TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
11. Kakak dan pentas tari


__ADS_3

"Hallo! Aku Rangga Gandhi Wardana"


DEG


Aku langsung terdiam tak percaya dengan pria di hadapanku saat ini. Mataku langsung melihat seksama untuk memastikan bahwa dia orang yang selama ini ku cari, kakak apakah ini dirimu ?


"Aku.... Rania Gandhita Wardhana perempuan yang lahir di Bandung 23 tahun yang lalu, semasa kecil aku tinggal berdua dengan ibuku dan ayah meninggal saat aku la---"


"STOP!"


Belum selesai aku berbicara, pria di hadapanku ini berteriak untuk berhenti membuat semua orang yang berada di ruangan rias menatap kami berdua begitupun Lisa yang kebingungan.


"Kau Rania ?? Raniaaa ? Apa kau memiliki bekas luka bakar di betis kaki kanan mu ?"


Aku mengangguk sambil menangis


"RANIAAA KU.... MAAFKAN KAKAK"


Kak Rangga langsung memeluk ku sambil menangis sesenggukan, bayangkan saja kami kakak beradik dipisahkan selama dua puluh tahun. Ia tahu aku memiliki bekas luka bakar di betis karena Ibu bilang dulu aku saat berusia tiga tahun ingin menaiki ke atas motor tapi sayangnya kaki kananku malah terkenal knalpot panas yang menyebabkan luka itu membekas sampai sekarang.


"Kakak janji tidak akan meninggalkan kalian lagi... Maafkan kakak yang pergi ikut bibi saat itu, karena aku sangat kesal dengan sikap Ibu dulu. Sekarang aku sudah ada niatan untuk bertemu kalian di Bandung, tapi sepertinya Tuhan mempertemukan kita duluan"


Aku tidak bisa berbicara lagi hanya tersenyum bahagia dengan kehadiran Rangga, Lisa yang melihat itu seakan tak percaya bahwa adik kandung tunangannya itu aku sendiri.


"Rania?! Kenapa tidak bilang bahwa kau adik dari tunangan ku sih?? Berarti kau adik ipar ku huhuhu"


Lisa memeluk kami berdua, begitupun Rangga yang membalas pelukan Lisa. Sekarang ini ruangan rias sudah seperti ruang rehabilitasi keluarga, bagaimana tidak kami bertiga menjadi pusat perhatian.


"Oh ya.. Ku dengar kau sudah menikah selama dua tahun terus dimana suamimu ?"


Aku menghapus air mataku dan mencoba menjawab pertanyaan kak Rangga, tapi Lisa malah menjawabnya terlebih dahulu


"Lagi marahan yang, Rania pergi ke sini buat healing sendirian"


"Sssttt... LISAAA!!!"


Kak Rangga menatapku tajam


"Ada masalah apa ?"

__ADS_1


Aku menggeleng cepat karena tidak mau bilang bahwa Dehan berselingkuh.


"Ya sudah, setelah acara ini selesai kita ke Bandung ya?"


"Tidak mau!" kataku kesal


"Kakak mengerti keadaanmu... Tapi kakak ke Bandung untuk bertemu Ibu dan ingin meminta maaf"


Aku tersentuh oleh ucapan kak Rangga lalu menangis untuk yang kedua kalinya. Kami berpelukan, Lisa tidak merasa risih justru dis senang memiliki adik ipar sepertiku. Tapi untuk menceritakan tentang Dehan aku belum siap, Bu Dwi datang menghampiri kami untuk segera bersiap-siap untuk pertunjukan kak Rangga melepas pelukanku dan menghapus air mataku


"Semangat adik ku! Kakak akan melihat bakat mu pertama kalinya dalam hidup"


Ucapan kak Rangga membuatku senang bahkan ini baru pertamakali aku bertemu kakak kandungku sendiri hingga dia pergi ke tempat penonton. Kami mulai memasuki panggung dan menari dengan enerjik, hatiku sangat bahagia saat ini membuat tarian ku lebih bermakna.


Setelah selesai menari aku diantar pulang oleh kak Rangga dan Lisa sampai di kostan, sebelumnya kakak menawarkan diri untuk tinggal bersamanya di apartemen. Tapi aku menolak, karena meskipun dia kakak kandung tapi aku masih merasa sungkan dan malu untungnya saja dia menghargai pendapat ku.


"Sudah sana masuk.. Jangan lupa bersih-bersih sebelum tidur ya, jaga diri baik-baik"


Kata kak Rangga sebelum aku keluar dari mobilnya


"Raniaaaa!! Tadi kita menari sangat bagus!! Besok ajari aku teknik yang lain ya?!"


Ucap Lisa semangat, aku hanya mengangguk mengerti dan tersenyum. Kemudian keluar dari mobil untuk melambaikan tangan ke mobil yang sudah berjalan menjauh dari kost-an, aku masuk ke dalam bersiap untuk pergi ke alam mimpi.





..."*Cantik sekali dia. Siapa namanya ? Apakah dia sudah memiliki kekasih atau belum... Hmmm, Jika dilihat dari postur tubuhnya seperti nya sudah tapi wajahnya menolak untuk menjadi wanita dewasa." batin Galih*...



Dia berbicara dalam hatinya sambil mengusap-usap dagu dengan jari tangannya. Galih akan mencari tahu siapa sebenarnya wanita yang ia tabrak tadi barusan.



Dehan sudah selesai lembur di kantornya, dia sangat capek bukan hanya fisik tetapi juga batin. Setiap menit dia membuka galeri lalu memandang foto-foto serta video Rania, sesekali Dehan juga menciumi ponselnya sendiri.

__ADS_1



"Aku merindukanmu Rania... Sungguh aku tidak bisa tahan dengan ini semua"



Beberapa kali pun Dehan menghubungi nomor Rania yang tidak aktif membuat hatinya sangat sakit. Tapi Dehan yakin suatu saat nanti akan bertemu dan menghabiskan waktunya bersama dengan Rania seorang, setelah selesai dengan imajinasinya Dehan membuka akun sosial medianya. Rekan-rekan bisnis Dehan banyak membuat *story*' Instagram tentang acara yang dibuat oleh Lisa.



Dehan kenal dengan Lisa karena dia mantan pacarnya saat masa SMA, bahkan Dehan selalu ingat moment jaman sekolahnya itu tapi ia menepisnya karna sudah ada Rania. Wanita yang lebih baik ketimbang Lisa dimata Dehan, kemudian dia membuka *story*' dari akun Galih dan melihat video tarian khas Jogja membuat Dehan meneteskan air matanya mengingat Rania juga menari seperti itu.



"Rania, kau suka menari seperti ini"



Tapi setelah beberapa detik kemudian Galih membesarkan kualitas videonya dengan zoom in dan betapa kagetnya Dehan melihat Rania yang Galih zoom itu istrinya.



"Rania?? Itu kau.... Kau menari di acara bisnis Lisa... Oh yeah, aku menemukanmu sekarang"



Dehan menghapus air matanya dan berpindah aplikasi travel, dia memesan tiket pesawat ke Jogja untuk lusa. Sepertinya Dehan sudah tahu keberadaan istri yang sangat ia rindukan itu bahkan tanpa pikir panjang, Dehan segera meninggalkan kantornya untuk pulang ke rumah dan memikirkan di mana saja Rania berada.



"Sayang... Tunggu aku di sana, aku akan menjemputmu kembali padaku. Terimakasih Galih, sudah membuat video Rania"



Dehan berbicara sendirian di kamarnya sambil dia menghirup aroma bantal kesayangan milik Rania, seakan hanya itu saja yang membuat Dehan tertidur. Karena jika tidak ada dirinya, Dehan masih bisa mencium aroma tubuh istrinya dari bantal tersebut hingga membuat Dehan nyaman dan segera pergi ke alam mimpinya.



"Rania sayang... Tubuhmu sangat wangi bahkan tertinggal di bantal mu, aku ingin mengecup mu"

__ADS_1



Ucapan Dehan meracau sebelum akhirnya dia tidur pulas.


__ADS_2