Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Penculikan Adiwangsa


__ADS_3

Setelah melintasi pegunungan dan melewati beberapa perbukitan serta melewati jalan terjal Adiwangsa dan Lestari memacu kudanya dijalan menyusuri hutan


"Kita harus segera sampai ke pemukiman penduduk," ucap Adiwangsa.


Bukan tanpa alasan Adiwangsa melihat sang Surya akan segera condong ke barat ditakutkan kalau tidak cepat keduanya akan kemalaman sebelum ke pemukiman penduduk.


Lestari memahami khawatiran Kakanya dia membuntuti kakak dari belakang.


Tiba-tiba Adiwangsa menarik kekang kudanya ketika melihat sesosok pria bertopeng hitam berdiri ditengah-tengah jalan menghadang.


"Siapa anda kisanak?" tanya Adiwangsa.


Suaranya terdengar berat "Aku ditugaskan menjemputmu!"


Adiwangsa mengernyitkan dahinya dia tidak pernah melihat atau mengenal sosok pria bertopeng tersebut sebelumnya.


"Ada urusan apa?"


"Tidak penting, nanti kamu akan mengetahuinya sendiri!"

__ADS_1


"Maap kisanak kami terburu-buru, kami tidak punya waktu untuk berbincang bila tidak ada kepentingan sebaiknya tuan memberikan jalan!"


"Aku akan memaksamu!" bentak orang misterius itu.


Lestari yang sejak awal masuk kehutan itu, memiliki perasaan tidak tenang dan gelisah merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan..


"Hati-hati kakang, aku melihat dia tidak memiliki maksud baik kepada kita," Lestari berbisik.


"Benar, diajeng!" jawab Adiwangsa.


"Maaf jika kamu memaksa pun aku tidak akan ikut denganmu!" Adiwangsa berkata lantang.


Lestari yang melihat melesat menyerang orang bertopeng itu, namun belum sampai sebuah pukulan menghantam perutnya sehingga terpental beberapa meter dan terhempas ke batang pohon besar.


Lestari ambruk ketanah dari mulutnya keluar darah segar dia sempat menoleh orang bertopeng membawa kakanya loncat dari pohon berpindah ke satu pohon ke cabang pohon yang lain. Kemudian menghilang dibalik pohon-pohon besar bersamaan dengan matanya yang mulai pudar sampai akhirnya ia pingsan.


Lestari perlahan-lahan membuka matanya kepalanya masih pusing dan masih merasakan perutnya yang terasa mual dan sakit akibat pukulan pria bertopeng. Ketika melihat sekitar ia berada disebuah gua.


Tampak terlihat seorang pria muda. Berpakaian biru muda bergaris putih-putih. Badannya tinggi besar kulitnya kuning langsat dengan hidung mancung bibirnya agak tebal dan bola matanya yang tajam serta rambutnya panjang sebahu diikat rapi.

__ADS_1


Ia tampak asik membulak-balik daging ayam hutan diperapian yang dibuatnya.


Pria itu segera menghampiri Lestari karena mendengar suara rintihan.


"Kamu sudah sadar nona." Pria tersebut berkata dengan sopan.


"Siapa kamu, kenapa aku bisa ada disini?" tanya Lestari.


Melihat wanita dihadapannya memasang wajah dingin karena ketakutan. Pria itu mencoba menjelaskan kejadian sebelumnya.


"Tenang... Tenang aku hanya menemukan mu di jalan tidak sadarkan diri, daripada kamu dimakan binatang buas, aku membawa kamu kesini!"


Lestari setelah mendengar penjelasan dan dia mengetahui maksud pria itu, ia mulai menghilangkan rasa curiganya.


"Terimakasih kasih, tapi aku harus segera kembali ke perguruan, karena ada sesuatu yang harus aku sampaikan segera," ujar Lestari.


Pria itu tersenyum menatap Lestari kemudian duduk. "Nona, menderita luka dalam, namun tidak terlalu parah,"


Lestari sendiri merasakan sakit diperutnya, namun dirinya sekarang diliputi rasa cemas karena kakaknya telah diculik maka dari itu, ia harus segera sampai ke Perguruan Teratai Putih dan melaporkan penculikan ke gurunya.

__ADS_1


"Selain waktu sudah malam,Kamu harus istirahat dulu sampai esok supaya tenagamu pulih kembali, nah minumlah ini dan makan lah mungkin kamu lapar!"


__ADS_2