TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
49. Liburan yang tidak tenang


__ADS_3

Setelah kepulangan Rania dari rumah ibunya, ia menjalani aktifitas seperti biasa. Dehan sebagai suami yang baik juga membantu pekerjaan rumah tangga Rania, sekarang saja Dehan sedang mencuci piring dengan jumlah yang sangat banyak.


"Mas kalo capek biar aku bantu"


Tawar Rania kepada suaminya


"Ga usah sayang, nanti kulit tangan kamu kering dan mengelupas"


Berharap mendapat perhatian dari Rania, ia malah meninggalkan Dehan di dapur. Gagal sudah berniat menggombal istrinya, setelah selesai cuci piring ia bergegas menghampiri Rania dan memeluknya.


"Kamu kenapa sih mas? Tiba-tiba peluk aku?"


"Pengen peluk aja" bantah nya


Rania tersenyum, jujur saja dia tidak paham dengan sikap suaminya akhir-akhir ini. Terkadang Dehan cuek besoknya romantis hal itu malah membuat Rania gemas melihat tingkah laku Dehan.


"Gak usah jaim deh, kayanya kamu butuh aku?"


Dehan cemberut sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Rania malah mencubit pipi chubby Dehan


"Utututu suamiku cemberut"


Tanpa basa-basi Rania mencium bibir Dehan karena gemas, tetapi ia tidak melihat keadaan yang dimana di situ ada Derana.


"STOOOPPP!!!!" teriaknya


Dehan dan Rania melihat ke arah Derana, Rania yang malu langsung memalingkan muka ke jendela. sedangkan Dehan menghampiri Derana


"Anak Papa... Katanya tadi ke taman sama oma?"


Ia menggendong Derana dengan ciuman kasih sayang.


"Aku udah pulang, Oma cuma antelin aku sampe pintu doang. Katanya oma ada ulusan"


Derana masih cadel karena ia baru bisa belajar membaca layaknya anak-anak berusia 3 tahun lidah Derana juga belum fasih melafalkan huruf R.


"Papa, Mama tadi cium papa ya?"


Rania mulai melihat ke arah Derana sambil mencium pipinya.


"Enggak sayang... Mama cuma kasih tau kalo mama sayaaaang banget sama Papa Dehan"


"Bohong aja itu" celetuk Dehan.


"Mama temen aku kemalen ke pantai tau, dede mau ke sana juga"


"AYO!! Weekend ini kita ke pantai, mau ke pantai mana sayang?" ucap Dehan semangat


"Aku mau ke pantai yang bisa naik pelahu papa!!!"


Rania hanya bisa menjadi pendengar antara ayah dan anak yang sedang berbincang mengenai liburan, ia juga sesekali melihat handphonenya ada pesan masuk dari Lisa bahwa Ibu sakit. Rania langsung menelfon Lisa dengan panggilan video


"Hallo?! Lis, Ibu sakit apa??" tanya Rania khawatir


"Diabetes mellitus, ini juga udah masuk ruang rawat inap Ran. Aku baru ngabarin maaf ya tadi sibuk ngurusin administrasi RS"


"Terus mana Ibu??"


Lisa mengarahkan kamera pada Ibu yang sedang tertidur lengkap dengan infus dan oksigen yang menempel pada tubuhnya.


"Ya Allah.... Ibu... Biasanya dulu aku yang rawat Ibu kalo kambuh"


"Iya Ran, kamu mau ke sini kapan?"


"Gak tau nih.. Mas Dehan sama Derana mau ke pantai lagi weekend ini, kalo aku bilang Ibu sakit nanti Derana kecewa bingung aku"


"Ya sudah, kamu turutin Derana dulu aja. Ibu juga kata dokter cuma kambuh kaya biasa gak parah"


"Iya Lis, yaudah aku tutup dulu ya good night"


*Telephon berakhir


Dehan masuk kamar setelah menidurkan Derana di kamarnya. Ia melihat Rania berbaring sedang melamun sambil melihat handphonenya, Dehan pun turut merebahkan tubuhnya di sebelah Rania

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya nya lembut dan berat


"Aku bingung mas"


Dehan menyampingkan tubuhnya untuk melihat wajah Rania


"Bingung kenapa? Cerita sama aku"


"Kamu jadi ke pantai?" tanya Rania sambil melihat ke wajah Dehan


"Jadi sayang... Derana udah ribut dari tadi cerita temennya ke pantai, aku juga pengen holiday bareng lagi"


Rania nampak jelas bingung dari raut wajahnya, ia ingin ke Jakarta tapi juga tidak mau mengecewakan anak dan suaminya.


"Mas.. Ibu sakit"


"Sakit apa??" Tanya Dehan serius


"Sakit diabetes mellitus, kambuh lagi"


"Terus?"


"Aku bingung harus pilih yang mana, liburan atau jenguk Ibu ke rumah sakit"


"Sayang... Kita liburan aja dulu ya? Pulangnya baru kita ke rumah sakit"


Rania hanya bisa pasrah dengan pilihan suaminya itu, setelah di rasa kegelisahannya selesai ia langsung memeluk tubuh Dehan dan mereka pun tertidur pulas.




Hari Sabtu pagi Rania dan Dehan bersiap-siap untuk pergi ke pantai sesuai janji Dehan kepada anaknya. Dari jauh hari sebelumnya Dehan sudah memesan kamar hotel berbintang di tepi pantai untuk keluarga kecilnya, dia pun ingin memandang sunset di balkon berdua bersama Rania.



"Mama dede mau pipis"




"Dede pipis di sini aja ya? Rest area masih jauh sayang"



Derana yang mengiyakan langsung membuka celananya, dia sudah belajar tidak pakai popok sejak usia 2 tahun. Rania tidak ingin anaknya manja, setelah selesai dengan urusannya mereka melanjutkan perjalanan menuju ke hotel.



Setelah menempuh perjalanan selama lima jam akhirnya sampai juga mereka di pantai Anyer Banten, Dehan sengaja memilih tempat jauh agar tidak ada yang bisa mengganggu mereka. Rania tersenyum saat memasuki kamar hotel diikuti Dehan dan Derana, anak itu bahkan sudah loncat-loncat di atas kasur yang empuk.



"Kamu suka sayang?" bisik Dehan di telinga Rania



"Iyaa, makasih" Jawabnya sambil memeluk tubuh Dehan



"Sama-sama istriku tersayang" Dehan membalas memeluk Rania sambil mengecup rambutnya



"Di sini ada connecting room loh"



Rania mendongkak wajahnya ke wajah Dehan


__ADS_1


"Buat apa? Kita kan cuma bertiga satu kasur cukup buat aku, kamu sama Derana"



"Buat pembuahan sel telur, aku pengen kamu hamil lagi sayang"



"Apa sih ngomongnya mas!" Rania mencubit perut Dehan, wajahnya memerah karena malu



"Kamu sendiri waktu itu bilang biar Ibu restuin kita lagi kan"



Rania meninggalkan Dehan, ia membereskan baju dan makanan selama mereka di hotel. Dehan daritadi memperhatikan Rania sambil tersenyum gemas Derana masih asyik loncat-loncat di kasur, hingga akhirnya suara tangisan terdengar dari kamar.



"Huwaaaaaaa.... Mamaaaaaaa"



Ya, Derana jatuh ke bawah kasur. Dehan yang tadinya di balkon langsung menuju ke kamar lantas menggendong Derana.



"Gak apa-apa sayang... Derana kan jagoan Papa jangan nangis, ada yang sakit ga?"



Tanya Dehan sambil mengelus punggung Derana, Rania yang menyusul juga ikut menenangkan anaknya.



"Dede ga sakit cuma.. Kaget aja Mama Papa"



Dehan berusaha mengalihkan perhatian Derana, ia mengajak anak keliling hotel. Sedangkan Rania masih di kamar sambil memainkan ponselnya



\**Chatting



Rania: Lis, Ibu lagi apa? Udah makan belum?



Lisa: Lagi tidur Ran, Ibu makan lewat selang.



Rania: Ya Allah, besok kalau aku udah balik dari Anyer mau ke Ibu ya*.



*Lisa: Tenang aja.. Nikmati liburan* **kalian, aku bakal jagain Ibu di sini



Rania: Thanks ya Lisa 😻**



\**Chatting end*



Setelah perasaan nya tenang, ia menyusul anak dan suaminya turun ke bawah hotel.

__ADS_1


__ADS_2