TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
33. Derana Kenzie Wardhana


__ADS_3

Derana Kenzie Wardhana, anak laki-laki tampan dan penuh kasih sayang itulah arti nama dari anak Rania dan Dehan. Saat pertama dilahirkan wajah Derana sangat mirip seperti Dehan dari mulai hidung, alis, rambut dan bentuk wajahnya mungkin yang mengalah ke Rania hanya bibir saja.


"Derana jangan jadi seperti papamu ya? Mama gak mau kamu kaya Papa"


Ucap Rania saat menggendong bayinya.


"Sayang, kamu sudah beritahu mertuamu?"


Rania menggeleng


"Beritahu dong bahwa menantunya sudah melahirkan cucu yang tampan"


Kata Ibu pada Rania


"Bu, aku gak mau ikut campur urusan mas Dehan lagi. Aku gak mau!"


Kekeuh Rania


"Tapi walau bagaimanapun kan kamu gak bisa hamil kalo gak ada Dehan dan keluarganya"


Iya juga sih pikir Rania, tapi ia masih kesal dengan Dehan mungkin nanti atau tidak pernah sama sekali. Rania masih sakit hati oleh kelakuan Dehan yang tidak bisa dimaafkan dengan waktu yang singkat, butuh waktu lama untuk memulihkan kepercayaan.


"Gimana nanti ya bu... Aku belum siap kasih tau bunda, ayah sama mas Dehan kalo aku udah lahiran"


Ibu mengerti lalu mengelus rambut Rania lembut


"Semoga anak dan cucu Ibu senantiasa bahagia ya, Allah sangat mencintai hamba-nya yang beriman"


Rania menangis sambil melihat bayinya yang tengah tertidur di gendongannya.


"Mama akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu nak. I love you Derana (Dehan Rania)"


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, Rania sangat menikmati menjadi ibu rumah tangga mengurus bayi kecil yang sangat ia cintai melebihi Dehan. Meskipun ketika melihat anaknya Rania selalu terbesit bayangan Dehan karena Derana benar-benar jiplakan Dehan, tapi Rania menepisnya


"Tidak! Derana anakku bukan anak mas Dehan, aku yang hamil dan melahirkannya"


Rania benar-benar kalut dengan pikirannya, jujur saja ia masih mencintai Dehan tentu dia akan papa dari anaknya. Apalagi Rania berusaha untuk hamil setelah dua tahun pernikahan, jadi dia sangat bersyukur Derana datang di kehidupannya. Tapi meskipun begitu Rania bukan orang tua egois ia masih menunjukkan foto Dehan pada anaknya


"Derana sayang... Ini papa kamu, ganteng ya kaya kamu? Tapi... Mama gak mau sifat Papa turun ke kamu, jadilah anak laki-laki yang setia dan soleh ya sayangku... Mama sayang banget sama Derana"


"Atatatata... Mmmamama... Acihhatata..."


Meski Derana belum mengerti ia hanya bisa menjawab perkataan Rania dengan ocehan layaknya bayi pada umumnya. Rania mengelus kepala Derana lembut sesekali menicumnya, selain mengurus anak Rania juga mengajari Lisa agar saat Lisa melahirkan nanti tidak kewalahan.


"Rania, kalo segede Derana udah bisa minum susu bayi di supermarket?"


Rania tertawa mendengar pertanyaan Lisa


"Ya ampun Lisa, Derana baru 8 bulan wajib minum ASI dong! Nanti kalau usia bayi dua tahun baru sapih dan boleh minum susu bayi di supermarket"


"Ohh"


Lisa mengangguk sambil melihat Rania sedang menyusui bayinya


"Ran, kamu gak mau ketemu Dehan atau ortunya gitu?"


Rania melihat ke arah Lisa


"Untuk sekarang aku belum siap ketemu mas Dehan atau bunda. Aku masih sakit hati apalagi terakhir mas Dehan pilih Gladys, makanya aku block sosmed biar mas Dehan gak bisa liat aktivitas aku"


"Tapi kan Derana juga anak Dehan. Kamu mau kalo Derana udah dewasa kabur buat cari Papa nya?"


Rania berpikir benar juga bagaimana kalau Derana sudah dewasa mencari keberadaan Dehan dan tidak pulang-pulang ke rumah.


"Terus aku harus apa Lis?"


"Pertemukan Derana pada ayah dan juga kakek neneknya"


"Baiklah... Mungkin nanti aku beritahu"


Untuk saat ini Rania ingin mengurus sendiri mungkin nanti.




Lisa mengadakan acara syukuran tujuh bulanan atas usia kandungannya. Tidak semua orang yang ia undang hanya keluarga dan kerabatnya saja, Shelly juga diundang untuk hadir.



"Ya ampun Lisa!!! Makin cantik saja"


__ADS_1


Kata Shelly sambil memeluk tubuh Lisa



"Kata siapa? Aku makin gemuk semenjak hamil tau"



"Namanya juga wanita hamil wajar saja... Dimana Rania?"



Lisa menunjukkan jarinya ke arah Rania yang sedang bantu Ibu sambil menggendong bayi.



"RANIA!!!"



Orang yang dipanggil namanya melihat Shelly kemudian Shelly mendekat



"Astaga aku rindu sekali..."



Ucap Shelly sambil cepika-cepiki ala wanita yang sudah lama tidak bertemu. Rania melihat ke bawah ternyata ada si kecil Sara



"Hallo anak manis!! Apa kabar sayangnya bunda??"



Rania mencium pipi Sara sekilas karena sedang menggendong bayi jadi Rania tidak bisa bungkuk



"Aku gak sakit.. Bunda ini dede bayi siapa?"




Rania jongkok membuka gendongannya untuk memperlihatkan pada Sara dan Shelly.



"Iiihh lucuuu...."



Sara mencium dede bayi itu karena gemas dan sedikit mengelus nya



"Mirip Dehan ya Ran?" ucap Shelly



"Mirip aku! Gak ada mas Dehan!"



Rania tidak terima anaknya dibilang mirip Dehan



"Maaf... Tapi Dehan di sana mencari mu kemana-mana tau"



"Buat apa? Padahal kan kamu tau sendiri dulu dia lebih pilih si Gladys"



Shelly menyuruh Sara untuk bermain di tempat lain dan mengajak Rania untuk duduk.



"Rania... Dehan sudah bangkrut dan memulai bisnis dari nol lagi"

__ADS_1



"Terus apa urusanku?? Itu karma Sel, dia pantas mendapatkannya"



Shelly melihat bayi yang ada di gendongan Rania



"Anak laki-laki akan butuh kasih sayang seorang ayah nya... Dehan setiap hari menghubungiku mencari keberadaan mu tapi aku selalu tutup mulut dan berbohong pada Dehan, karena aku telah berjanji padamu"



"Sel... Aku bisa bertahan karena anak ku, masalah mas Dehan mungkin aku akan mempertemukan mereka suatu saat"



"Aku kasihan terhadap bunda dan ayah Dehan"



"Kenapa?? Apa terjadi sesuatu??!"



Tanya Rania khawatir



"Ayah kemarin masuk rumah sakit saat Dehan bangkrut karena Gladys, sempat kambuh penyakit diabetes nya. Bunda juga selalu bertanya keberadaan mu"



"Aku egois ya?" katanya sambil meneteskan air mata



"Ran...."



"Sel... Aku memang egois! Tapi itu tidak sebanding dengan sakit hatiku! Dua tahun aku berjuang untuk mempertahankan mas Dehan dan hamil tapi nenek lampir itu mengambilnya, jelas siapa yang jadi korbannya di sini"



Tangisan Rania pecah



"Kau masih bisa memperbaikinya Rania... Lagipula Dehan sudah menjadi pribadi yang baik, bahkan dia tetap mencintaimu sampai sekarang"



"Kata siapa??"



"Kata Dehan, dia pernah bilang '*Sel, kalo lo ketemu Rania tolong bilang ya aku masih cinta sama dia dan aku mau ketemu anakku*' gitu"



Rania tidak bisa berkata apa-apa, dia juga masih mencintai Dehan apalagi tidak ada perceraian di antara mereka. Masih sah menjadi suami-istri di hukum tapi tidak dengan agama



"Kalian juga belum bercerai kan? Statusmu masih istri sahnya Dehan Ran..."



"Sel.... Hiksss ....."



Shelly menenangkan Rania yang menangis sesenggukan



"Menangis lah Rania, pundak ku untukmu...."



"Thanks to be my best friend" kata Rania

__ADS_1


__ADS_2