TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
18. Cemburu


__ADS_3

Rania sangat bahagia bisa ikut Dehan bekerja di kantor, setiap pulang mengajar di sekolah Rania selalu pergi ke kantor Dehan membawakan bekal sekalian manja-manjaan. Dehan juga semakin mencintai Rania, hingga membuat Gladys cemburu.


"Pak Dehan beruntung banget ya bisa punya istri kaya mbak Rania. Cantik, baik penurut dan tentu saja istri terbaik" ucap salah satu karyawan di sebelah Gladys


Dia pergi meninggalkan mereka, karna kesal dia menyumpahi Rania agar mandul selamanya.


"Awas saja kau Rania! Tunggu pembalasanku!"


Gladys mengambil ponselnya dan menghubungi nomor seseorang, sudah di pastikan niat Gladys sangat jahat demi balikan dengan Dehan.




Dehan ada meeting hari ini, Rania ditinggalkan sendiri di ruangan Dehan. Karena bosan Rania keliling kantor Dehan menyapa para karyawan dan orang-orang di sana, sifat Rania memang ramah dan baik jadi tidak heran jika banyak orang yang menyukainya.



"Ibu Rania!!" ucap salah seorang perempuan



"Iya? Ada apa ya? Jangan tanya kerjaan kalian ke aku ya, aku bukan mas Dehan"



Rania memang tidak mengerti dengan seluk beluk perusahaan suaminya, yang dia tahu hanya perusahaan ini milik keluarga Dehan.



"Bukan bu, dari tadi saya liat Ibu jadi... hmm... Saya mau tanya rahasia tubuh langsing ideal ibu pake apa ya? hehehe"



Rania tersenyum, dia tidak tahu harus menjawab apa padahal dia tidak terlalu merawat tubuhnya. Dia hanya rajin menari dan makan makanan sehat.



"Aku tidak punya trik khusus sih, hanya menari dan makan makanan sehat. Kuncinya selalu bahagia"



Lalu ada dua perempuan lagi yang mendekati mereka



"Iihh Ibu Rania... Gimana gak bahagia, punya suami setampan pak bos Dehan"



"Iya ya, apalagi yang kurang di hidup ibu Rania" jawab perempuan lain



Rania hanya bisa tersenyum manis mendengar penuturan dari perempuan yang mengerubungi nya, karena hari ini Rania memakai baju ketat yang otomatis membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Hal itu membuat Gladys geram, dia tidak mau kalah bahkan dari tadi ia memperhatikan Rania.



"Aku ga sempurna kok, buktinya sampe sekarang aku belum punya anak" ucap Rania sambil menunduk



"YA IYALAH! LO KAN MANDUL!" jawab Gladys dari ujung sana



"Heh mbak Gladys! Jadi perempuan jangan sembarangan ya kalo ngomong! Sopan dikit ke Ibu bos!!" balas perempuan di sebelah Rania



"Kok bisa-bisanya pak bos dulu mau sama lo? Hahaha najis banget"



DEG


__ADS_1


Rania langsung menatap wajah perempuan di sebelahnya.



...'*Apa? Gladys punya hubungan dengan mas Dehan?' batinnya*...



"YEE GUE GINI-GINI LAKU YA! BAHKAN SUAMI DARI CEWEK MANDUL KAYA DIA AJA MAU SAMA GUE!!!"



"CUKUP!" teriak Rania



Dia lari pergi keluar kantor sambil menangis terisak, Rania terduduk di taman depan kantor Dehan.



"Mas Dehan.. Kok bilang... hiks... Sama aku?"



Sementara itu Dehan telah selesai meeting, dia hendak menyampaikan berita bahagia kepada Rania namun saat lihat ke dalam ruangan ia tidak ada. Dehan bertanya pada karyawannya, dan ada yang melihat Rania berlari ke arah taman sambil menangis kemudian dia berniat menyusul istrinya.



Rania tengah terduduk di bangku bawah pohon sambil memandang kolam ikan buatan, tatapan matanya kosong dan ada bekas air mata di pipinya. Dehan hendak menghapus air matanya, tapi tangannya di cegah oleh Rania.



"JANGAN SENTUH AKU MAS! MULAI SEKARANG JANGAN SENTUH AKU!"



Dehan kewalahan dengan sifat Rania, dia menarik nafas kemudian membuangnya lalu bertanya



"Kenapa sayang? Kau marah lagi hmmm?" tanya Dehan dengan suara baritonnya




Rania berbicara dengan tatapan tajam ke wajah Dehan, tapi dia juga mengeluarkan air matanya. Dehan yang tak tega menyentuh pipi Rania, yang tadinya dihempas lalu Rania tidak bisa menolaknya.



"Ayo cerita. Kenapa kau menangis sayang?" ucap Dehan lembut



"Mas jawab aku! Kamu ada hubungan apa sama Gladys??"



Sorot mata Rania seakan ingin membunuh Dehan sekarang



"Sayang... Itu dulu, sekarang kan aku sering bawa kamu ke kantor. Lagipula semenjak aku janji hak privasi aku di pegang kamu buat apa aku selingkuh?"



Rania belum menjawab masih menunggu ucapan Dehan selanjutnya



"Gini ya Rania ku istriku satu-satunya... Aku udah ga ada hubungan apapun sama Gladys, emang bener itu dulu aku sempet beberapa kali tidur bareng. Tapi jujur, aku udah berubah! Kalau kamu gak percaya apa harus kita bercinta di depan mata Gladys ?"



"DASAR CABUL! Kenapa yang ada di otakmu hanya itu-itu saja sih??! Aku cuma minta penjelasan bukan hal itu Dehan Kavindra Perdana!!"


__ADS_1


Rania benar-benar kesal dengan jawaban suaminya ini.



"Hahaha bercanda... Lagian sih aku udah berubah kamu masih aja percaya sama omongan orang lain ketimbang suaminya sendiri"



Dehan mencoba menghibur Rania yang tengah marah dengan cara melakukan hal-hal konyol, alhasil Rania tertawa lagi



"Sekarang aku minta maaf ya cantik?" tanya Dehan



"Maafin jangan ya??" jawab Rania menggoda Dehan



"Maafin dong. Aku kan suami kamu sayang"



Rania mengangguk, setelah itu Dehan menciumi bibir Rania agar wanita nya tak ngambek lagi. Kemudian memalingkan wajah cantiknya agar menatap wajah tampan Dehan.



"Sayang, mas adain acara bisnis di sini buat kamu"



"Buat aku? Dalam rangka apa?" jawab Rania heran



"Seminggu lagi kita kan anniversary pernikahan, aku pengen adakan pesta para pebisnis sekaligus acara lamaran kak Rangga dan Lisa mereka mau lamaran di Bandung"



Mata Rania berbinar-binar saat mendengar penuturan dari Dehan



"Terus mas, ada acara seni nya gak?"



"Hmmm... Ada dong! Kamu bisa undang Bu Dwi ke sini, urusan tiket pesawat biar perusahaan yang tanggung"



Rania sangat senang sekali dengan ucapan Dehan, ia refleks mencium bibirnya dan \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* dengan lembut begitupun Dehan yang membalasnya.



"Mas.. Kamu tahu aku beruntung bisa miliki kamu, sekarang aku sudah jatuh cinta terlalu dalam denganmu setelah dua tahun pernikahan kita"



Dehan memeluk tubuh Rania sambil berbicara



"Aku juga baru menyadari bahwa selama ini aku memiliki bidadari yang sempurna, betapa bodohnya aku dulu bermain di belakang mu. Maafkan mas sayang, sekarang mas tidak akan melepaskan mu bahkan mas akan selalu mencintaimu. Urusan anak atau momongan? Aku tidak peduli lagi, yang terpenting aku ingin hidup bersamamu selamanya. I love you RANIA GANDHITA WARDHANA ISTRIKU YANG PALING CANTIK"



Rania melepaskan pelukan Dehan untuk menatapnya, Dehan menangis! Baru kali ini Rania melihat Dehan menangis, bahkan saat dia ditemukan di kos kemarin air mata Dehan tidak sederas sekarang. Rania menghapus air mata nya sambil mengelus rambut Dehan



"Mas Dehan, aku juga sangat mencintaimu... Tolong jangan khianati diriku, aku akan mencoba terus mempercayai mu"



Mereka saling tersenyum dibarengi dengan cekikikan, tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi Gladys menguping pembicaraan Dehan dengan Rania. Ada rasa cemburu dan dendam kepada Rania bahkan dia memiliki niatan buruk

__ADS_1



...'*Awas saja kau Rania! Kau akan mendapatkan akibatnya telah merebut barang yang paling kusukai!' batin Gladys*...


__ADS_2