yang bernama Jumantara?"
"Bagus aku mengantarkan salam dari sahabat mu, Dewi Malam"
Ki Jumantara kembali terkejut "Ki Waskita"
Ki Waskita melepaskan Ki Maruli dan tertawa terbahak-bahak.
Ki Maruli berkata "Paman mengenalnya?"
"Tentu ketua Ki Waskita adalah kakak seperguruan ayahmu namun ia sudah lama menghilang dari dunia persilatan"
__ADS_1
Ki Maruli berlutut "Maapkan aku"
"Sudah lah jangan kau ambil hati aku hanya mencoba kemampuan mu"
Ki Maruli segera bangkit dan mempersilahkan duduk.
"Aku pernah mendengar tentang kakek dari ayah ku"
"Bagus lah ayahmu pernah mengatakannya"
"Apa ada yang ingin kakek sampaikan sehingga datang berkunjung ke perguruan Lembah Hitam?" tanya Ki Maruli.
Ki Waskita menarik nafas dalam-dalam sebelum mengatakan tujuannya.
"Sebenarnya aku datang bukan tanpa tujuan, aku telah menyelesaikan tapa bertahun-tahun dan aku mendapatkan bisikan bahwa kesatria suci telah muncul dan itu akan membuat cita-cita aku, ayahmu dan perguruan Lembah Hitam untuk menguasai dunia persilatan akan sirna"
"Jadi selama ini apa yang dilakukan ayah"
"Benar ayahmu melakukan nya demi cita-cita untuk menguasai dunia persilatan hanya dengan memiliki kitab Kesatria Suci maka cita-cita itu akan terwujud"
"Ayah telah gagal dan sekarang kesatria suci telah muncul"
"Dengar nak aku datang bukan untuk mengulangi sejarah kegagalan Lembah Hitam"
"Jadi apa rencana kakek?"
__ADS_1
Ki Waskita tersenyum.