Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci
Serangan Markas Perbatasan Kotaraja


__ADS_3

Para prajurit perbatasan Kotaraja panik ketika mereka mendapatkan serangan tiba-tiba.


Didalam markas seseorang pria bernama Junhatra salah salah pimpinan markas perbatasan. Ia segera bangkit dari duduknya ketika mendengar keributan tidak lama seorang prajurit datang dengan tergesa-gesa.


"Ada apa?" Tanyanya Junhatra.


"Gawat"jawab salah seorang prajurit.


"Apanya yang gawat?"


Belum sempat dia menjawab pintu markasnya hancur ketika seseorang pemuda mendobrak nya. Dan sudah berdiri dihadapan mereka.


"Tuan Abhiyasa" Pimpinan prajurit terkejut melihat orang yang telah dikenalnya.


"Kenapa kamu terkejut penghianat" Abhiyasa tersenyum kecut.


Junhatra yang telah lama mengenal Abhiyasa bahkan mereka adalah kawan lama saat ini mereka harus bersebrangan dan sekarang mau tidak mau mereka harus bertarung.


"Ahh kawan aku hanya mengambil pilihan ku" jawab Junhatra sambil memasang kuda-kuda siap menghadapi segala kemungkinan.

__ADS_1


"Pilihan untuk berkhianat" Abhiyasa tersenyum meledek.


Junhatra merasa amarahnya terbakar dia loncat menyerang, "Kau pikir dirimu benar"


Abhiyasa tersenyum dingin, "Aku sudah lama merindukan saat ini" Dia juga loncat tidak berusaha menghindar.


Akhirnya mereka terlibat pertarungan didalam markas tersebut. Abhiyasa walaupun masih muda ia adalah salah satu prajurit berbakat yang selalu digaris depan melakukan peperangan karena ia mendapat kan banyak pengalaman sehingga dia diangkat menjadi senopati. Ia dengan gesit mematahkan setiap serangan kepadanya. Junhatra kesal namun dia harus diakui bahwa lawannya itu memang memiliki kemampuan diatasnya. Namun dia juga salah satu prajurit yang perlu diperhitungkan bekal yang dimiliki cukup untuk melakukan sebuah pertarungan.


Demikian lah mereka sudah bertukar belasan gerakan dan puluhan serangan. Sehingga pertarungan keduanya semakin sengit dan seru.


Abhiyasa mendengus kesal karena Junhatra cukup merepotkan. Ia segera menggunakan semua kemampuan nya untuk segera menumbangkan Junhatra karena ditakutkan prajurit yang lain akan segera tiba ke perbatasan.


Abhiyasa menarik nafas tidak bisa dipungkiri hatinya bersedih temannya harus mati ditangnya, Ia menyeka noda darah di pedangnya. "Kamu mati karena pilihan mu kawan"


Dia segera pergi keluar terlihat beberapa mayat berserakan.


"Semuanya telah dibereskan tuan senapati" Salah satu pasukan nya menghampiri.


"Bagus, Sebaiknya kita segera pergi tugas kita telah usai" Sahutnya.

__ADS_1


Mereka segera pergi meninggalkan markas penjagaan.


*****


*****


"Markas perbatasan Kotaraja telah diserang Yang Mulia" Jawab prajurit.


Bagaikan sambaran petir Prabu Kamandaka bangkit wajah merah membara darahnya mendidih "Kurang Ajar, Dimana Gumbirang?


"Tuan Gumbirang sedang mengumpulkan prajurit untuk dikirim ke perbatasan"Jawab prajurit.


Prabu Kamandaka menggeram marah ini jawaban kegelisahan nya akhir-akhir ini. Ia segera menoleh ke permaisurinya, "Dinda aku akan pergi ruang pertemuan dahulu"


Dewi Utari menganggukan kepalanya dia memahami kondisi suaminya.


"Kamu segera beritahu para pejabat kerajaan untuk segera ke ruang pertemuan" Perintah Prabu Kamandaka.


Prajurit itu menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan taman kerajaan.

__ADS_1


__ADS_2