TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
32. Dimulai dari nol


__ADS_3

Keesokan harinya Dehan turun tangga dari kamarnya dan melihat sekumpulan investor mendatangi rumah orangtua Dehan. Ada ayah dan bunda di situ juga, Dehan penasaran ada apa sebenernya


"Pak Dehan? Sini kemari!!"


Panggil salah satu investor tersebut, Dehan mendatanginya sambil memberi salam mereka


"Ini ada apa ya?"


Mereka saling menatap satu sama lain bingung akan menjawab apa


"Hmm... Jadi begini pak, kami memutuskan kontrak investasi jangka panjang karena perusahaan bapak sudah dicabut"


Dehan yang tadinya diam langsung kaget


"APA???! DICABUT??! BAGAIMANA BISA??"


Teriak Dehan panik


"Ya, perusahaan bapak sudah pindah tangan sesuai persetujuan dari keluarga bapak. Kami juga tidak ingin rugi, jadi lebih baik kami mencabut kerjasamanya"


Dehan hanya bisa pasrah mau diganti berapapun tetap saja tidak bisa menutupi seluruh kerugian mereka. Toh usahanya pun bangkrut


"Pindah ke tangan siapa?"


"Pengusaha asal Jakarta namanya pak Rangga Gandhi Wardhana"


Bunda, ayah, dan Dehan sontak kaget mendengar nama Rangga karena itu adalah kakak Rania. Perusahaan Dehan dibeli oleh kakak dari istrinya, setelah berbincang-bincang mengurus perusahaan Dehan sudah pasrah menerima takdirnya sekarang yang jatuh miskin. Untung saja rumah bunda dan ayah dibayar cash dan masih ada harta benda lain yang bisa dijual, seperti emas-emas mereka masih bisa dijadikan uang untuk modal usaha kecil-kecilan.


Ayah menarik tangan Dehan untuk mengintrogasi anaknya


"DEHAN SEGERA CARI RANIA!"


"Dimana?? Aku saja tidak tahu keberadaan mereka sekarang ayah"


"POKONYA AYAH TIDAK MAU TAHU, CARI RANIA SEKARANG ATAU KITA AKAN JATUH MISKIN!!"


Dehan mau tak mau harus menuruti perintah ayah, walau bagaimanapun Dehan tak ingin jadi miskin dan sengsara.

__ADS_1



Gladys mendatangi dukun yang pernah ia kunjungi dulu, karena Dehan sudah jadi miskin dan Gladys tidak butuh lagi dengannya maka ia ingin Dehan benci padanya.



"Jadi.. Kau kesini ingin menghilangkan pelet yang ada pada Dehan?"



"Iya mbah, Dehan sudah tidak berguna sekarang dia miskin!"



Mbah mengerti lalu membaca mantra-mantra dan mengajak Gladys ke hutan dekat kebun. Di situ ada foto Gladys dan Dehan bersebelahan tertancap di batang pohon besar, dengan perintah mbah Gladys mencabutnya.



"Sekarang bakar foto kalian berdua dan pisahkan abu nya"




"Buang abu foto Dehan ke sungai yang mengalir, jangan ke genangan air"



"Memangnya kenapa Mbah?"



"Sudah turuti saja perintahku!"



Gladys mengerti dan melakukan yang disuruh mbah tadi. Abu foto Dehan ia sebar di sungai yang mengalir di hutan

__ADS_1



"*Semoga Dehan membenciku dan tidak menggangguku lagi*" batin Gladys



Setelah upacara selesai Gladys juga membakar foto nya dan menyebarkannya di tempat yang berbeda. Gladys juga melakukan ritual lainnya untuk mempercantik penampilan bahkan rela ditanam susuk agar laki-laki tampan dan kaya raya tergila-gila oleh pesonanya.



Sisa uang tabungan Dehan ia gunakan untuk membuka kedai kopi di sebelah kantornya ralat bekas kantor. Ia dengan percaya diri ingin memulai bisnisnya kembali dari nol, padahal usaha Dehan masih banyak tapi ayah tidak ingin memanjakan Dehan apalagi Dehan sudah dewasa dan menjadi Papa. Untuk urusan Rania, Dehan masih sangat mencintainya sampai kapanpun bahkan ia sangat ingin bertemu dengan anaknya kelak.


"Selamat datang. Silahkan menikmati ketentraman jiwa anda"


Ucap Dehan pada pelanggan yang akan menikmati kopi di kedainya. Dehan tidak gengsi justru dia ingin membuktikan bahwa bisa sukses dalam wirausaha dan meniti karir dari nol lagi.


Setiap hari Dehan membuka kedai jam 7 pagi hingga malam sekitar pukul 10, tanpa mengeluh karena ini kesalahan Dehan dulu. Ayah selalu berpesan cari Rania tapi Dehan belum berani bertemu dengan istrinya itu meskipun ia sangat ingin melihat anaknya, apalagi sekarang ditambah susah dimana perusahaan bekas Dehan malah dipegang oleh partner dari Rangga. Alias bukan anggota keluarga Rania yang mengurus kantor di Bandung.


"Hufftt... Rania sayang, aku akan berusaha sekuat mungkin untuk anak kita. Ayo semangat Dehan!!"


Ucap Dehan sebelum kedai dibuka, setiap usaha pasti ada masa jatuh dan bangun nya tak terasa usaha Dehan sudah menginjak usia satu tahun. Ia berhasil membuat kedainya memiliki lima cabang besar di Bandung, Dehan bersyukur karena telah belajar dari kesalahannya dulu.


Bahkan sekarang Dehan memilih untuk menjadi single karena belum resmi juga mereka bercerai secara hukum. Kesana-kemari Dehan bertanya keberadaan Rania tapi tak ada respons dari mereka, bukan Dehan namanya jika menyerah begitu saja. Ia yakin suatu hari nanti akan bertemu dengan Rania


Setiap malam sebelum tidur Dehan memandangi foto-foto Rania sambil mengingat masa lalu mereka dulu. Berlibur ke pantai, honeymoon di Jogja, sampai bagaimana Dehan mencari Rania yang kabur dari rumah karena kebodohannya sendiri membuat Dehan menyesal. Sungguh menyesal, Dehan sudah keterlaluan selama ini terhadap istrinya sendiri


"Sayang apa kabar ya anak kita? Mas kangen kamu, mas pengen peluk kamu... Kita jalan-jalan ke pantai lagi yuk?! Kamu kan suka pantai kita bisa lari-larian sama anak kita yang ganteng/cantik"


Ucap Dehan sendirian di kamar, bunda sangat kasihan melihat Dehan yang hidup sendiri sekarang padahal statusnya masih seorang suami tapi hidupnya seperti duda tanpa anak. Ayah tidak peduli toh ini semua kesalahan Dehan jadi sudah sepatutnya seperti itu.


Dehan selalu bermimpi melihat Rania dengan anak mereka tengah tertawa bersama, menghabiskan waktu di taman bermain. Rania yang manja sudah memiliki anak yang aktif membuat Dehan kewalahan mengurusi dua bayi, tapi ia sangat bahagia dengan kehadiran seorang anak yang ia dambakan sejak dua tahun menikah. Meskipun awalnya Dehan benci perjodohan berkali-kali selingkuh karena ia pikir Rania mandul tapi ia sendiri yang menerima karmanya sekarang.


Mimpi yang indah itu hanya hadir setiap malam, ketika pagi menjelang hatinya terasa hampa kembali. Belahan jiwanya telah hilang tapi Dehan akan terus semangat untuk mencari Rania dimana pun ia berada


"Ya Allah, semoga hari ini aku bisa menemukan titik terang tentang Rania istri dan anakku. Amin"


Doanya setiap solat subuh dan memulai hari dengan semangat meski Dehan rapuh. Ia percaya Rania masih mencintainya kembali karena Dehan juga tidak bisa melupakan wanita terbaik di dunia setelah bunda.

__ADS_1


__ADS_2