
Setelah sepekan dari perebutan kekuasaan kadipaten Bumiayu. Sekarang keaadan berangsur membaik semua orang bahu membahu membenahi keadaan. Untuk sementara waktu kadipaten dipimpin langsung oleh Sudawira atas permintaan rakyat.
Semua pejabat kadipaten sebelumnya mereka bebas dari penjara yang disekap oleh kelompok Pemuja Surga Dunia. Akibat kesetiaan nya itu Sudawira memberikan kembali jabatan mereka.
Belum ada keputusan untuk kembali bergabung dibawah kekuasaan Kerajaan Ramapala. Mengingat kerajaan Ramapala tidak memperdulikan sehingga kadipaten Bumiayu berhasil dikuasai oleh kelompok Pemuja Surga Dunia. Karena alasan tersebut para pejabat kadipaten berencana membentuk kerajaan baru.
Namun sebagian pejabat kadipaten masih menentang apalagi kesetiaan mereka kepada kerajaan Ramapala. Keputusan itu sangat bertentangan yang bisa membuat kadipaten Bumiayu dicap penghianat kerajaan. Keadaan saat ini, bukan waktunya untuk berpecah belah tapi saatnya bersatu untuk sama-sama berjuang melawan angkara murka.
Namun para pejabat terus merundingkan masalah tersebut, mengenai bahwa tidak ada harapan lagi dari pihak kerajaan Ramapala.
Maka perbedaan pandangan di kadipaten Bumiayu masih tetap berlangsung. Belum ada keputusan pinal bahwa akan kembali menjadi bagian dari kerajaan Ramapala atau berdiri sendiri sebagai kerajaan baru.
"Kenapa kanda belum mengambil keputusan." tanya Dewi Manik yang telah sah menjadi istri dari Sudawira.
__ADS_1
Sudawira tersenyum lalu memegang tangan istrinya. "Aku adalah orang baru di kadipaten ini. Tidak memiliki kewajiban untuk mengambil keputusan. Bagiku saat ini bagaimana membuat mu bahagia berada disini!" ujar Sudawira.
"Hamba akan mendukung segala keputusan kanda!" ucap Dewi Manik wajah cantik merah merona.
"Terimakasih tetaplah disisiku!" ujar Sudawira seraya mencium kening istrinya.
Dewi Manik membenamkan tubuhnya dipelukan Sudawira.
Pertemuan untuk mengambil keputusan. Semua pejabat kadipaten telah berkumpul untuk menyampaikan keputusan pinal. Sudawira duduk menghadap semua pejabat kadipaten.
"Sekarang aku berdiri bukan pemimpin kalian. Aku berada disini atas permintaan rakyat. Aku tidak memiliki hak untuk mengambil keputusan. Jadi aku serahkan semua keputusan kepada tuan-tuan sekalian!" ujar Sudawira.
Seseorang berdiri dan membacakan hasil keputusan dia seorang sepuh dulunya dia menjabat sebagai Adipati di Kadipaten Bumiayu. Pria sepuh tersebut berpidato lantang. "Berdasarkan atas permintaan rakyat dan hasil musyawarah kami menyatakan ada beberapa poin yang kami peroleh dan kami runuskan. Pertam kami akan melepaskan diri dari segala belenggu kekuasaan Kerajaan Ramapala. Kedua kami juga sepakat akan membentuk kerajaan baru yang berdiri sendiri tanpa ada kekuasaan kerajaan lain. Dan yang terakhir kami segenap seluruh masyarakat akan mengangkat Yang Mulia Prabu Sudawira menjadi Raja kami. Demikian surat keputusan ini saya bacakan kekurangan dan kesalahan nya kami mohon maap!"
__ADS_1
Suara sorak Sorai dan gemuruh tepuk tangan menggema didalam ruangan maupun diluar.
Sudawira tidak dapat menolak harapan semua orang kepadanya. Dia berdiri lalu berkata lantang. "Saya sangat berterimakasih atas kepercayaan kalian kepada saya. Saya berjanji akan bertanggungjawab atas kepercayaan yang kalian berikan. Mari kita bangun Kerajaan Bumiayu bersama-sama!" Sudawira penuh semangat.
Semua pejabat kadipaten berdiri mereka berteriak terdengar. "Hidup Prabu Sudawira. Hidup kerajaan Bumiayu!"
Begitulah keputusan yang diambil bahwa kadipaten Bumiayu menyatakan akan berdiri sendiri tanpa bayang-bayang kerajaan manapun.
Kerajaan Bumiayu mengirim utusan ke kerajaan Ramapala sebagai tanda penghormatan. Dan surat pengunduran diri bahwa Bumiayu bukan bagian dari kerajaan Ramapala lagi.
Pihak kerajaan Ramapala tidak menolak keputusan kadipaten Bumiayu. Mereka menyesal karena tidak bisa berbuat banyak ketika kadipaten Bumiayu dikuasai kelompok Pemuja Surga Dunia.
Prabu Surasesa sendiri merasa senang karena orang yang akan menjadi rajanya adalah orang yang pernah bekerjasama dengannya.
__ADS_1