
Semua orang masih menatap orang yang memakai caping itu. Melihat reaksi para ketua perguruan lantas Ki Brajadewa segera berkata, "Tuan Pendekar ini yang aku maksud!"ujarnya.
Semua pendekar saling pandang mereka menampakkan wajah keraguan. Semua pasti ragu apalagi orang yang ditujuk oleh Ki Brajadewa bukan orang yang pernah kenal. Bahkan mereka belum pernah mendengar ataupun bertemu sebelumnya. Maka keraguan mereka cukup beralasan.
Pendekar misterius itu terlihat tersenyum dibalik penutup wajah. Dia memahami dunia persilatan tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan kalau tidak menunjukkan kesaktian.
"Maap para ketua semua, cara apa yang bisa saya lakukan untuk membuat kalian bisa mempercayai saya?" ujar Pendekar misterius.
Semua orang kembali saling pandang kembali mereka semua mengetahui aturan dunia persilatan. Tapi mereka tidak berani mengatakan menunggu Ki Brajadewa sendiri yang mengatakannya.
Melihat semua pandangan mengarah kepadanya Ki Brajadewa menghela nafas. "Tuan Pendekar pasti mengetahui maksud mereka," ujar Ki Brajadewa menatap orang yang di sampingnya.
Terlihat Pendekar misterius tersenyum sebelum menghilang. Semua orang menjadi terkejut. Keterkejutannya semakin bertambah ketika semua anggota tubuh mereka tidak bisa digerakkan seperti terkunci sesuatu.
Terlihat Pendekar misterius sudah berdiri lagi di samping Ki Brajadewa. "Dengar aku bisa saja membunuh kalian dengan mudah, tapi bertolak belakang dengan tujuanku!" ujar Pendekar misterius dengan nada mengandung tenaga dalam membuat bulu kuduk berdiri.
Ki Brajadewa memberi isyarat kepada Pendekar misterius. Semua orang bisa bernafas lega karena anggota badan mereka bisa bergerak kembali. Tampak tidak terlihat lagi wajah keraguan dimata para ketua itu.
"Bagaimana apa kalian sudah dapat mempercayai tuan pendekar?" tanya Ki Brajadewa.
__ADS_1
Semua orang menganggukan kepalanya menyetujui. Setelah melihat kesaktian Pendekar misterius itu. Tida ada lagi alasan mereka menolak.
Akhirnya Ki Brajadewa bernafas lega, lalu melirik kepada orang disampingnya, "Sekarang kendali sudah berada ditangan tuan Pendekar!"
"Terimakasih kepada ketua semua telah mempercayai saya!" ujar Pendekar misterius itu memberi hormat.
Seterusnya Pendekar misterius menjelaskan semua rencananya. Dari mulai rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang.
Semua manggut-manggut mendengarkan penjelasan dengan seksama.
"Bagaimana apa para ketua bersedia?" ujar Pendekar misterius di akhir penjelasannya.
****
Di Kerajaan Ramapala.
Prabu Surasesa berdiri dibalik jendela menatap gunung Gede yang menjulang tinggi.
Raja Ramapala itu sedang merenung memikirkan rakyatnya. Masalah semakin hari semakin bertambah tidak ada habisnya.
__ADS_1
Disisi lain masih di istana kerajaan terlihat Patih Ajidarma sedang mengadakan pertemuan tertutup bersama beberapa senopatinya.
"Apa perlu kita melaporkan masalah ini kepada Yang Mulia?" tanya Maheswara.
"Aku rasa tidak, dia sendiri sedang sakit aku tidak ingin jiwanya terganggu!" jawab Patih Ajidarma. " Lagipula sekarang Yang Mulia telah memerintahkan kepada aku untuk mengatur pemerintahan sementara waktu!"
Semua senopati menganggukan kepala menyetujui.
"Sekarang cepat bergerak, ingat kita harus tetap mengikuti rencana awal!" ujar Patih Ajidarma.
Semua senopati segera meninggalkan ruangan itu.
Tidak lama datang dua orang menggunakan penutup wajah berupa topeng besi hitam. Kedua orang itu memberi hormat kepada Patih Ajidarma.
"Bagaimana apa sudah ada tanda-tanda pergerakan dari musuh?" tanya Patih Ajidarma kepada kedua orang itu.
"Berdasarkan hasil pengintaian kami, mereka akan bergerak tiga hari lagi," ujar salah satu dari mereka.
****
__ADS_1
#Semoga kalian suka dengan novelnya, sertakan Like komentar.