
Mulai hari ini aku bekerja di perusahaan milik Lisa karena bakat ku di bidang blogger dan menggambar, jadi Lisa menempatkan ku di bagian creative creator. Lisa tak memandang aku sebagai guru anak-anak TK tapi dia percaya bahwa aku seorang perempuan kreatif dan mandiri, jadi Lisa memberikan kesempatan emas itu.
"Huffftt... Lumayan juga"
Aku meregangkan tubuh di meja kerjaku lalu membenarkan rambut yang sudah seperti singa, karena ini sudah masuk jam makan siang aku bergegas turun ke bagian kantin dan makan sendirian di sana. Untuk saat ini aku tidak membutuhkan teman kantor atau apapun itu, karena aku sudah bertekad bahwa untuk sementara waktu saja tinggal di Jogja mungkin suatu saat jika mood ku sudah membaik akan kembali ke Bandung dan bertemu Dehan.
"Rania!"
Lisa mengagetkanku yang sedang memandang ke arah jendela food court
"Astaga... Lisa kau selalu saja membuatku jantungan!"
Dia hanya tertawa kecil melihat wajahku yang sedang kesal
"Jangan marah-marah, lagi dapet ya?"
Aku mengangguk karena memang hari ini aku sedang datang bulan hari pertama, jadi emosiku sedikit labil.
"Pantas saja ada jerawat di dagu mu"
Aku mengabaikan ucapan Lisa, meskipun dia sebagai boss di sini tapi dia tak pernah sombong. Bahkan sesekali menyapa para karyawan dan mengajaknya mengobrol.
"Rania... Besok malam aku akan menari di acara bisnis dan banyak rekan kerjaku yang datang dari berbagai wilayah Indonesia, kau ikut menari juga ya?"
Perkataan Lisa membuatku bahagia, ya aku memang butuh uang untuk membiayai diriku sendiri di sini. Jadi bila ada tawaran maka aku selalu merasa senang
"Boleh! Aku mau ikut!"
"Oke.. Aku juga mengajak sanggar tari Bu Dwi kok di sana"
Dehan juga seorang pengusaha, apakah dia juga akan ikut ke acara itu? Jika dia ikut, aku akan dibawa pulang nanti tapi... Mana mungkin sih Dehan kan pria pendiam, dia lebih suka menyendiri daripada ikut pesta-pesta seperti itu tapi tak menutup kemungkinan Dehan juga kan sering pergi keluar kota untuk urusan bisnisnya. Aku berpikir apa yang harus dilakukan jika bertemu Dehan nantinya, boleh saja dia membawaku pulang ke rumah tapi aku tidak mau sebelum mendengar penjelasanya.
"Lisa, apakah rekan bisnis mu juga ada yang berasal dari Bandung?"
Lisa memutar bola matanya untuk mengingat-ingat rekan bisnisnya itu, kemudian dia mengangguk
"Ada beberapa, tapi sepertinya teman SMA ku tidak bisa ikut serta karena dia orangnya sedikit pendiam"
Aku heran, siapa yang dimaksud teman SMA nya?
"Teman SMA ??" tanyaku bingung
"Iya, dia teman sekaligus mantan pacar ku saat di SMA. Kami sangat dekat sekali, tapi karna suatu hal yang mengharuskan kita berpisah saat itu... Sudahlah aku malas sekali membahasnya"
Aku mengerti dengan ucapan Lisa, mungkin yang ia maksud bukan Dehan suamiku. Karena Lisa orang yang supel dan ramah, dia bilang tadi juga ada 'beberapa jadi jelas bukan hanya Dehan saja yang dia kenal.
__ADS_1
Daripada memikirkan hal yang belum tentu terjadi, lebih baik kami membicarakan tentang kostum dan tema pentas seni nanti dengan Lisa.
Galih Mahesa menghubungi semua rekan bisnisnya untuk hadir di acara yang diselenggarakan oleh Lisa, gadis itu akan mengadakan acara syukuran atas penjualan produk usahanya yang melampaui target.
Dehan juga di undang tapi dia memilih tidak ikut, lantaran masih banyak pekerjaannya yang tercecer karena selama ini dia fokus mencari Rania dan mengabaikan semuanya.
Di tempat lain Rania, Bu Dwi, Lisa, dan rekan-rekan penari lainnya sedang bersiap-siap. Tapi dari tadi Bu Dwi sibuk mencari selendang satu lagi untuk dipakaikan ke tubuh Lisa, karena Lisa malam ini yang berperan sebagai ratu sedangkan Rania dan yang lainnya akan menjadi dayang maka dari itu Rania sudah selesai dandan dari tadi.
"Bu Dwi, cari apa?" tanya Rania
"Ini selendang untuk Lisa.. Kayanya tadi tertinggal di mobil, nak Rania boleh Ibu minta tolong ambilkan selendang Lisa?"
"Aaahhh sakit" Rania berucap sambil mengelus-elus rambutnya
"Maaf.. Aku tidak sengaja, sebelah mana yang sakit?"
Pria itu langsung membantu Rania berdiri dan pandangan mereka saling bertemu, beberapa detik menatap kemudian Rania membuang wajahnya kasar karena konde nya rusak dan dia sedikit marah.
"TIDAK USAH! KAU MEMBUAT KONDE KU RUSAK! MINGGIR!!!"
Rania mendorong tubuh pria tadi dan pergi meninggalkannya sendirian, tak peduli yang ia pikirkan hanya untuk tampil sempurna malam ini demi mendapatkan uang. Ia kemudian kembali ke ruang rias dan bu Dwi melihat tampilan Rania yang tadinya rapih sekarang malah berantakan karena terjatuh tadi.
__ADS_1
"Ya ampun... nak Raniii... Ada apa dengan konde mu??"
Bu Dwi terheran-heran dengan Rania kali ini, tak biasanya Rania marah dan kesal. Lalu Rania menjelaskan apa yang baru saja terjadi sambil dipenuhi oleh rasa emosi, bu Dwi hanya mendengarkan saja sambil membenarkan konde Rania hingga akhirnya selesai.
"Sudahlah nak... Jangan marah, sebentar lagi kita akan tampil. Kita harus memberikan penampilan yang terbaik oke?! Semangat!!"
Perkataan Bu Dwi membuat Rania sedikit lega dan tenang, jadi dia tidak ingin mengungkit masalah yang barusan terjadi. Tapi jika di pikir-pikir pria tadi itu lumayan juga bahkan di mata Rania, laki-laki tadi jauh lebih tampan ketimbang suaminya.
...'*Siapa ya nama pria yang tadi itu? Kenapa dia sangat tampan, tapi dia juga sedikit buta. Sudah jelas-jelas aku di hadapannya masih saja menabrak ku! Untung saja Bu Dwi membawa konde cadangan. Awas saja jika aku bertemu denganmu lagi aku akan terus mengganggumu!!'. batin Rania*...
Bu Dwi meminta panitia untuk mengulur waktu lebih karena konde Rania yang harus diperbaiki dan itu membuat Rania semakin kesal. Lisa sedari tadi sudah selesai dan menunggu Rania di sebelahnya, hingga ada seorang laki-laki yang masuk ke dalam ruangan kami.
"Sayaaangg... Sudah selesai ??" ucap pria itu sambil tersenyum ke arah Lisa
"Hay!!! I miss you!!!"
Lisa langsung memeluknya erat sambil tersenyum tulus, Rania yang melihat kedua insan itu dari pantulan kaca hanya bisa senyum sendiri dia berharap bisa melakukan itu juga sekarang dengan Dehan. Rasanya sudah lama sekali tidak mendapatkan belaian kasih sayang dari suaminya, bahkan saat Rania sedang ingin bercinta dia hanya melakukannya sendirian di kostan.
"Rania.. Kenalkan ini tunangan ku namanya Rangga"
Rania terdiam. Apa ? Apa kata Lisa nama tunangannya Rangga ? Pria di hadapan Rania memberikan tangan kanannya untuk berjabat tangan
__ADS_1
"Hallo! Aku Rangga Gandhi Wardana"