Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Mengemban Sebuah Amanah


__ADS_3

Tidak ada lagi alasan bagi Sudawira menolak lagi, ia langsung mengambilnya saat ia memegang kitab itu seperti ada aura dingin yang masuk ketubuhnya namun hanya sebentar kemudian menghilang kembali.


"Ada satu lagi, ketika aku bertarung kemarin dengan salah satu tetua Perguruan Lembah Hitam aku merasakan ada kekuatan kegelapan, ketika tiba-tiba ada sosok misterius berhasil menyelamatkan tetua itu, dan aku yakin kekuatan tersebut berasal dari orang misterius tersebut" Kata Patih Ajidarma.


"Jadi Kekuatan kegelapan yang membuat tubuhku bereaksi" ucap Sudawira.


"Memang Tubuh kesatria suci sangat sensitif terhadap kekuatan kegelapan begitulah dari cerita yang kudengar dari tuan Jayapati" Sahut Patih Ajidarma.


"Pertanyaan kenapa dia tidak ikut campur?" Tanya Sudawira.


"Mungkin ada sesuatu yang dia rencanakan," Ucap Patih Ajidarma


Patih Ajidarma mengelus jenggot putihnya sambil menarik nafas dalam-dalam membayangkan apa yang akan terjadi kepada dunia persilatan dengan kemunculan kekuatan kegelapan.


"Apapun tujuannya kita harus mencegah nya karena kemunculannya bukanlah suatu yang baik" Ucap Sudawira.


"Benar Wira" Jawab Patih Ajidarma.


Sudawira pamit kembali keruangan pesta, sedangkan Patih Ajidarma memintanya pergi duluan.


*****

__ADS_1


"Kamu terlihat lebih cantik Tari" Goda Sudawira.


Lestari menoleh kebelakang dan melihat Sudawira berdiri dibelakangnya memasang senyum membuat dirinya wajahnya merah merona jantungnya berdebar-debar.


"Ada apa dengan wajahmu menjadi merah, apakah kamu sedang sakit" Sudawira yang masih polos soal wanita mengira Lestari sedang sakit.


Lestari langsung memalingkan wajahnya menggerutu, "Apa dia emang polos atau bodoh"


Sudawira melangkah dan berdiri didepannya ia mendekatkan wajahnya ke wajah Lestari beberapa senti membuat wajah gadis itu menjadi salah tingkah tampak wajahnya semakin merah sehingga menutupi wajahnya dengan jari-jari tangan.


Sontak semua orang yang didekat keduanya tersenyum melihat tingkah keduanya. Dan beberapa orang terlihat menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Hussh jaga ucapan mu" jawab temannya.


Sudawira yang menjadi bingung dia merasa dirinya telah membuat suatu kesalahan. Sudawira kembali bertanya, "Apa kamu marah?"


"Iya, Aku marah karena kamu menatap aku terlalu dekat" Lestari berlari meninggalkan Sudawira ke tempat peristirahatan dengan mengumpat karena kepolosan Sudawira.


Sudawira terkejut ketika ia akan mengejar ada seorang yang menepuk pundaknya terdengar, "Sudah lah jangan dikejar teman"


Sudawira menoleh dan tersenyum, "Kakang Adiwangsa"

__ADS_1


"Perempuan memang begitu" Sahut Adiwangsa.


"Apa dia marah kepadaku kakang" Ucap Sudawira.


Adiwangsa menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan kepolosan Sudawira dia hanya tersenyum, "Dia tidak marah teman, Suatu saat kamu akan mengerti"


Sudawira menganggukan kepalanya namun rasa bersalahnya terus ada dipikirannya dia berencana akan menemui Lestari untuk minta maaf.


"Apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Adiwangsa.


Sudawira menarik nafas, "hemmmm,Aku akan melanjutkan tujuanku berkeliling ketempat-tempat yang belum aku kunjungi" Jawab Sudawira.


"Itu artinya kamu akan menolak ajakan Yang Mulia Raja?"Sahut Adiwangsa.


"Terlalu dini untuk aku mengabdikan diri, pengalaman ku masih kurang aku belum terlalu luas memahami dunia ini" Jawab Sudawira.


Adiwangsa tidak bicara lagi dia sangat kagum dengan pemuda dihadapannya jiwa pendekarnya begitu melekat, seorang pendekar yang selalu berambisi untuk maju.


"Besok aku berencana akan meninggalkan Istana dan kembali Ke Perguruan Teratai Putih, Aku harap suatu saat kamu mampir ke Perguruan ku" Sahut Adiwangsa.


"Dengan senang hati kakang" Jawab Sudawira.

__ADS_1


__ADS_2