
Malam semakin larut hingga pesta sudah berakhir, Dehan mengantar Rania pulang ke rumahnya.
"Mas gak masuk dulu?"
"Gak ah, takut ada kak Rangga"
Baru saja diomongin Rangga sudah memarkirkan mobilnya, hingga ia melihat sosok Dehan sudah berdiri bersama Rania. Rangga langsung naik pitam hingga ia menyeret kerah kemeja Dehan untuk menjauhi adiknya
"UNTUK APA DATANG KE SINI LAGI??!! OHH... APA KAU MENGAJAK ADIKKU KE DISKOTIK??!"
Teriak Rangga pada Dehan
"Tidak kak, aku hanya menemani Rania"
"JANGAN BERANI-BERANI NYA DEKATI RANIA! SUDAH KUBILANG BERKALI-KALI!!"
Rania yang kesal melihatnya langsung menarik tangan Rangga
"Kak.... Mas Dehan cuma temenin aku doang kok ke pesta kakak"
"APA???" kaget Rangga sambil melihat ke arah Rania
"IYA! Mas Dehan aku undang buat temenin aku!"
"RANIAAAAAA"
Geram Rangga tapi tangannya masih meremas kerah kemeja Dehan, Rangga melepaskan itu kemudian menarik tangan Rania kasar
"Aahh sakit kak!"
Rangga tak peduli ia hendak menyeret Rania untuk masuk ke rumah, tentu saja Dehan tak terima wanitanya di sakiti pria lain meskipun itu kakak iparnya Dehan tetap membela
"RANGGA! LEPASKAN ISTRIKU!"
Dehan berteriak memancing Rangga untuk berbalik arah menatap Dehan
"Apa kau bilang?"
"LEPASKAN ISTRIKU!"
Rangga menatap mata Dehan tajam dan kesal. Hingga ia melepas tangannya dari Rania, kemudian bersiap untuk meninju Dehan. Rangga mulai mendekat hendak menyerang Dehan akan tetapi Dehan menangkisnya
"Aku tidak mau bermain kasar kak.. Walau bagaimanapun Rania masih istri sah, kami belum resmi bercerai."
Rangga tak peduli ia terus berusaha memukul Dehan tapi Dehan terus menghindar, sampai ada kesempatan Dehan memukul perut Rangga
BUGGH!!
"Arrgghh" ringis Rangga sambil memegangi perutnya
"Kak Rangga aku sudah bilang bahwa aku masih mencintai Rania, aku ingin bersamanya kembali. Aku tidak suka kekerasan"
Rania yang tadinya diam mendekati Rangga untuk membantunya bangun, tapi Rangga malah mendorong Rania.
"Jangan kasar terhadap istriku" Dehan memeluk tubuh Rania agar tak jatuh
Rangga menatap wajah Dehan kesal
"Rania... Kau pilih siapa Aku atau Dehan?"
Ucap kak Rangga membuat Rania diam tak bergeming, ia tak tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
"CEPAT KATAKAN!!" bentak Dehan yang membuat Rania ketakutan
"Gak tau kak"
"Pilih salah satu Rania!"
Rania melihat ke arah Dehan yang dilihat melemparkan senyum tulus dan kak Rangga masih melotot
"Oke! Aku pilih keluargaku!"
Sontak Dehan dan Rangga melihat Rania yang sedang tutup mata.
"Siapa yang kau maksud sayang?" tanya Dehan
Kemudian Rania membuka matanya saat Dehan berkata disebelahnya
"Keluarga.. Kak Rangga dan mas Dehan kan keluarga ku" tuturnya polos
Rangga menepuk jidatnya, dasar adik tak tahu diri
"Kakak gak mau punya adik ipar kaya Dehan! Udah kamu sama Gilang aja"
Dehan berpaling pada Rangga
"Apa maksudnya?"
"Kaka mau kamu sama Gilang! Bukan Dehan suami yang kau banggakan itu!"
Dehan naik pitam dia menarik baju Rangga kencang dan memukul wajahnya
"SELAMA INI AKU BERJUANG UNTUK RANIA KAK!! TOLONG HARGAI AKU!"
Rania menghentikan Dehan yang mengahajar Rangga, suara Rania mengundang Ibu serta Lisa untuk bangun lalu keluar menyaksikan
Dehan yang tadinya kerasukan seketika menghentikan aksinya.
"Ibu?"
"DEHAN?! KAU APAKAN ANAKKU??!"
"Ibu Dehan...."
Dehan mendekat ke Ibu tapi Lisa menghalanginya
"JANGAN DEKAT-DEKAT DENGAN IBUKU!"
Lisa malah menendang ******** Dehan, hingga pria itu meringis
"KAU JUGA MEMUKULI SUAMIKU! JADI AKU JUGA MEMBALAS NYA"
Lisa meninggalkan Dehan dan pergi ke arah Rangga, ia membopong tubuh suaminya lantas membawanya masuk. Ibu, Rania, dan Dehan masih ada di tempat. Rania tidak bisa berkata apa-apa lagi mereka berdua bersimbah di depan kursi roda Ibu.
"Ibu..." panggil Dehan
"Jangan panggil aku ibumu"
Rania tersenyum manis lalu mengelus punggung tangan Ibu.
"Bu,... Tolong maafkanlah mas Dehan"
Ibu diam saja tak melihat ke mereka
__ADS_1
"Bu, Dehan banyak salah... Dehan tak pantas jadi suami yang baik untuk anak Ibu, aku siap menerima konsekuensi apapun asalkan---"
"Ceraikan Rania"
DEG
Dehan berhenti menatap Ibu, begitupun Rania yang berkaca-kaca
"Apa?"
"Ceraikan Rania! Biarkan dia memiliki kebahagiaan nya sendiri"
"Tidak"
Dehan tentu saja menolaknya apalagi ia masih ingin bersama Rania
"Rania! Kau harus pilih Ibu, jangan pilih laki-laki yang tak setia ini" kata Ibu
"Bu... Rania mencintai mas Dehan, Rania kan masih istri---"
"SUDAH CERAI!! IBU SUDAH BILANG BARUSAN! SEKARANG KALIAN TIDAK PUNYA HUBUNGAN APAPUN DAN BESOK IBU AKAN MENGURUSNYA SENDIRI KE PENGADILAN!"
Dehan dan Rania memohon kepada Ibu agar tidak melakukan hal itu, tapi nihil Ibu tetap teguh pada pendiriannya. Ia tak peduli soal mereka berdua dan pergi kembali ke kamarnya, Rania dan Dehan menangis sambil berpelukan.
"Rania, apa kau mencintaiku?" tanya Dehan dalam pelukannya
Rania tak menjawab tapi ia mengangguk
"Kau ingin hidup bersamaku? Dan kita akan menjadi keluarga selamanya?"
"Aku mau mas Dehan"
Rania melepaskan pelukan, lalu menatap mata Dehan
"Aku mau Derana bisa seperti anak lainnya yang memiliki Papa"
Dehan tersenyum memandang Rania
"Sekarang ambil barang-barang mu dan Derana. Kita akan pergi sayang"
Rania pergi ke rumah membereskan baju-baju serta barang-barang miliknya, kemudian ia menggendong Derana yang tengah tertidur pulas. Sempat terbangun karena kaget untungnya Rania bisa meredakannya, Dehan mengangkut barang Rania dan Derana keluar dari rumah Rangga. Lisa, Ibu, Rangga sudah tak peduli dengan pilihan Rania karena besok mereka akan menghapus Rania dari kartu keluarga.
Dehan membawa Rania ke rumahnya yang ada di Jakarta, tak terlalu mewah memang akan tetapi cukup untuk mereka tinggal.
"Sayang, sementara kita tinggal di sini dulu ya? Aku akan berusaha untuk membeli rumah yang besar nanti"
"Tak apa mas... Selagi sama kamu dan Derana aku bahagia"
Ia mencium kening Rania dan Derana yang sedang dalam gendongan, kemudian Dehan mengelus rambut Derana.
"Papa akan mengajarkan hal-hal keren mulai sekarang,.. Gak ada om Rangga lagi ya sayang"
Setelah berkata itu Dehan mencium Derana. Setelah menidurkan anaknya, Rania bersih-bersih badan dan ikut tidur di kasur bertiga bersama Dehan.
"Mimpiku menjadi kenyataan"
Ucap Dehan memandangi Rania dan Derana di sebelahnya
"Aku juga" jawab Rania
"Sayang, mulai sekarang kita akan memulai hidup baru. Kita rujuk ya?"
__ADS_1
Rania mengangguk senang, setelah bercerita cukup lama merekapun tertidur pulas bersama.