
Rania bangun dari tidurnya dengan mata yang sembab karena semalam ia menangis, tepat di sebelahnya pun ada Derana yang menemaninya tidur. Saat hendak bangun, tubuh Rania sangat pegal dan lemas begitupun dengan Derana yang tampak berkeringat namun suhu tubuh nya panas.
"Astaghfirullah! Dede demam"
Kemudian Rania juga memegang jidatnya
"Aku juga demam"
Tubuh Rania sangat lemas, bahkan untuk bangun pun susah. Ia meraih ponselnya di meja sebelah kasur, ingin sekali memencet nomor Dehan tapi ia sedang marahan. Jadi Rania mengabari sahabatnya Shelly, tak butuh waktu lama akhirnya Shelly datang juga ke rumah Rania.
"RAN? RANIA?? KAMU DIMANA?"
Shelly memanggil nama Rania, namun tidak ada respon. Rania yang mendengar suara Shelly ikut menyaut tapi ia sedang serak jadi tidak terlalu besar suaranya.
"Aku di sini Sel"
Dengan inisiatif Shelly masuk ke kamar lantas melihat Rania tengah berbaring dengan Derana di sebelahnya
"Astaghfirullah Ran, kamu kenapa?"
Rania memegang wajah Rania yang demam begitupun dengan Derana
"Kalian demam. Dehan mana?"
"Mas Dehan tidur di luar"
"Ya Ampun, ayo sini aku pegang kamu dulu ntar aku gendong Derana"
Shelly membantu Rania untuk berjalan menuju ke mobil, setelah selesai Shelly lanjut menggendong Derana.
"Sebentar aku telfon Dehan dulu"
Rania mencegahnya
"Jangan, biarin aja. Kita ke rumah sakit ya sekarang? Aku udah gak kuat Sel"
"Iya oke"
Shelly melajukan mobilnya untuk pergi ke rumah sakit terdekat, kondisi Ibu dan anaknya sudah demam tinggi. Derana juga daritadi tidur terus tak berbicara terkadang ia menangis karena demam, sesampainya di rumah sakit mereka berdua masuk UGD.
Para suster dan dokter menangani Rania, ternyata Rania mengalami demam berdarah. Sedangkan Derana hanya demam biasa, sebelum di infus dokter mengambil sampel darah Rania. Lalu tak lama kemudian Rania di rujuk ke ruangan untuk di infus
"Nyonya Rania, anda sedang hamil ya?"
Tanya dokter tersebut, Rania menggeleng
__ADS_1
"Tidak dok, memang nya kenapa?"
"Anda positif hamil. Jadi saya berpikir untuk memberikan cairan tubuh saja dan obat-obatan yang aman untuk Ibu hamil"
Rania mematung melihat dokter. Apa ia salah dengar? Mana mungkin ia hamil lagi sedangkan dulu ia menderita kista.
"Dokter, benar aku hamil? Padahal aku memiliki kista"
"Ya nyonya hamil. Untuk masalah alat reproduksi silahkan nanti ditanyakan ke dokter spesialis kandungan ya, saya hanya dokter umum. Jadi dosis dalam infus ini juga saya setara kan dengan kondisi janinnya"
Dokter pergi meninggalkan ruangan Rania, Rania masih mematung tapi ia juga senang bahwa selama ini ternyata dirinya tengah hamil anak kedua. Shelly mulai memasuki ruangan Rania
"Gimana? Dokter tadi bilang apa?"
"Sel..."
Rania melihat Shelly langsung memeluknya
"AKU HAMIL!"
Shelly ikut senang mendengar penuturan Rania ia juga balas memeluk Rania
"Alhamdulillah!! Terus kamu sekarang gimana kondisinya?"
"Dokter bilang aku demam berdarah, jadi aku harus di rawa di sini. Sebentar lagi akan ada dokter kandungan yang datang untuk memeriksa janin ku, Sel aku seneng banget akhirnya Derana punya adik lagi. Oh iya, Derana mana?"
Rania sangat senang hari ini meskipun ia masih sakit demam tinggi tapi sebisa mungkin ia harus kuat untuk bayi nya.
"Dehan gak di kasih tau nih?" tanya Shelly
"Gak, aku lagi marahan sama dia. Emang sih salah aku belum bisa move on dari Gilang, aku gak enak sama Dehan"
Shelly yang mengerti mengelus pundak Rania
"Ya sudah, sekarang kamu istirahat ya Ran. Nanti urusan itu biar aku yang atur, aku keluar sebentar ya mau liat keadaan Derana"
Rania menahan tangan Shelly
"Shelly, makasih banyak ya.. Aku benar-benar berhutang budi sama kamu, cuma kamu sahabat sejati ku. Aku sayang banget sama kamu Sel"
"Iya Ran, aku juga sayang sama kamu. Jangan banyak pikiran ya, sekarang istirahat saja"
Shelly meninggalkan ruangan Rania, lantas ia lanjut tertidur untuk memulihkan tubuh nya.
...****************...
__ADS_1
Di sisi lain, Dehan sedang sibuk-sibuknya mengurusi perusahaan apalagi ia akan membuka cabang baru di Sukabumi. Sekarang Dehan tengah rapat komisaris besar perusahan, namun pikirannya dipenuhi oleh Rania dan Derana.
#Chatting
Dehan: "Sayang, maafin aku yang semalam ya? Sekarang kamu lagi apa? Aku kangen kamu padahal baru semalam aku tidur di rumah bunda, Derana pasti sekolah ya? Aku lagi meeting nih"
Dehan: "Aku lagi meeting buat cabang baru di Sukabumi, terus aku ikutin saran kamu yang tentang saham kemarin. Rania sayang, malam ini aku pulang ke rumah dan aku bakal bawain oleh-oleh buat kamu sama Derana. I love you forever my wife 🖤"
#Chattingend
Dehan mengirim pesan untuk mengabari Rania, namun tidak ada balasan bahkan di baca pun tidak sama sekali. Ia mencoba positif thinking mungkin saja Rania tengah sibuk.
...****************...
Rania terbangun dan menunjukkan pukul 12 siang, badan nya masih lemas tapi ia sangat lapar. Rania melihat Derana tengah tertidur pulas di sebelah kasur nya, Rania mengambil makanan di sebelah mejanya.
Sambil makan ia membuka ponsel, Shelly bilang keluar sebentar karena ada urusan dengan Sara anaknya dan suaminya. Kemudian ia membaca pesan masuk dari Dehan
"Aku bilang jangan ya, kalo aku lagi hamil. Tapi mas Dehan kayanya lagi sibuk akhir-akhir ini"
Rania mengelus perutnya yang belum besar
"Pantas saja akhir-akhir ini aku sering mual, ternyata aku hamil"
Rania mengabari Lisa dan Ibu mertua nya kalau ia sedang di rawat di rumah sakit bersama Derana, tentu saja bunda langsung menelfon Rania
"Hallo sayang? Kamu di rumah sakit mana? Nanti bunda sama ayah ke situ ya?"
"Aku di rumah sakit ******* bun, aku juga lagi sendirian di sini Derana lagi tidur dia juga sakit"
"Ya Allah... Bunda sekarang ke sana ya, tunggu ya nak. Sudah pada makan? Bunda bawa buah nanti"
"Udah Bun, cuma Derana yang belum makan"
"Iya nanti kalo bangun biar bunda suapin. Bunda tutup dulu telfonnya mau siap-siap, assalamualaikum"
"Walaikumsalam bunda"
Rania menutup telfonnya, kemudian ia lanjut menonton YouTube untuk hiburan. Ia malas membalas pesan Dehan biar saja, lagipula semalam Dehan memarahinya karena Gilang.
Teringat Gilang, Rania membuka sosial media untuk mencari tahu perihal Diana dan Gilang. Ternyata mereka sempat berpacaran dulu saat Gilang tinggal di United States, Diana juga satu almamater dengan Gilang.
"Pantas saja Gilang suka, ternyata Diana ini anak konglomerat kelas dunia"
__ADS_1
Rania semakin kesal mengetahui latar belakang Diana, dulu saja Rania menyukai Gilang saat Dehan berselingkuh dengan Gladys. Maka ia juga saat itu berniat membalas dendam pada Dehan, eh namun ujung-ujungnya tetap balikan dengan Dehan memang jodoh tidak kemana ya.